Kompas.com - 26/07/2013, 00:04 WIB
Seorang sopir Metromini membantu petugas Sudinhub Jakarta Timur menempel kertas berisi tarif baru angkutan kota di Kampung Melayu, Jumat (12/7/2013). KOMPAS.com/Fabian Januarius KuwadoSeorang sopir Metromini membantu petugas Sudinhub Jakarta Timur menempel kertas berisi tarif baru angkutan kota di Kampung Melayu, Jumat (12/7/2013).
EditorTjatur Wiharyo
JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah sopir Metromini menyatakan keberatan akan rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membubarkan Metromini. Seorang sopir, Joni (29), mengatakan bahwa para sopir Metromini akan berdemonstrasi secara besar-besaran jika pemerintah membubarkan Metromini.

Rencana membubarkan Metromini itu berkaitan dengan insiden tertabraknya tiga siswi SMP oleh bus Metromini bernomor polisi B 7669 AS yang dikemudikan WAS (35) di jalur busway dekat Selter Layur, Jalan Pemuda, Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Selasa (23/7/2013) sekitar pukul 16.00.

Satu dari tiga siswi itu, Bennity, meninggal dunia. Dua lainnya, yaitu Revi dan Rahmi, cedera serius akibat kecelakaan itu.

Berdasarkan penyelidikan polisi dan dinas perhubungan, WAS mengemudi secara ugal-ugalan, tidak memiliki SIM, dan sering ditilang. Selain itu, bus yang digunakan juga dinilai tidak layak jalan.

Pemprov DKI pun mempertimbangkan meminta manajemen Metromini membubarkan diri dan kemudian membentuk perusahaan baru yang lebih baik dan memerhatikan kualitas sopir dan kendaraan.

Menurut Joni, Metromini perlu dibenahi, tetapi membubarkan Metromini adalah hal yang berlebihan.

"Pemilik Metromini sering mempekerjakan sopir-sopir yang belum cukup umur, bahkan belum punya SIM. Kelayakan kendaraan juga kurang diperhatikan, sampai akhirnya jelek dan sering mogok," ungkap Joni.

"Salah satu caranya memacu metromini dengan kencang. Makanya cara nyetir kami terlihat ugal-ugalan. Soalnya kalau enggak begitu, mesin mati. Kalau Metromini dibubarkan, kami pasti demo besar-besaran," paparnya.

Sopir lain, Kuswanto, meminta Pemprov DKI mempertimbangkan nasib dia dan rekan-rekannya jika ingin membubarkan Metromini. Menurut Kuswanto, bus Metromini di Jakarta mencapai 3.000 unit. Setiap unit diawaki dua sampai tiga sopir.

"Sekarang begini, coba pikir, kalau Metromini dibubarkan, memang pemerintah mau kasih kami lapangan pekerjaan?" ujar Kuswanto (45), yang mengemudikan Metromini B80 jurusan Kalideres-Grogol.

"Bubarin Metromini sama aja menambah pengangguran dong," kata Kuswanto yang sudah 25 tahun menjadi sopir bus Metromini.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minta Polda Metro Perbesar Pit Stop Ajang Street Race, Pebalap: Sekarang Dempet-dempetan

Minta Polda Metro Perbesar Pit Stop Ajang Street Race, Pebalap: Sekarang Dempet-dempetan

Megapolitan
Street Race di Ancol Rampung, Polda Metro Jaya Soroti Masalah Ketertiban Penonton

Street Race di Ancol Rampung, Polda Metro Jaya Soroti Masalah Ketertiban Penonton

Megapolitan
Wagub DKI: BOR RS untuk Pasien Covid-19 di Jakarta Semakin Bertambah

Wagub DKI: BOR RS untuk Pasien Covid-19 di Jakarta Semakin Bertambah

Megapolitan
UPDATE 16 Januari: Pasien Covid-19 di Jakarta Bertambah 566, Kasus Aktif Kini 3.816

UPDATE 16 Januari: Pasien Covid-19 di Jakarta Bertambah 566, Kasus Aktif Kini 3.816

Megapolitan
Polda Metro Jaya Harap Sirkuit Formula E Bisa Dipakai untuk Street Race

Polda Metro Jaya Harap Sirkuit Formula E Bisa Dipakai untuk Street Race

Megapolitan
Sindir Halus Ketua DPRD di Acara Street Race, Bamsoet: Mudah-mudahan Pak Pras Tak keberatan Formula E di Ancol...

Sindir Halus Ketua DPRD di Acara Street Race, Bamsoet: Mudah-mudahan Pak Pras Tak keberatan Formula E di Ancol...

Megapolitan
PTM Lanjut meski Kasus Covid-19 Ada di 15 Sekolah, Wagub: Jumlah Sekolah di Jakarta 10.429

PTM Lanjut meski Kasus Covid-19 Ada di 15 Sekolah, Wagub: Jumlah Sekolah di Jakarta 10.429

Megapolitan
Dini Hari, Petugas Damkar Depok Berburu Ular Sanca yang Lepas di Permukiman Warga

Dini Hari, Petugas Damkar Depok Berburu Ular Sanca yang Lepas di Permukiman Warga

Megapolitan
Ditanya Soal Tunjangan Operasional, Wagub DKI Jawab dengan Pamer WTP 4 Kali

Ditanya Soal Tunjangan Operasional, Wagub DKI Jawab dengan Pamer WTP 4 Kali

Megapolitan
Krisis Air di Jakarta Utara, Wagub DKI: Ini Ibukota, Tidak Boleh Ada Warga yang Kesulitan Air

Krisis Air di Jakarta Utara, Wagub DKI: Ini Ibukota, Tidak Boleh Ada Warga yang Kesulitan Air

Megapolitan
Terobos Lampu Merah Lalu Tabrak Mobil di Pondok Indah, Pengendara Motor Tewas di Tempat

Terobos Lampu Merah Lalu Tabrak Mobil di Pondok Indah, Pengendara Motor Tewas di Tempat

Megapolitan
Cegah Praktik Judi saat Street Race Ancol, Polda Metro Jaya Siapkan Doorprize

Cegah Praktik Judi saat Street Race Ancol, Polda Metro Jaya Siapkan Doorprize

Megapolitan
Polsek Matraman Beri Uang untuk Tarik Minat Anak-anak Usia 6-11 Tahun Vaksinasi Covid-19

Polsek Matraman Beri Uang untuk Tarik Minat Anak-anak Usia 6-11 Tahun Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Street Race di Ancol Rencananya Hendak Digelar 2 Kali Dalam Sepekan

Street Race di Ancol Rencananya Hendak Digelar 2 Kali Dalam Sepekan

Megapolitan
Wagub DKI: Vaksinasi Booster di Jakarta Capai 143.020

Wagub DKI: Vaksinasi Booster di Jakarta Capai 143.020

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.