Kompas.com - 28/10/2013, 16:12 WIB
Seorang pria meletakkan monyet untuk atraksi topeng monyet, di kandang kayu kecil di sebuah permukiman kumuh di Jakarta, 24 Oktober 2013. Pemerintah provinsi DKI Jakarta melarang keberadaan topeng monyet di Jakarta pada 2014. AFP PHOTO / ADEK BERRYSeorang pria meletakkan monyet untuk atraksi topeng monyet, di kandang kayu kecil di sebuah permukiman kumuh di Jakarta, 24 Oktober 2013. Pemerintah provinsi DKI Jakarta melarang keberadaan topeng monyet di Jakarta pada 2014.
|
EditorEko Hendrawan Sofyan

JAKARTA, KOMPAS.com — Suku Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Jakarta Utara kembali menyita lima monyet beserta peralatannya dari seorang pawang topeng monyet di kawasan RT 09/01, Kelurahan Rawabadak Selatan, Senin (28/10/2013).

Salah seorang pemilik, Fauzi (31), mengatakan, pihaknya akhirnya bersedia menyerahkan monyetnya setelah tercapai kesepakatan tentang pemberian uang kerahiman untuk setiap unit topeng monyet.

Dari setiap unit yang diserahkan, pemilik mendapat Rp 1 juta dari Sudin Peternakan Perikanan dan Kelautan Jakarta Utara dan Rp 1 juta dari Sudin Sosial Jakarta Utara.

Menurut penuturan Fauzi, pihaknya memilih untuk menyerahkan monyet-monyet itu kepada instansi terkait daripada terkena razia dan ditangkap Satpol PP di jalanan. Toh, dengan begitu, pihaknya masih bisa mendapatkan uang kerahiman sebesar Rp 2 juta.

Fauzi mengaku, sebenarnya masih ada sekitar 16 orang pemilik lagi yang ingin menyerahkan monyetnya. Namun, itu masih dibicarakan terlebih dahulu dengan mereka.

Dede Taryono (28), salah satu pelatih topeng monyet di daerah tersebut, mengaku awalnya pada hari ini ada tujuh monyet yang akan diserahkan. Namun, karena dua pemilik tidak bersedia, akhirnya hanya lima monyet yang diserahkan.

"Saya sudah berkoordinasi dengan rekan-rekan. Mereka mau menyerahkan hari ini. Kalau untuk mereka yang tidak bersedia menyerahkan dan bertemu di jalan sedang main, silakan diamankan saja," ujarnya, Senin (28/10/2013).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Suku Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Jakarta Utara M Mikron mengatakan, hingga Senin (28/10/2013), total monyet yang diamankan berjumlah sembilan ekor.

Pihaknya tidak memberikan sanksi apa pun kepada pemilik monyet yang menyerahkannya secara sukarela. "Sebelum diserahkan, kita uji dahulu apakah benar yang diserahkan itu memang monyet terlatih. Pemiliknya kita berikan stimulan untuk modal sebesar Rp 1 juta dan dari Sudinsos Rp 1 juta," ujarnya.

Seperti halnya keempat monyet yang diamankan pada Selasa (22/10/2013) pekan lalu, kelima monyet tersebut akan langsung dibawa ke Balai Kesehatan Hewan dan Ikan (BKHI) di Ragunan, Jakarta Selatan, untuk diperiksa kesehatannya, diberikan vaksinasi, serta diterapi agar menghilangkan trauma sebelum kita kembalikan ke habitatnya.

"Mudah-mudahan sebelum 2014 ini Jakarta Utara sudah bebas dari topeng monyet," imbuh Mikron.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Megapolitan
Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Megapolitan
Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Megapolitan
Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Megapolitan
Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Megapolitan
Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Megapolitan
Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Megapolitan
PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

Megapolitan
Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Megapolitan
LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

Megapolitan
Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Megapolitan
Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Megapolitan
Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.