Kompas.com - 04/09/2013, 19:58 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, disambut antusias oleh pengunjung acara Kompas Karier Fair di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (30/8/2013). KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZESGubernur DKI Jakarta Joko Widodo, disambut antusias oleh pengunjung acara Kompas Karier Fair di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (30/8/2013).
|
EditorEko Hendrawan Sofyan


JAKARTA, KOMPAS.com —
Gubernur DKI Joko Widodo membenarkan Pemprov DKI akan mengubah Taman Hiburan Rakyat (THR) Lokasari, Jakarta Barat, menjadi rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Namun, ia mengaku belum memiliki ide lain di tempat itu karena belum blusukan ke kawasan tersebut.

"Biasanya yang saya pakai caranya, pemaparan cerita besarnya, saya ke lapangan, saya balik lagi untuk cerita lebih detail. Lah ini aja belum ninjau," ujarnya di Balaikota, Rabu (4/9/2013) sore.

Jokowi pun mengaku akan blusukan ke tempat yang diakuinya sebagai pusat prostitusi tersebut. Desain umum yang ada saat ini, kawasan tersebut akan dibangun rusunawa. Adapun target penghuni rusunawa belum ditentukan, apakah untuk masyarakat umum atau penghuni sebelumnya.

"Pokoknya mau kita jadikan rumah susun sewa yang strategis. Kita mau produktivitas lahan itu jadi maksimal, nggak kayak sekarang," ujarnya.

Wacana penertiban THR Lokasari pertama kali dilontarkan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. Lokasi itu akan dibangun rusunawa.

Alasannya, dengan berbagai bisnis pusat hiburan malam, griya pijat, dan lainnya, THR Lokasari diharapkan mampu menggenjot pendapatan hingga Rp 700 juta hingga Rp 1 miliar per tahun.

Namun, Badan Penanaman Modal dan Promosi (BPMP) DKI mencatat sumbangan dari pendapatan asli daerah (PAD) dari tempat itu hanya sebesar Rp 448 juta pada tahun 2012. Pada 2011, setoran keuntungannya malah hanya Rp 381 juta dan pada 2010 hanya 340 juta. Penerimaan ini adalah yang paling kecil dibandingkan BUMD lain yang PAD-nya mencapai miliaran. 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perum PPD Gratiskan Layanan Bus Bogor-Jakarta Selama Sebulan

Perum PPD Gratiskan Layanan Bus Bogor-Jakarta Selama Sebulan

Megapolitan
Sopir Truk Korban Pungli Mengeluh: Anak Mau Jajan Dibentak, padahal Uang Disebar di Pelabuhan

Sopir Truk Korban Pungli Mengeluh: Anak Mau Jajan Dibentak, padahal Uang Disebar di Pelabuhan

Megapolitan
Mirisnya Hidup Sopir Truk di Tanjung Priok, Dipalak Preman hingga Petugas Pelabuhan

Mirisnya Hidup Sopir Truk di Tanjung Priok, Dipalak Preman hingga Petugas Pelabuhan

Megapolitan
19 Warga Gandasari Tangerang Sembuh dari Covid-19, 34 Orang Masih Dirawat

19 Warga Gandasari Tangerang Sembuh dari Covid-19, 34 Orang Masih Dirawat

Megapolitan
Komplotan Maling Bobol Rumah di Makasar Jaktim, Mengaku Petugas Kelurahan

Komplotan Maling Bobol Rumah di Makasar Jaktim, Mengaku Petugas Kelurahan

Megapolitan
Terduga Teroris yang Ditangkap di Bogor Sehari-hari Disebut Berjualan Bahan Kimia

Terduga Teroris yang Ditangkap di Bogor Sehari-hari Disebut Berjualan Bahan Kimia

Megapolitan
Sebagian Wilayah Kota Bekasi Banjir Usai Hujan Deras, Taman Narogong Paling Parah

Sebagian Wilayah Kota Bekasi Banjir Usai Hujan Deras, Taman Narogong Paling Parah

Megapolitan
Soal Kelanjutan Belajar di Sekolah, Pemkot Tangerang Fokus Tangani Lonjakan Kasus Covid-19 Dulu

Soal Kelanjutan Belajar di Sekolah, Pemkot Tangerang Fokus Tangani Lonjakan Kasus Covid-19 Dulu

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Wali Kota Tangerang Batasi Aktivitas Ekonomi Warga

Kasus Covid-19 Melonjak, Wali Kota Tangerang Batasi Aktivitas Ekonomi Warga

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Bogor Tambah Tempat Pusat Isolasi

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Bogor Tambah Tempat Pusat Isolasi

Megapolitan
Update 15 Juni: 383 Pasien Covid-19 Masih Dirawat dan Diisolasi di Tangsel

Update 15 Juni: 383 Pasien Covid-19 Masih Dirawat dan Diisolasi di Tangsel

Megapolitan
Operasional RSU Serpong Utara Terhambat Anggaran, Pemkot Tangsel Ajukan Dana Bantuan

Operasional RSU Serpong Utara Terhambat Anggaran, Pemkot Tangsel Ajukan Dana Bantuan

Megapolitan
Tak Ada Palang di Rel Kereta, Mobil Tabrak KRL di Duri Kosambi

Tak Ada Palang di Rel Kereta, Mobil Tabrak KRL di Duri Kosambi

Megapolitan
Kejar Target Herd Immunity dari Jokowi, Pemprov DKI Harus Permudah Vaksinasi

Kejar Target Herd Immunity dari Jokowi, Pemprov DKI Harus Permudah Vaksinasi

Megapolitan
Kasus Covid-19 Tinggi, Wagub DKI: Uji Coba Belajar Tatap Muka Tetap Jalan

Kasus Covid-19 Tinggi, Wagub DKI: Uji Coba Belajar Tatap Muka Tetap Jalan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X