Kompas.com - 06/08/2013, 14:12 WIB
Koordinator Rumah Potong Hewan Pasar Tanah Abang Ali Djawas, tokoh masyarakat Tanah Abang Muhamad Yusuf Muhi, dan Camat Tanah Abang Hidayatullah (duduk, kanan ke kiri) dalam sebuah musyawarah soal relokasi rumah potong hewan di Pasar Blok G, Jakarta, Senin (5/8/2013) malam. Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah (tidak tampak) turut hadir dalam pertemuan tersebut. KOMPAS.com/ESTU SURYOWATIKoordinator Rumah Potong Hewan Pasar Tanah Abang Ali Djawas, tokoh masyarakat Tanah Abang Muhamad Yusuf Muhi, dan Camat Tanah Abang Hidayatullah (duduk, kanan ke kiri) dalam sebuah musyawarah soal relokasi rumah potong hewan di Pasar Blok G, Jakarta, Senin (5/8/2013) malam. Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah (tidak tampak) turut hadir dalam pertemuan tersebut.
EditorLaksono Hari Wiwoho
JAKARTA, KOMPAS.com — Tokoh masyarakat Tanah Abang, Muhammad Yusuf Muhi atau biasa disapa Bang Ucu, mendukung rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov) untuk menata pedagang kaki lima (PKL). Ia meminta penertiban dilakukan dengan komunikasi yang baik.

"Kalau (rencana Pemprov) memang begitu, saya setuju sekali. Daripada dagang di jalanan, preman pada malak, banyak (uang) kutipan-kutipan," kata Ucu seusai buka bersama Wali kota Jakarta Pusat Saefullah, Senin (5/8/2013).

Ucu mengatakan, PKL tak berani berdagang di jalanan jika tidak ada yang memberikan rasa aman. Menurutnya, PKL ini pada dasarnya mudah diatur, tetapi berbeda dari preman.

Menurut Ucu, selama ini ia bersama warga Tanah Abang selalu berupaya menertibkan PKL Tanah Abang. Ia mengklaim tak pernah mendapat perlawanan dari PKL karena ia selalu menggunakan jalan musyawarah dan tanpa kekerasan. "Tidak ada pertumpahan darah," katanya.

Ucu merupakan tokoh masyarakat asli Tanah Abang. Sejak tahun 1960-an, Ucu aktif dalam organisasi massa Ikatan Keluarga Besar Tanah Abang (IKBT). Sampai detik ini, Ucu masih duduk dalam jajaran dewan penasihat dan dewan pembina IKBT. Ia juga berorganisasi dalam Badan Musyawarah Betawi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Hujan Siang dan Malam

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Hujan Siang dan Malam

Megapolitan
UPDATE 20 Januari: Tambah 101 Kasus di Kota Tangerang, 384 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 20 Januari: Tambah 101 Kasus di Kota Tangerang, 384 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Banjir Jakarta Tak Semanis Klaim Anies | Nasib Ayu Thalia yang Kini Jadi Tersangka

[POPULER JABODETABEK] Banjir Jakarta Tak Semanis Klaim Anies | Nasib Ayu Thalia yang Kini Jadi Tersangka

Megapolitan
Temukan Puluhan Kilogram Kulit Kabel di Kemayoran, Petugas Binamarga: Kayak Zaman Ahok Dulu

Temukan Puluhan Kilogram Kulit Kabel di Kemayoran, Petugas Binamarga: Kayak Zaman Ahok Dulu

Megapolitan
Sekretaris Camat Benda: Kata Warga, Sebelum Ada Tol JORR II, Banjir Tidak Separah Ini

Sekretaris Camat Benda: Kata Warga, Sebelum Ada Tol JORR II, Banjir Tidak Separah Ini

Megapolitan
Situasi Wisma Atlet Makin Parah, Ruang Isolasi hingga Nakes Ditambah

Situasi Wisma Atlet Makin Parah, Ruang Isolasi hingga Nakes Ditambah

Megapolitan
Viral 'Kampung Mati' Di Bantargebang Kota Bekasi, Seperti Ini Faktanya

Viral "Kampung Mati" Di Bantargebang Kota Bekasi, Seperti Ini Faktanya

Megapolitan
Kronologi Mahasiswi UI Tertabrak KRL di Pondok Cina, Tak Respons Saat Dilarang Menyeberang

Kronologi Mahasiswi UI Tertabrak KRL di Pondok Cina, Tak Respons Saat Dilarang Menyeberang

Megapolitan
Sejumlah Titik di Tegal Alur Masih Banjir, Penyedotan Air Dilakukan di Malam Hari

Sejumlah Titik di Tegal Alur Masih Banjir, Penyedotan Air Dilakukan di Malam Hari

Megapolitan
Dari 1.000 KK, Hanya 15 Keluarga Korban Banjir di Kecamatan Benda yang Mengungsi

Dari 1.000 KK, Hanya 15 Keluarga Korban Banjir di Kecamatan Benda yang Mengungsi

Megapolitan
Pertanyakan Progres Laporannya, Korban Penipuan Apartemen di Jaksel Datangi Polda Metro Jaya

Pertanyakan Progres Laporannya, Korban Penipuan Apartemen di Jaksel Datangi Polda Metro Jaya

Megapolitan
Pihak Kecamatan Benda Dirikan Dapur Umum bagi Warga Terdampak Banjir

Pihak Kecamatan Benda Dirikan Dapur Umum bagi Warga Terdampak Banjir

Megapolitan
Kasus Omicron di Jakarta Hampir 1.000, Wagub DKI Imbau Masyarakat Tak Keluar Rumah jika Tak Mendesak

Kasus Omicron di Jakarta Hampir 1.000, Wagub DKI Imbau Masyarakat Tak Keluar Rumah jika Tak Mendesak

Megapolitan
Habiskan Stok Lama, Pedagang di Pasar Slipi Masih Jual Minyak Goreng Rp 20.000 Per Liter

Habiskan Stok Lama, Pedagang di Pasar Slipi Masih Jual Minyak Goreng Rp 20.000 Per Liter

Megapolitan
Dari 517 Pasien Covid-19 Varian Omicron di Wisma Atlet, Tak Ada Kasus Kematian

Dari 517 Pasien Covid-19 Varian Omicron di Wisma Atlet, Tak Ada Kasus Kematian

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.