Kompas.com - 07/10/2013, 23:21 WIB
|
EditorEko Hendrawan Sofyan

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah melontarkan keinginan membeli PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berharap bisa membeli saham operator air lainnya di Ibu Kota, yakni PT Aetra Air Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, pembelian saham itu demi mengembalikan pengelolaan air ke pemerintah daerah. "Kalau bisa kami beli Aetra," kata Basuki, di Balaikota Jakarta, Senin (7/10/2013).

Untuk merealisasikan wacananya tersebut, kata dia, Pemprov DKI kembali akan menugaskan dua perusahaan daerah yang juga membeli saham Palyja, yaitu PT Pembangunan Jaya dan PT Jakarta Propertindo.

Meskipun kedua BUMD DKI tersebut bergerak di bidang properti, tetapi Basuki meyakini, mereka dapat menangani masalah pengelolaan air di Jakarta. "Jadi, selain dapat penghasilan dari properti, ada penghasilan tetap dari air juga," ujar mantan Bupati Belitung Timur itu.  

Saat dicecar soal kapan rencana pembelian saham Aetra itu akan dilakukan, Basuki mengaku belum dapat menjelaskannya lebih detail. Pasalnya, pembelian saham itu dilaksanakan dengan model business to business (B to B), seperti yang sebelumnya dilakukan oleh PT Jakpro dan PT Pembangunan Jaya dalam mengakuisisi saham kepemilikan Palyja milik PT Astratel dan Suez Environment.

PT Aetra Air Jakarta merupakan nama baru PT Thames PAM Jaya (TPJ) yang memiliki wilayah bisnis dari mulai mengelola, mengoperasikan, memelihara sistem penyediaan air bersih, hingga melakukan investasi di wilayah timur Jakarta dan sebagian wilayah lainnya, berdasarkan kontrak kerja sama dengan PAM Jaya selama 25 tahun, mulai tahun 1998 sampai 2023.

Pemegang saham Aetra adalah Acuatico Pte Ltd dengan kepemilikan sebesar 95 persen dan PT Alberta Utilities sebesar 5 persen. Adapun wilayah operasional Aetra adalah sebelah timur Sungai Ciliwung meliputi sebagian wilayah Jakarta Utara, sebagian wilayah Jakarta Pusat, dan seluruh wilayah Jakarta Timur.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Permudah Akses Sepeda Nonlipat, MRT Jakarta Perbaiki Fasilitas di Tiga Stasiun

Permudah Akses Sepeda Nonlipat, MRT Jakarta Perbaiki Fasilitas di Tiga Stasiun

Megapolitan
Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru, Sisa Bercak Darah Masih Terlihat

Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru, Sisa Bercak Darah Masih Terlihat

Megapolitan
Kasatpol PP Kabupaten Bogor Akui Laporkan Rizieq Shihab ke Kepolisian karena Sebabkan Kerumunan

Kasatpol PP Kabupaten Bogor Akui Laporkan Rizieq Shihab ke Kepolisian karena Sebabkan Kerumunan

Megapolitan
Polisi Periksa Suami Istri Pemilik Rumah Sumber Api di Kebakaran Taman Sari

Polisi Periksa Suami Istri Pemilik Rumah Sumber Api di Kebakaran Taman Sari

Megapolitan
Polisi Akan Gelar Olah TKP Selidiki Penyebab Kebakaran di Tamansari

Polisi Akan Gelar Olah TKP Selidiki Penyebab Kebakaran di Tamansari

Megapolitan
Kebakaran di Tamansari, Tiga Titik Dijadikan Tempat Pengungsian

Kebakaran di Tamansari, Tiga Titik Dijadikan Tempat Pengungsian

Megapolitan
Pangdam Jaya Dudung Abdurrachman dan Keberanian Ambil Keputusan yang Picu Kontroversi

Pangdam Jaya Dudung Abdurrachman dan Keberanian Ambil Keputusan yang Picu Kontroversi

Megapolitan
Polisi Periksa 6 Saksi Terkait Dugaan Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru

Polisi Periksa 6 Saksi Terkait Dugaan Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru

Megapolitan
Saksi soal Acara Rizieq Shihab di Megamendung, Banyak yang Tak Pakai Masker dan Tanpa Jaga Jarak

Saksi soal Acara Rizieq Shihab di Megamendung, Banyak yang Tak Pakai Masker dan Tanpa Jaga Jarak

Megapolitan
Saksi: Satgas Covid-19 Berupaya Lakukan Tracing di Ponpes Milik Rizieq Shihab, tetapi Ditolak

Saksi: Satgas Covid-19 Berupaya Lakukan Tracing di Ponpes Milik Rizieq Shihab, tetapi Ditolak

Megapolitan
Pria Gangguan Jiwa Terperangkap di Pembatas Jalur Sepeda Sudirman

Pria Gangguan Jiwa Terperangkap di Pembatas Jalur Sepeda Sudirman

Megapolitan
Cerita Pangdam Jaya Hadapi Mahasiswa Tolak Omibus Law hingga Jadi Imam Shalat Berjemaah

Cerita Pangdam Jaya Hadapi Mahasiswa Tolak Omibus Law hingga Jadi Imam Shalat Berjemaah

Megapolitan
Data IQAIR Senin, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Keempat di Dunia

Data IQAIR Senin, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Keempat di Dunia

Megapolitan
Alasan Mahasiswa dan Dosen UI Belum Mau Kuliah Tatap Muka Semester Depan

Alasan Mahasiswa dan Dosen UI Belum Mau Kuliah Tatap Muka Semester Depan

Megapolitan
Kasatpol PP Kabupaten Bogor Sebut Ketokohan Rizieq di Kasus Kerumunan Megamendung

Kasatpol PP Kabupaten Bogor Sebut Ketokohan Rizieq di Kasus Kerumunan Megamendung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X