Kompas.com - 04/12/2013, 15:31 WIB
Motor Melawan Arus Dibiarkan - Pengendara motor melawan arus lalu lintas di Jalan Sultan Iskandar Muda, Jakarta Selatan, Selasa (18/6). Meskipun melanggar aturan dan membahayakan pengguna jalan lain, kondisi ini telah lama berlangsung dan belum ada tindakan tegas dari polisi lalu lintas. KOMPAS/IWAN SETIYAWANMotor Melawan Arus Dibiarkan - Pengendara motor melawan arus lalu lintas di Jalan Sultan Iskandar Muda, Jakarta Selatan, Selasa (18/6). Meskipun melanggar aturan dan membahayakan pengguna jalan lain, kondisi ini telah lama berlangsung dan belum ada tindakan tegas dari polisi lalu lintas.
|
EditorEko Hendrawan Sofyan


JAKARTA, KOMPAS.com -
Aksi pelangaran lalu lintas di Ibu Kota masih terbilang tinggi. Tengok saja, dalam sepekan operasi zebra digelar, terhitung sejak tanggal 28 November hingga 3 Desember 2013, sebanyak 25.636 kendaraan ditilang karena melanggar peraturan lalu lintas.

Dalam operasi tersebut, polisi menyita 16.285 STNK dan 8.961 SIM.  "Kami juga menyita 376 motor dan 14 mobil karena tidak mempunyai surat kendaraan," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hindarsono  di Jakarta, Rabu (4/12/2013).

Selain melakukan tindak penilangan, polisi juga melakukan tindak preventif yang merupakan himbauan atau teguran bagi pengendara. Tercatat, 7.290 kendaraan mendapatkan tindak teguran dari polisi.

Dikatakan Hindarsono, pelanggaran lalu lintas di Jakarta sebagian besar masih didominasi oleh kendaraan roda dua dengan jumlah mencapai 17.980 motor. "Sementara kendaraan roda empat yang ditindak tilang mencapai 2.653," ujarnya.

Selain kendaraan pribadi, pelanggaran juga didominasi kendaraan angkutan publik. Dalam sepekan, polisi melakukan tindak tilang terhadap 489 bus, 386 metromini, 1.787 mikrolet, 1.111 taksi dan 1.230 kendaraan barang.

Dilihat dari angka kecelakaan, terang Hindarsono, tercatat 65 kecelakaan terjadi dengan memakan 76 korban. 12 korban di antaranya meninggal dunia, 17 luka berat dan 47 lainnya mengalami luka ringan. "Kerugian materi ditaksir mencapai Rp 296 juta," pungkas Hindarsono.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejaksaan Masih Cari Alat Bukti untuk Tetapkan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Siapkan 8 Jaksa

Kejaksaan Masih Cari Alat Bukti untuk Tetapkan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Siapkan 8 Jaksa

Megapolitan
Proses Lelang Belum Selesai, Revitalisasi Tugu Pamulang Mundur dari Rencana Awal

Proses Lelang Belum Selesai, Revitalisasi Tugu Pamulang Mundur dari Rencana Awal

Megapolitan
Polisi Periksa 5 Saksi untuk Ungkap Penyebab Kecelakaan Bus Transjakarta yang Tewaskan 2 Orang

Polisi Periksa 5 Saksi untuk Ungkap Penyebab Kecelakaan Bus Transjakarta yang Tewaskan 2 Orang

Megapolitan
Dikeluhkan Ambil Foto Perumahan Tanpa Izin, Google Minta Maaf dan Hapus Pemetaan Perumahannya

Dikeluhkan Ambil Foto Perumahan Tanpa Izin, Google Minta Maaf dan Hapus Pemetaan Perumahannya

Megapolitan
Mobil Keluar Jalur dan Terbalik di Puri Kembangan, Pengemudi Luka-luka

Mobil Keluar Jalur dan Terbalik di Puri Kembangan, Pengemudi Luka-luka

Megapolitan
Ini Lokasi Bengkel Uji Emisi di Jakarta Utara

Ini Lokasi Bengkel Uji Emisi di Jakarta Utara

Megapolitan
Kasus Dugaan Pengeroyokan yang Tewaskan Warga, Istri Korban Kecewa RS di Salemba Berbohong

Kasus Dugaan Pengeroyokan yang Tewaskan Warga, Istri Korban Kecewa RS di Salemba Berbohong

Megapolitan
Harga Minyak Goreng Naik, Pedagang dan Pemegang KJP Bisa Dapat Lebih Murah di Mini DC

Harga Minyak Goreng Naik, Pedagang dan Pemegang KJP Bisa Dapat Lebih Murah di Mini DC

Megapolitan
UPDATE 27 Oktober: Tambah 5 Kasus di Kota Tangerang, 23 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 27 Oktober: Tambah 5 Kasus di Kota Tangerang, 23 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Pemkot Depok Kucurkan 'Uang Lelah' Rp 85 Juta untuk Atlet yang Berlaga di PON Papua

Pemkot Depok Kucurkan "Uang Lelah" Rp 85 Juta untuk Atlet yang Berlaga di PON Papua

Megapolitan
UPDATE 27 Oktober: 8 Pasien Covid-19 di Depok Selesai Isolasi, 1 Orang Wafat

UPDATE 27 Oktober: 8 Pasien Covid-19 di Depok Selesai Isolasi, 1 Orang Wafat

Megapolitan
Kelurahan Duri Kepa Tak Kembalikan Pinjaman Rp 264,5 Juta, Warga Cibodas Lapor Polisi

Kelurahan Duri Kepa Tak Kembalikan Pinjaman Rp 264,5 Juta, Warga Cibodas Lapor Polisi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Waspada Banjir Lagi

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Waspada Banjir Lagi

Megapolitan
Ingat, Sanksi Tilang Pelanggar Ganjil Genap di 13 Kawasan di Jakarta Berlaku Mulai Hari Ini

Ingat, Sanksi Tilang Pelanggar Ganjil Genap di 13 Kawasan di Jakarta Berlaku Mulai Hari Ini

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Dua Jambret Tewas Ditabrak Mobil Korbannya di Tebet | Buruh Minta UMP Jakarta Naik Jadi Rp 5,3 Juta

[POPULER JABODETABEK] Dua Jambret Tewas Ditabrak Mobil Korbannya di Tebet | Buruh Minta UMP Jakarta Naik Jadi Rp 5,3 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.