Jelang Pilkada Tangerang, Panwaslu Terima 22 Laporan Pelanggaran

Kompas.com - 30/08/2013, 16:16 WIB
Ketua Panwaslu Kota Tangerang Wahyul Furqon menerima laporan dugaan pelanggaran Pemilukada Banten yang diduga dilakukan Calon Gubernur Wahidin Halim dari LIRA, Jumat (9/9/2011). KOMPAS/PINGKAN ELITA DUNDUKetua Panwaslu Kota Tangerang Wahyul Furqon menerima laporan dugaan pelanggaran Pemilukada Banten yang diduga dilakukan Calon Gubernur Wahidin Halim dari LIRA, Jumat (9/9/2011).
EditorLaksono Hari Wiwoho

TANGERANG, KOMPAS.com — Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tangerang menerima 22 laporan dugaan pelanggaran, termasuk yang dilakukan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang, Banten.

"Hingga tanggal 30 Agustus, ada 22 laporan dugaan pelanggaran yang telah kami terima," kata anggota Divisi Pengawasan Panwaslu Kota Tangerang, Agus Muslim, Jumat (30/8/2013) di Tangerang.

Laporan dugaan pelanggaran yang masuk sejak Juli tersebut, lima di antaranya telah selesai diproses, misalnya pelanggaran kode etik dan administrasi. Adapun 17 dugaan pelanggaran lain masih diproses dan akan diselesaikan dalam waktu dekat sesuai ketentuan waktu yang dimiliki Panwaslu.

"Kami memiliki waktu selama tujuh hari ditambah tujuh hari lagi untuk memprosesnya. Sebagian laporan sudah ada yang telah berjalan dan sisanya sedang kami siapkan untuk proses," ujarnya.

Agus menambahkan, seluruh pasang calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang tercatat dalam laporan-laporan dugaan pelanggaran tersebut. Dugaan pelanggaran dari kelima pasang calon itu bervariasi, mulai dari pemasangan spanduk tidak sesuai ketentuan, penggunaan fasilitas negara untuk kampanye, hingga memobilisasi massa untuk memilih pasangan tertentu. Ada juga pengaduan tentang kampanye di luar jadwal, dugaan politik uang, keterlibatan pegawai negeri sipil, serta keterlibatan anak-anak dalam kampanye. Selain itu, ada juga laporan dugaan pelanggaran yang ditujukan kepada KPU Provinsi Banten serta Wali Kota Tangerang Wahidin Halim.

"Saat masa kampanye berlangsung, laporan dugaan pelanggaran setiap hari ada yang masuk," kata Agus.

Pemilihan wali dan wakil wali kota Tangerang diikuti oleh lima pasang calon, yakni pasangan Harry Mulya Zein-Iskandar Zulkarnaen (nomor urut 1), Abdul Syukur-Hilmi Fuad (2), Dedy Gumelar-Suratno Abubakar (3), Ahmad Marju Kodri-Gatot Suprijanto (4), dan Arief Wismansyah-Sachrudin (5). Pencoblosan akan dilaksanakan pada Sabtu (31/8/2013) besok dengan jumlah pemilih tetap sebanyak 1.161.855 orang di 2.938 tempat pemungutan suara.

Saat ini, Pilkada Kota Tangerang memasuki masa tenang setelah kelima pasang calon melakukan kampanye terbuka. Kelima pasangan dilarang melakukan kampanye kecuali melakukan bimbingan teknis atau bimtek untuk para saksi di TPS.

Baca tentang


Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Bubarkan Antrean Pengunjung Mal BTM Bogor yang Mengular hingga Jalan

Polisi Bubarkan Antrean Pengunjung Mal BTM Bogor yang Mengular hingga Jalan

Megapolitan
Cara Baru Penentuan Zonasi PPDB DKI Jakarta 2021, Ini Penjelasannya

Cara Baru Penentuan Zonasi PPDB DKI Jakarta 2021, Ini Penjelasannya

Megapolitan
Kodam Jaya Pastikan Kawal Proses Hukum Kasus Pengadangan Babinsa oleh Debt Collector

Kodam Jaya Pastikan Kawal Proses Hukum Kasus Pengadangan Babinsa oleh Debt Collector

Megapolitan
Jelang Lebaran, Ini Siasat Pemkot Jakpus Hadapi Lonjakan Pengunjung di Pasar Tanah Abang

Jelang Lebaran, Ini Siasat Pemkot Jakpus Hadapi Lonjakan Pengunjung di Pasar Tanah Abang

Megapolitan
Mudik Lebaran Dilarang, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Turun Drastis hingga 90 Persen

Mudik Lebaran Dilarang, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Turun Drastis hingga 90 Persen

Megapolitan
Polisi Buru Satu Buronan Terkait Kepemilikan Senjata Api di Kampung Ambon

Polisi Buru Satu Buronan Terkait Kepemilikan Senjata Api di Kampung Ambon

Megapolitan
Penggerebekan Kampung Ambon, Polisi Telusuri Kepemilikan Senpi hingga Peran Para Tersangka

Penggerebekan Kampung Ambon, Polisi Telusuri Kepemilikan Senpi hingga Peran Para Tersangka

Megapolitan
DKI Jakarta Masuk Zona Oranye, Warga Berpotensi Tak Bisa Shalat Id di Masjid dan Lapangan

DKI Jakarta Masuk Zona Oranye, Warga Berpotensi Tak Bisa Shalat Id di Masjid dan Lapangan

Megapolitan
400 Rumah di Kapuk Muara Terbakar, Warga Diungsikan ke Lapangan Bola

400 Rumah di Kapuk Muara Terbakar, Warga Diungsikan ke Lapangan Bola

Megapolitan
Bertahan dari Kebijakan Larangan Mudik, Maskapai Penerbangan Banting Setir Jadi Angkutan Kargo

Bertahan dari Kebijakan Larangan Mudik, Maskapai Penerbangan Banting Setir Jadi Angkutan Kargo

Megapolitan
Tiga Hari Larangan Mudik, 245.496 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Tiga Hari Larangan Mudik, 245.496 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Megapolitan
Kerumunan saat Malam Takbiran Dilarang, jika Melanggar Ada Sanksinya

Kerumunan saat Malam Takbiran Dilarang, jika Melanggar Ada Sanksinya

Megapolitan
Sejak Larangan Mudik, Hanya Satu Penerbangan Niaga dari Bandara Halim Perdanakusuma

Sejak Larangan Mudik, Hanya Satu Penerbangan Niaga dari Bandara Halim Perdanakusuma

Megapolitan
Pemprov DKI: Warga Jabodetabek Tak Perlu SIKM Keluar Masuk Jakarta

Pemprov DKI: Warga Jabodetabek Tak Perlu SIKM Keluar Masuk Jakarta

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kebingungan Warga dan Pemda soal Larangan Mudik Lokal Jabodetabek

[POPULER JABODETABEK] Kebingungan Warga dan Pemda soal Larangan Mudik Lokal Jabodetabek

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X