Kompas.com - 02/08/2013, 17:58 WIB
Penjual jasa porter, Wawan, menata barang bawaan warga yang turun dari bus di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (26/8). Arus mudik dan balik menjadi berkah bagi mereka untuk menambah penghasilan. KOMPAS/WISNU WIDIANTOROPenjual jasa porter, Wawan, menata barang bawaan warga yang turun dari bus di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (26/8). Arus mudik dan balik menjadi berkah bagi mereka untuk menambah penghasilan.
Penulis Windoro Adi
|
EditorLaksono Hari Wiwoho
JAKARTA, KOMPAS.com- Pemudik yang menggunakan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dari Terminal Bus Kalideres, Jakarta Barat, pada hari keenam sebelum (H-6) Lebaran tahun ini turun 30 persen dibanding H-6 tahun lalu. Hal ini tampak pada gambar tabel data penumpang yang terpampang di dinding Terminal Kalideres, Jumat (2/8/2013).

Tabel data menunjukkan, hingga pukul 15.00, pada H-6 tercatat baru 1.206 pemudik yang berangkat dari terminal tersebut. Total bus yang berangkat sebanyak 168 bus. Pada H-6 tahun lalu di jam yang sama, jumlah penumpang sudah 6.530 orang dengan total keberangkatan sebanyak 514 bus.

Pada H-7 kemarin, jumlah pemudik 5.061 orang dengan keberangkatan 449 bus. Pada H-7 setahun lalu, jumlah pemudik 7.323 orang dengan keberangkatan bus 522.

"Ya, sementara ini turun sekitar 30 persen, tapi belum secara keseluruhan," ujar Kepala Terminal Bus AKAP Kalideres Hengki Sitorus saat ditemui di ruangannya, Jumat (2/8/2013)

Hengki menduga, jumlah pemudik akan meningkat pada H-4 dan H-3 atau Minggu dan Senin nanti. "Tapi bisa bergeser ke hari Sabtu, H-5, sebab orang-orang mulai libur," katanya.

Menurut Juanda (52), karyawan Perusahaan Otobus (PO) Sumber Alam, minat pemudik menggunakan bus AKAP tahun ini sudah tampak menurun dibandingkan tahun lalu. "Tahun lalu, mulai H-7 sudah banyak pemudik. Sekarang belum," jelasnya.

Juanda menyebutkan, harga tiket bus AKAP non-AC sebelumnya Rp 75.000. Mulai 1 Agustus 2013 atau H-7 kemarin, berlaku batasan tarif atas dan tarif bawah dengan kenaikan harga mencapai Rp 106.000.

Pada pukul 14.00 hari ini, hanya sekitar 150 kursi penumpang bus non-AC Sumber Alam yang terisi. Jumlah tersebut sudah naik dibandingkan hari-hari sebelumnya yang hanya terisi 100 kursi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tahun lalu, mulai H-7 itu sudah antre lebih dari 200 penumpang. Entah besok hari Sabtu dan Minggu," ucap Juanda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Duta Besar dari Uni Eropa Tanam Pohon di Taman Wisata Mangrove Angke

6 Duta Besar dari Uni Eropa Tanam Pohon di Taman Wisata Mangrove Angke

Megapolitan
Bakal Ikuti PTM Terbatas, Murid SD Berusia 12 Tahun di Kota Tangerang Divaksinasi Covid-19

Bakal Ikuti PTM Terbatas, Murid SD Berusia 12 Tahun di Kota Tangerang Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Polisi Kejar 4 Pengeroyok yang Sebabkan Seorang Pria Tewas di Lokalisasi Gunung Antang

Polisi Kejar 4 Pengeroyok yang Sebabkan Seorang Pria Tewas di Lokalisasi Gunung Antang

Megapolitan
Pria Tewas di Lokalisasi Gunung Antang, Polisi: Habis Main Tak Mau Bayar lalu Dikeroyok

Pria Tewas di Lokalisasi Gunung Antang, Polisi: Habis Main Tak Mau Bayar lalu Dikeroyok

Megapolitan
Mengenal Mustafa Kemal Ataturk, Namanya Akan Digunakan di Jalan Jakarta tapi Diprotes MUI dan PKS

Mengenal Mustafa Kemal Ataturk, Namanya Akan Digunakan di Jalan Jakarta tapi Diprotes MUI dan PKS

Megapolitan
Polisi Selidiki Kasus Tabrak Lari di Kemayoran

Polisi Selidiki Kasus Tabrak Lari di Kemayoran

Megapolitan
Kontroversi Penggunaan Nama Mustafa Kemal Ataturk di Jalan Jakarta, Disebut Diktator

Kontroversi Penggunaan Nama Mustafa Kemal Ataturk di Jalan Jakarta, Disebut Diktator

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Capai 50,2 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Capai 50,2 Persen dari Target

Megapolitan
75 Polisi Disiagakan untuk Tilang Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta

75 Polisi Disiagakan untuk Tilang Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta

Megapolitan
Strawberry Cafe di Duri Kepa Gunakan Konsep 'Squid Game', Pengunjung Meningkat 4 Kali Lipat

Strawberry Cafe di Duri Kepa Gunakan Konsep "Squid Game", Pengunjung Meningkat 4 Kali Lipat

Megapolitan
5 Terduga Pelaku Penggelapan Mobil Ditangkap Para Korbannya Saat Buat KTP Palsu

5 Terduga Pelaku Penggelapan Mobil Ditangkap Para Korbannya Saat Buat KTP Palsu

Megapolitan
Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Tabrak Lari di Tol Sedyatmo untuk Tentukan Status Terduga Pelaku

Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Tabrak Lari di Tol Sedyatmo untuk Tentukan Status Terduga Pelaku

Megapolitan
Penggerebekan Ruko Pinjol di Cengkareng Berujung 6 Orang Jadi Tersangka

Penggerebekan Ruko Pinjol di Cengkareng Berujung 6 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Kebakaran Rumah di Duri Kepa, Akses Jalan Sempit Sulitkan Petugas Damkar

Kebakaran Rumah di Duri Kepa, Akses Jalan Sempit Sulitkan Petugas Damkar

Megapolitan
Dukung Interpelasi Formula E Tetap Jalan, Ketua DPRD DKI: Sudah Semestinya Anies Jelaskan di Forum Resmi

Dukung Interpelasi Formula E Tetap Jalan, Ketua DPRD DKI: Sudah Semestinya Anies Jelaskan di Forum Resmi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.