Basuki: Ahok Center Tak Ambil Dana dari CSR

Kompas.com - 15/08/2013, 12:55 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZAWakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berani menjamin kalau kelompok Ahok Center sebagai mitra kerja pengelola bantuan corporate social responsibility (CSR) tidak mengambil untung dari bantuan itu. Ia bahkan menyebutkan kalau Ahok Center tidak memiliki rekening bank.

"Kita enggak pernah ambil dana dan tidak pernah terima duit," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Kamis (15/8/2013).

Semua bantuan yang diterima oleh DKI, klaim Basuki, ialah dalam bentuk barang, bukan dalam bentuk uang tunai. Ahok Center itu, kata dia, hanya bertugas untuk membantu mengawasi barang agar tidak dicuri atau disalahgunakan dengan menjualnya kembali.

Selain itu, Ahok Center juga tidak mau, tidak pernah, dan tidak dibolehkan menerima uang. Pria yang akrab disapa Ahok itu kemudian menjelaskan kalau Ahok Center juga tidak digaji oleh Pemprov DKI dan ia juga tidak pernah meresmikan Ahok Center.

"Kecuali kalau mereka mengatasnamakan Ahok Center buat minta-minta duit ke perusahaan. Nah, itu kita pidana kalau sudah ada laporan seperti itu," kata Basuki.

Keberadaan Ahok Center sebagai mitra kerja CSR menjadi sorotan pengamat ekonomi, Faisal Basri. Menurutnya, Basuki harus menjelaskan mengenai Ahok Center karena rawan penyalahgunaan wewenang.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berkaca Demo Sebelumnya, Wagub DKI Minta Para Pedemo Lakukan Rapid Test

Berkaca Demo Sebelumnya, Wagub DKI Minta Para Pedemo Lakukan Rapid Test

Megapolitan
Demo Tolak Omnibus Law, Gerombolan Pelajar Berkumpul dan Hentikan Mobil Pikap di Harmoni

Demo Tolak Omnibus Law, Gerombolan Pelajar Berkumpul dan Hentikan Mobil Pikap di Harmoni

Megapolitan
Massa BEM SI Gelar Aksi Teatrikal Sindir Matinya Demokrasi di Indonesia

Massa BEM SI Gelar Aksi Teatrikal Sindir Matinya Demokrasi di Indonesia

Megapolitan
Belasan Remaja yang Hendak Gabung Unjuk Rasa di Patung Kuda Langsung Dibawa Polisi

Belasan Remaja yang Hendak Gabung Unjuk Rasa di Patung Kuda Langsung Dibawa Polisi

Megapolitan
Jelang Kedatangan PM Jepang, Akses Jalan Menuju Istana Bogor Ditutup

Jelang Kedatangan PM Jepang, Akses Jalan Menuju Istana Bogor Ditutup

Megapolitan
PT Khong Guan Kembali Datangi Warga Korban Banjir untuk Data Kerugian

PT Khong Guan Kembali Datangi Warga Korban Banjir untuk Data Kerugian

Megapolitan
Jokowi Sambut PM Jepang di Istana Bogor Sore Nanti, 1.000 Personel Disiagakan

Jokowi Sambut PM Jepang di Istana Bogor Sore Nanti, 1.000 Personel Disiagakan

Megapolitan
BEM SI Sebut 1 Tahun Kepemimpinan Jokowi-Maruf seperti Negeri Dongeng

BEM SI Sebut 1 Tahun Kepemimpinan Jokowi-Maruf seperti Negeri Dongeng

Megapolitan
Gelar Demo Pada Satu Tahun Kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf, BEM SI Angkat Kembali Isu Agraria

Gelar Demo Pada Satu Tahun Kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf, BEM SI Angkat Kembali Isu Agraria

Megapolitan
Dipanggil DPRD DKI Jakarta untuk Jelaskan Longsor di Ciganjur, Pengembang Melati Residence Tak Hadir

Dipanggil DPRD DKI Jakarta untuk Jelaskan Longsor di Ciganjur, Pengembang Melati Residence Tak Hadir

Megapolitan
Aturan Perda, Penetapan atau Perpanjangan PSBB Harus Minta Saran DPRD DKI

Aturan Perda, Penetapan atau Perpanjangan PSBB Harus Minta Saran DPRD DKI

Megapolitan
Pelaksanaan Perda Covid-19 Menunggu Pergub yang Lebih Rinci

Pelaksanaan Perda Covid-19 Menunggu Pergub yang Lebih Rinci

Megapolitan
Pedemo UU Cipta Kerja Bakar Ban di Sekitar Patung Kuda

Pedemo UU Cipta Kerja Bakar Ban di Sekitar Patung Kuda

Megapolitan
Kembali Demo Tolak Omnibus Law, Massa BEM SI Bawa Piagam Kegagalan untuk Pemerintah

Kembali Demo Tolak Omnibus Law, Massa BEM SI Bawa Piagam Kegagalan untuk Pemerintah

Megapolitan
Antisipasi Ambulans Dipakai Perusuh, Polisi Koordinasi dengan Dinkes DKI

Antisipasi Ambulans Dipakai Perusuh, Polisi Koordinasi dengan Dinkes DKI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X