Basuki Tak Tahu Kawasan Bongkaran Bekas Tempat Prostitusi

Kompas.com - 13/08/2013, 16:09 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menemui Rajjam Ahok (Rakyat Jakarta Jahit Mulut Ahok) yang menuntutnya meminta maaf kepada Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana, Senin (29/7/2013). YoutubeWakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menemui Rajjam Ahok (Rakyat Jakarta Jahit Mulut Ahok) yang menuntutnya meminta maaf kepada Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana, Senin (29/7/2013).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Tanah Abang mengeluhkan tempat relokasi PKL di Blok G yang ternyata bekas tempat prostitusi. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku tidak mengetahui bahwa kawasan itu, atau yang dikenal dengan Bongkaran, dijadikan sebagai tempat kegiatan pekerja seks komersial (PSK).

"Soal itu, tanya ke Wali Kota-lah. Saya tidak tahu soal itu, malah tahunya dari kalian, belum pernah nyoba ke situ. Hehehe," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Selasa (13/8/2013).

Pelaksanaan penataan PKL hingga relokasi ke Blok G telah didelegasikan kepada Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah. Artinya, Wali Kota sudah mengerti apa saja yang harus ditertibkan, terutama yang melanggar peraturan harus dihilangkan.

Senada dengan Basuki, Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana yang sebelumnya pernah bersitegang dengan Basuki mengatakan bahwa kawasan itu telah ditertibkan oleh Pemprov DKI. Sejak awal Ramadhan, pada 11 Juli 2013 lalu, kata dia, Pemprov DKI telah membereskan kawasan "asusila" itu sehingga relokasi Blok G Tanah Abang sudah tak ada masalah.

"Pokoknya Tanah Abang sekarang sudah beres," kata Lulung.

Kawasan Bongkaran, Tanah Abang, Jakarta Pusat, telah terkenal sekitar tahun 1980-an sebagai kawasan angker. Seiring berjalannya waktu, kawasan itu pun beralih fungsi menjadi kawasan praktik prostitusi dan kriminalitas.

Kini, Pemprov DKI pun mengklaim bahwa kawasan tersebut telah bersih dari praktik itu dan dapat digunakan untuk relokasi PKL Tanah Abang. Selain Bongkaran, DKI juga telah menertibkan rumah potong hewan (RPH) di lantai dasar Blok G yang memakan sebagian jalan raya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 21 Oktober di Tangsel: Bertambah 25 Kasus Positif, 160 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 21 Oktober di Tangsel: Bertambah 25 Kasus Positif, 160 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Upaya Bioskop Bangkit Lagi meski Dibatasi Aturan-aturan Menonton Saat Pandemi

Upaya Bioskop Bangkit Lagi meski Dibatasi Aturan-aturan Menonton Saat Pandemi

Megapolitan
Pemprov DKI Kejar Target Tingkatkan Tes Covid-19 hingga 10.000 Orang Per Hari

Pemprov DKI Kejar Target Tingkatkan Tes Covid-19 hingga 10.000 Orang Per Hari

Megapolitan
Waspada Begal yang Mulai Mengincar Pesepeda di Jalan-jalan Protokol Jakarta...

Waspada Begal yang Mulai Mengincar Pesepeda di Jalan-jalan Protokol Jakarta...

Megapolitan
Bawaslu Catat Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Kampanye Pilkada Depok, Ini Kata Tim Pradi-Afifah

Bawaslu Catat Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Kampanye Pilkada Depok, Ini Kata Tim Pradi-Afifah

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Tangsel Sempat Melonjak, Wali Kota Airin: Itu Kasus Lama yang Baru Ter-input

Kasus Covid-19 di Tangsel Sempat Melonjak, Wali Kota Airin: Itu Kasus Lama yang Baru Ter-input

Megapolitan
10 Hari PSBB Transisi, Bagaimana Perbandingannya dengan Kasus Covid-19 Saat PSBB Ketat?

10 Hari PSBB Transisi, Bagaimana Perbandingannya dengan Kasus Covid-19 Saat PSBB Ketat?

Megapolitan
Pjs Wali Kota Sebut Depok Dapat Jatah 392.000 Vaksin Covid-19 pada Tahap Pertama

Pjs Wali Kota Sebut Depok Dapat Jatah 392.000 Vaksin Covid-19 pada Tahap Pertama

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Pasien Positif Covid-19 Loncat dari Ambulans dan Berbaur dengan Demonstran | UMP DKI Jakarta 2021 Kemungkinan Tak Naik

[POPULER JABODETABEK] Pasien Positif Covid-19 Loncat dari Ambulans dan Berbaur dengan Demonstran | UMP DKI Jakarta 2021 Kemungkinan Tak Naik

Megapolitan
Kesulitan RS Swasta di Bekasi Biayai Penanganan Covid-19 hingga Pinjam Uang ke Bank...

Kesulitan RS Swasta di Bekasi Biayai Penanganan Covid-19 hingga Pinjam Uang ke Bank...

Megapolitan
Universitas Indonesia Lantik 3 Wakil Rektor Baru Kemarin

Universitas Indonesia Lantik 3 Wakil Rektor Baru Kemarin

Megapolitan
Bioskop di Jakarta Dibuka, Warga Soroti Ketersediaan Film yang Diputar

Bioskop di Jakarta Dibuka, Warga Soroti Ketersediaan Film yang Diputar

Megapolitan
[UPDATE] Grafik Covid-19 21 Oktober: Depok Catat Total 6.456 Kasus sejak Maret

[UPDATE] Grafik Covid-19 21 Oktober: Depok Catat Total 6.456 Kasus sejak Maret

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta, Bogor, dan Depok Hujan Nanti Siang

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta, Bogor, dan Depok Hujan Nanti Siang

Megapolitan
APBD-P DKI Diproyeksikan Defisit 31,04 Persen akibat Covid-19

APBD-P DKI Diproyeksikan Defisit 31,04 Persen akibat Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X