Kompas.com - 19/09/2013, 15:27 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kanan) dan Gubernur Bangkok Sukhumband Paribatra (tengah) melakukan pertemuan di Balaikota Jakarta, Selasa (17/9/20130. Mereka saling belajar penyelesaian permasalahan yang ada di masing-masing kotanya. Fabian Januarius KuwadoGubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kanan) dan Gubernur Bangkok Sukhumband Paribatra (tengah) melakukan pertemuan di Balaikota Jakarta, Selasa (17/9/20130. Mereka saling belajar penyelesaian permasalahan yang ada di masing-masing kotanya.
|
EditorEko Hendrawan Sofyan

JAKARTA, KOMPAS.com — Kebijakan mobil murah untuk rakyat yang akan dijalankan  Pemerintah Indonesia rupanya telah dijalankan di Thailand. Bukannya senang, pemerintah daerah justru dibikin puyeng dengan kebijakan pemerintah pusat yang membuat jalanan makin padat dan kemacetan pun kian tak terhindarkan.

Hal inilah yang dikeluhkan Gubernur Bangkok MR Sukhumband Paribatra saat ditemui di JW Marriott dalam acara Meeting of the Governors or Majors of the Capitals of ASEAN, Kamis (19/9/2013).  

Sukhumband mengatakan, pemerintah pusat mulai menerapkan kebijakan harga terjangkau bagi kendaraan tertentu. "Akibatnya, mulai tahun lalu (2012) sampai tahun ini (2013), 700.000 hingga 800.000 mobil bertambah di jalanan Bangkok," ujarnya.

Jakarta dan Bangkok di mata Sukhumband memiliki kesamaan, yakni sama-sama dihadapkan pada kondisi jalan raya yang penuh sesak. Kondisi ini pula yang membuatnya merasa dekat dengan Jakarta.
 
Ia juga bisa merasakan betapa pusingnya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ketika harus dihadapkan dengan kebijakan pemerintah pusat. Untuk itu, Joko Widodo dituntut untuk berpikir cerdik agar programnya tetap berjalan tanpa harus berbenturan dengan kebijakan pusat.  

Berbeda dengan Jakarta, Sukhumband mengaku lega, mengingat di Bangkok telah dibangun Sky Train yang dapat mengangkut 40 persen warga, sedangkan DKI Jakarta belum memilikinya. Oleh sebab itu, lanjut Sukhumband, tak ada jalan lain yang bisa dilakukan Jokowi agar segera membangun fasilitas transportasi massal lainnya sehingga warga beralih dari menggunakan kendaraan pribadi ke transportasi massal. Dengan begitu, permasalahan kemacetan pun dapat teratasi.

"Program kita sekarang dalam waktu 10 tahun, kami akan memiliki 400 kilometer railway. Dalam 20 tahun, semoga lebih dari itu," ujarnya dengan yakin.

Di tengah-tengah upaya Jokowi-Basuki meniadakan kemacetan dengan mengadakan transportasi umum pada akhir 2013 dan awal 2014, pemerintah pusat mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013 tentang Regulasi Mobil Murah dan Ramah Lingkungan atau LCGC.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ini yang membuat batu sandungan bagi pemerintahan Jokowi-Basuki dalam mengurai benang kusut persoalan kemacetan di Jakarta. "Saya tegaskan, mobil murah itu enggak benar, apa lagi?" tegas Jokowi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebuah Kapal Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa

Sebuah Kapal Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa

Megapolitan
Izin Belum Juga Turun, PA 212 Berencana Ubah Konsep Acara Reuni 212

Izin Belum Juga Turun, PA 212 Berencana Ubah Konsep Acara Reuni 212

Megapolitan
Korban Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Diduga Seorang Pria

Korban Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Diduga Seorang Pria

Megapolitan
Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Kedungwaringin,

Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Kedungwaringin,

Megapolitan
Kecelakaan Saat Balap di Meikarta, Bamsoet: Alhamdulillah Aman

Kecelakaan Saat Balap di Meikarta, Bamsoet: Alhamdulillah Aman

Megapolitan
Tutup Sumur Resapan di Cilandak Jebol padahal Baru Dibangun, Ini Alasan Dinas Sumber Daya Air DKI

Tutup Sumur Resapan di Cilandak Jebol padahal Baru Dibangun, Ini Alasan Dinas Sumber Daya Air DKI

Megapolitan
Jakarta Telah Capai Target 100 Persen Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Jakarta Telah Capai Target 100 Persen Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Megapolitan
2 Orang Ditembak Orang Tak Dikenal di Pintu Keluar Tol Bintaro

2 Orang Ditembak Orang Tak Dikenal di Pintu Keluar Tol Bintaro

Megapolitan
Ada Senjata Tajam dan Stik Golf di Mobil Massa Pemuda Pancasila

Ada Senjata Tajam dan Stik Golf di Mobil Massa Pemuda Pancasila

Megapolitan
Polisi Bayar Rp 50 Juta ke LSM yang Memeras, Kompolnas Minta Propam Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh

Polisi Bayar Rp 50 Juta ke LSM yang Memeras, Kompolnas Minta Propam Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh

Megapolitan
Luka di Tubuh Polisi yang Amankan Demo Pemuda Pancasila di DPR Diduga karena Pukulan Benda Tumpul

Luka di Tubuh Polisi yang Amankan Demo Pemuda Pancasila di DPR Diduga karena Pukulan Benda Tumpul

Megapolitan
Kapolres Jakpus: LSM Tamperak Paksa Keluarga Tersangka Bikin Testimoni Polisi Terima Suap

Kapolres Jakpus: LSM Tamperak Paksa Keluarga Tersangka Bikin Testimoni Polisi Terima Suap

Megapolitan
Baru Dibangun, Tutup Sumur Resapan di Jalan Intan Cilandak Sudah Jebol

Baru Dibangun, Tutup Sumur Resapan di Jalan Intan Cilandak Sudah Jebol

Megapolitan
LSM Tamperak yang Peras Polisi Juga Pernah Datangi Kemenkeu dan BNN

LSM Tamperak yang Peras Polisi Juga Pernah Datangi Kemenkeu dan BNN

Megapolitan
Saat Anies Tunjuk Elite Politik Jadi Panitia Formula E...

Saat Anies Tunjuk Elite Politik Jadi Panitia Formula E...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.