Kompas.com - 16/07/2013, 19:01 WIB
Buruh menurunkan beras bulog dari truk ke salah satu kios di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Selasa (11/12/2012). Beras-beras tersebut digelontorkan ke pasar sebagai langkah operasi stabilisasi harga beras (OSHB) menjelang Natal dan tahun baru. Bulig mematok harga eceran tertinggi beras tersebut Rp 7.400 per kilogram. KOMPAS/HERU SRI KUMOROBuruh menurunkan beras bulog dari truk ke salah satu kios di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Selasa (11/12/2012). Beras-beras tersebut digelontorkan ke pasar sebagai langkah operasi stabilisasi harga beras (OSHB) menjelang Natal dan tahun baru. Bulig mematok harga eceran tertinggi beras tersebut Rp 7.400 per kilogram.
Penulis Windoro Adi
|
EditorLaksono Hari Wiwoho
JAKARTA, KOMPAS.com —Untuk menekan harga bahan pokok dan kebutuhan Lebaran, Pemerintah Provinsi DKI mengadakan operasi pasar besar-besaran. Operasi pasar ini digelar dengan pasar murah di Taman Irti, kawasan Monumen Nasional (Monas), Jalan Medan Merdeka Selatan, 18-20 Juli 2013.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Perdagangan DKI, Ratna Ningsih, di sela operasi beras medium di Pasar Tomang Barat, Selasa (16/7/2013). Ia mengatakan, Pemprov DKI akan mengerahkan 200 grosir anggota UKM, terutama para pedagang besar cabai, bawang merah, bawang putih, telur, ayam potong, serta daging sapi.

"Tempat dan fasilitas buat para pedagang grosir ini, gratis," ujar Ratna.

Para pedagang grosir cabai, bawang merah, dan bawang putih itu berasal dari Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur. Adapun para pedagang grosir ayam potong serta daging sapi didatangkan dari sentra-sentra pemotongan ayam dan sapi.

Ia berharap langkah ini bisa efektif menekan sejumlah harga kebutuhan pokok yang terus  melambung akhir-akhir ini. "Pemprov DKI memang tak bisa mengendalikan harga cabai, bawang merah, bawang putih karena keempat komoditas ini berasal dari luar Jakarta dan sulit mengikuti fluktuasi harga. Berbeda dengan telur, ayam potong, dan daging sapi sebab pemprov masih mampu mengendalikan stok," ujar Ratna.

Ratna berpendapat, langkah mendatangkan langsung para grosir cabai, bawang merah, dan bawang putih itu bisa efektif menekan melambungnya harga ketiga komoditas tersebut. Ia menambahkan, sebelum tiba di pasar rakyat tersebut, para pedagang grosir berangkat dari pangkalan mereka masing-masing untuk membersihkan dan mengemas barang dagangannya.

Hal ini untuk mengurangi menumpuknya sampah. Untuk itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan. Ratna memberi contoh komoditas lain yang bakal dijual di pasar rakyat.

"Harga gula per kilogram yang kini sudah mencapai Rp 13.000 perkilogram akan dijual di pasar tersebut seharga Rp 9.000, sedangkan harga minyak goreng per pak yang sudah mencapai Rp 12.000 per kilogram akan dijual dengan harga Rp 9.000 per kilogram," jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Megapolitan
229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

Megapolitan
RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

Megapolitan
Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Megapolitan
Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Megapolitan
Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Megapolitan
Bus Kecelakaan Berulang Kali, Dirut Transjakarta Minta Maaf

Bus Kecelakaan Berulang Kali, Dirut Transjakarta Minta Maaf

Megapolitan
Banjir Rob Terjang Jalan Lodan Raya Ancol, Petugas Evakuasi Warga

Banjir Rob Terjang Jalan Lodan Raya Ancol, Petugas Evakuasi Warga

Megapolitan
Polisi Periksa 3 Pembeli Aset Keluarga Nirina Zubir

Polisi Periksa 3 Pembeli Aset Keluarga Nirina Zubir

Megapolitan
Proyek Sumur Resapan di Lebak Bulus: Ambles, Diaspal, Kini Dilubangi

Proyek Sumur Resapan di Lebak Bulus: Ambles, Diaspal, Kini Dilubangi

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan Raya Ancol Meluap hingga ke Rumah Warga

Banjir Rob di Jalan Lodan Raya Ancol Meluap hingga ke Rumah Warga

Megapolitan
Kecelakaan Berulang Bus Transjakarta, Perombakan Direksi Belum Jadi Opsi

Kecelakaan Berulang Bus Transjakarta, Perombakan Direksi Belum Jadi Opsi

Megapolitan
Bertolak ke Bandung, Wapres Ma'ruf Amin Resmikan Monumen Covid-19

Bertolak ke Bandung, Wapres Ma'ruf Amin Resmikan Monumen Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.