Kompas.com - 18/08/2013, 08:03 WIB
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorErvan Hardoko

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak diluncurkan 16 Juli 2013 lalu, tim pemburu preman Polres Metro Jakarta Barat telah meringkus 308 orang preman dari tujuh kelompok yang selama ini meresahkan masyarakat Jakarta Barat.

Ketujuh kelompok preman yang tertangkap berlatar belakang kedaerahan dan organisasi kemasyarakatan.

Dari data yang diperoleh Kompas.com, ke-308 orang tersebut terdiri atas 144 orang dari ormas Laskar Merah Putih, 99 orang dari kelompok Rais Key, 45 orang dari kelompok Hercules, sembilan orang dari ormas Front Betawi Rempug, empat orang dari ormas Pemuda Pancasila, empat orang dari ormas BPPKB, dan tiga orang dari Forkabi.

"Kelompok preman ini pasti punya ikatan satu sama lain, baik karena daerah asal mereka maupun karena satu ormas. Tapi anggota ormas bukan kita tangkap karena ormasnya tapi karena orangnya (oknum) yang melanggar hukum," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Hengky Haryadi, Jumat (16/8/2013).

Menurut Hengki, para tersangka tersebut ditangkap karena polisi menerima laporan masyarakat terkait tindakan meresahkan seperti pemerasan maupun perebutan lahan.

Kasus-kasus semacam ini memang sangat marak terjadi di wilayah Jakarta Barat.

"Jadi premanisme ini paling menonjol dan identik dengan wilayah Jakarta Barat. Kita berkomitmen menjadikan Jakarta Barat zero premanisme," dia menegaskan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tim Pemburu Preman merupakan unit khusus yang pertama kali diperkenalkan di Polres Metro Jakarta Barat.

Unit ini beranggotakan 30 orang yang dalam setiap aksinya, beroperasi dengan menggunakan senjata organik, rompi anti-peluru dan penutup wajah.

Menurut rencana, unit khusus yang berada di bawah Satuan Reserse Kriminal ini akan dibentuk di sembilan polres lainnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Megapolitan
3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Megapolitan
Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Megapolitan
Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Megapolitan
Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

Megapolitan
Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Megapolitan
Soal Penyebab Kecelakaan 'Adu Banteng' di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Soal Penyebab Kecelakaan "Adu Banteng" di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Megapolitan
Motor 'Adu Banteng', Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Motor "Adu Banteng", Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Megapolitan
Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Megapolitan
Polisi: Pria yang Coba Kabur dari Polda Metro Jaya Belum Berstatus Tersangka

Polisi: Pria yang Coba Kabur dari Polda Metro Jaya Belum Berstatus Tersangka

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.