Kompas.com - 08/01/2014, 19:11 WIB
Bandara Halim Perdanakusuma. Jumat (20/12/2013). Kompas.com/Robertus BelarminusBandara Halim Perdanakusuma. Jumat (20/12/2013).
EditorTri Wahono


JAKARTA, KOMPAS.com
— Pemindahan sebagian penerbangan komersial dari Bandara Soekarno-Hatta ke Halim Perdanakusuma dinilai tidak tepat. Langkah tersebut tidak menyelesaikan masalah utama yang dihadapi dunia penerbangan di Indonesia saat ini.

"Saya kira itu bukan solusi, cuma kosmetik saja. Cuma memindahkan 2-4 flight per jam tidak mengatasi masalah overcapacity dan delay di Cengkareng (Bandara Soekarno-Hatta)," ujar mantan KSAU Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim saat dihubungi Kompas.com, Rabu (8/1/2014).

Chappy mengatakan, Bandara Soekarno-Hatta saat ini menghadapi dua masalah besar. Pertama, masalah overcapacity karena sumber daya dan infrastruktur yang ada tidak sebanding dengan jumlah penumpang yang harus dilayani. Kedua, layanan penerbangan pun semakin buruk dengan delay jadwal penerbangan yang makin menjadi-jadi.

"Cengkareng dulu didesain untuk 22 juta penumpang (per tahun), tapi pada tahun 2012 saja sudah melayani 54 juta penumpang. Hampir tiga kali lipat kapasitasnya," ujar Chappy.

Inilah yang dia sayangkan. Walaupun kapasitas bandara sudah tidak memenuhi, pemerintah tetap memberikan izin maskapai membuka layanan penerbangan baru.

"Karena yang dipikir mengejar pertumbuhan. Setelah 300 persen dari kapasitas, baru panik," ujar Chappy.

Menurut Chappy, keputusan untuk memindahkan sebagian penerbangan komersial ke Halim Perdanakusuma hanya memindahkan sebagian kecil beban Bandara Soekarno-Hatta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan, hal itu justru bisa menimbulkan masalah baru seperti potensi kemacetan di tengah kota maupun gangguan terhadap kegiatan penerbangan militer yang selama ini bebas dilakukan di Halim Perdanakusuma.

Chappy sempat mengingatkan bahwa masalah di Bandara Soekarno-Hatta ibarat bom waktu yang kapan saja siap meledak. Ia menyoroti kapasitas ATS (air traffic services) dan infrastruktur penunjang yang sudah tidak memadai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mulai Hari Ini, Ganjil Genap di Jakarta Berlaku Pukul 06.00-10.00 dan 16.00-20.00 WIB

Mulai Hari Ini, Ganjil Genap di Jakarta Berlaku Pukul 06.00-10.00 dan 16.00-20.00 WIB

Megapolitan
Perempuan di Cipete Selatan Dijambret Saat Sapu Halaman, Kalung Emas 8 Gram Raib

Perempuan di Cipete Selatan Dijambret Saat Sapu Halaman, Kalung Emas 8 Gram Raib

Megapolitan
Mobil Grand Livina Terbakar di Jalan TB Simatupang, Pengemudi Alami Luka Bakar Ringan

Mobil Grand Livina Terbakar di Jalan TB Simatupang, Pengemudi Alami Luka Bakar Ringan

Megapolitan
UPDATE 17 Oktober: Bertambah 2 Kasus Covid-19 dan 7 Pasien Sembuh di Tangerang

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 2 Kasus Covid-19 dan 7 Pasien Sembuh di Tangerang

Megapolitan
Minimarket di Condet Ambruk, Satu Orang Patah Tulang

Minimarket di Condet Ambruk, Satu Orang Patah Tulang

Megapolitan
Wagub DKI Singgung Masalah Listrik dan Puntung Rokok Penyebab Kebakaran di Ibu Kota

Wagub DKI Singgung Masalah Listrik dan Puntung Rokok Penyebab Kebakaran di Ibu Kota

Megapolitan
UPDATE 17 Oktober: Bertambah 8 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 8 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
UPDATE 17 Oktober: DKI Jakarta Catat Penambahan 131 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 17 Oktober: DKI Jakarta Catat Penambahan 131 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Wagub: Ruang Terbuka Hijau di DKI Jakarta Segera Dibuka

Wagub: Ruang Terbuka Hijau di DKI Jakarta Segera Dibuka

Megapolitan
Bermula Request Lagu lalu Cekcok, 3 Pengunjung Bar Dikeroyok Sekuriti di Gading Serpong

Bermula Request Lagu lalu Cekcok, 3 Pengunjung Bar Dikeroyok Sekuriti di Gading Serpong

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pengeroyok Pria yang Tewas di Gunung Antang, Jaktim

Polisi Tangkap 2 Pengeroyok Pria yang Tewas di Gunung Antang, Jaktim

Megapolitan
Update 17 Oktober: Ada 18.388 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Update 17 Oktober: Ada 18.388 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Megapolitan
Koni Kota Bekasi Akan Gelar Penyambutan untuk Atletnya yang Berlaga di PON XX Papua

Koni Kota Bekasi Akan Gelar Penyambutan untuk Atletnya yang Berlaga di PON XX Papua

Megapolitan
Holywings Cafe Kembali Digerebek karena Langgar PPKM, Kali ini di Cabang Tebet

Holywings Cafe Kembali Digerebek karena Langgar PPKM, Kali ini di Cabang Tebet

Megapolitan
Puluhan Remaja yang Diduga Hendak Tawuran di Dekat Mal Kalibata Dibubarkan Polisi

Puluhan Remaja yang Diduga Hendak Tawuran di Dekat Mal Kalibata Dibubarkan Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.