Pembuatan Sodetan Ciliwung-KBT Dimulai pada 2014

Kompas.com - 20/12/2013, 16:03 WIB
Air mengalir perlahan menjelang malam di Kanal Banjir Timur di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Minggu (27/1/2013). KOMPAS/AGUS SUSANTOAir mengalir perlahan menjelang malam di Kanal Banjir Timur di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Minggu (27/1/2013).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Pembuatan sodetan dari Kali Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur (KBT) berdiameter 3,5 x 2 meter sepanjang 1,27 kilometer akan dimulai pada 2014. Sodetan tersebut bermanfaat untuk mengalihkan debit banjir minimal 60 meter kubik per detik. Maka, tingginya debit air di Ciliwung dapat dialihkan ke KBT.

"Makanya, kita mau membuat gorong-gorong yang lebarnya lima meter dan dalamnya enam meter, mengikuti trotoar di kiri-kanan Jalan Casablanca," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota Jakarta, Jumat (20/12/2013).

Intinya, lanjut dia, adalah bagaimana meminimalisasi debit air Sungai Ciliwung dan memaksimalkan KBT. Basuki pun mengapresiasi fungsi program mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo tersebut. Apabila dibandingkan dengan tempat penampungan air lainnya, KBT yang memiliki kapasitas paling besar.

Selain dapat dibuat jalur inspeksi, di KBT juga bisa difungsikan dengan transportasi air dalam bentuk waterway. Untuk membuat sodetan ini, Pemprov DKI Jakarta dibantu oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Rencananya, pekan depan, Basuki bersama Wakil Menteri PU Hermanto Dardak akan membahas lebih lanjut terkait pembuatan sodetan tersebut. Langkah lain yang telah ataupun akan dilakukan Pemprov DKI dalam rangka menanggulangi banjir dengan reklamasi 17 pulau. Program itu untuk menahan banjir rob. Menurutnya, apabila hal tersebut dilakukan maka masalah banjir di DKI ini bisa selesai.

"Kalau hujannya seperti biasa dan tidak ada rob, dijamin tidak ada banjir sampai tahun 2030. Mudah-mudahan juga dengan RTH, ditambah sumur resapan, tidak akan banjir," kata Basuki.

Penandatanganan kontrak kerja sama antara Kementerian PU dan kontraktor sodetan Ciliwung telah dilaksanakan pada Kamis (19/12/2013) kemarin. Nilai kontrak mencapai Rp 500 miliar. Selain untuk konstruksi, Kementerian PU juga mengalokasikan dana sekitar Rp 15 miliar untuk supervisi dan manajemen konstruksi, serta Rp 30 miliar untuk pembebasan tanah seluas 1,4 hektar. Dengan demikian, total anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan sodetan mencapai Rp 545 miliar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Megapolitan
Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Megapolitan
Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Megapolitan
Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Megapolitan
 Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Megapolitan
Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Megapolitan
Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Megapolitan
Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Megapolitan
Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Megapolitan
Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Megapolitan
PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

Megapolitan
Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Megapolitan
Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Megapolitan
Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Megapolitan
Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X