Lalu Lintas Kawasan Tj Priok Masih Macet

Kompas.com - 13/07/2013, 17:57 WIB
Ilustrasi lalu lintas macet KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZESIlustrasi lalu lintas macet
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Arus lalu lintas Tanjung Priok dan sekitarnya hingga saat ini masih macet total karena dampak kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Kemacetan berimbas sampai ke Cempaka Putih, Cilincing, Marunda sampai ke Kelapa Gading dan Cakung," kata petugas Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Briptu Deni Anwara sebagaimana dikutip dari Antara, Sabtu (13/7/2013).

Kemacetan sudah terjadi sejak Sabtu pagi dan belum terurai hingga sore hari bahkan semakin berimbas ke sejumlah ruas jalan yang mengarah ke Tanjung Priok.

Sementara itu dari Informasi dari TMC, petugas menyebutkan arus lalu lintas tol pelabuhan dari Pluit arah Ancol/priok padat, namun sebaliknya ramai lancar. Bahkan dampaknya hingga ke jalan raya Pulo Gebang Cakung arah Pulogadung macet total.

Truk dan kontainer mendominasi antrean kendaraan ke arah Tanjung Priok. Bahkan Bus TransJakarta dari PGC ke Tanjung Priok hanya sampai di Sunter.

Kemacetan parah tersebut disebabkan keterlambatan kedatangan kapal sehingga menyebabkan antrean truk kontainer menuju pelabuhan yang berimbas pada kemacetan lalu lintas di sekitarnya.

Ruas jalan yang terkena imbas kemacetan adalah Jl RE Martadinata mengarah ke Tanjung Priok, Jl A Yani mengarah ke Tanjung Priok, Tol Sunter mengarah ke Tanjung Priok, Tol JORR mengarah ke Cilincing dan Cempaka Putih arah ek Tanjung Priok.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Megapolitan
PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

Megapolitan
Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Megapolitan
BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

Megapolitan
Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Megapolitan
Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Megapolitan
Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Megapolitan
Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Megapolitan
Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Megapolitan
Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Megapolitan
Anies: Jadikan PSBB untuk Mempererat Solidaritas, Bukan Penderitaan

Anies: Jadikan PSBB untuk Mempererat Solidaritas, Bukan Penderitaan

Megapolitan
Berlaku 14 Hari, Penerapan PSBB di Jakarta Sampai 23 April 2020

Berlaku 14 Hari, Penerapan PSBB di Jakarta Sampai 23 April 2020

Megapolitan
Langgar PSBB di Jakarta, Warga Bisa Kena Denda hingga Sanksi Pidana

Langgar PSBB di Jakarta, Warga Bisa Kena Denda hingga Sanksi Pidana

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X