Daerah Banjir Meluas, Peningkatan Status Bencana Tanggap Darurat Disiapkan

Kompas.com - 20/01/2014, 06:04 WIB
Jalan Jatinegara Barat terendam banjir luapan Kali Ciliwung, Jakarta, Sabtu (18/1/2014). Hujan dengan intensitas lebat disertai angin diperkirakan masih akan terus terjadi di Jakarta dan sekitarnya hingga Senin (20/1/2014) . KRISTIANTO PURNOMOJalan Jatinegara Barat terendam banjir luapan Kali Ciliwung, Jakarta, Sabtu (18/1/2014). Hujan dengan intensitas lebat disertai angin diperkirakan masih akan terus terjadi di Jakarta dan sekitarnya hingga Senin (20/1/2014) .
EditorTri Wahono


Cuaca buruk di DKI Jakarta dan sekitarnya membuat dampak banjir meluas dibandingkan dengan Senin (13/1/2014). Pada Minggu (19/1/2014), banjir menggenangi 385 RW di 88 kelurahan dan memaksa 44.084 warga mengungsi di 197 lokasi pengungsian. Banjir juga melumpuhkan sebagian jaringan transportasi di pusat ekonomi kota.

Perubahan tren kondisi dampak banjir sampai kemarin malam semakin meluas. Hal ini mendorong Pemprov DKI Jakarta menyiapkan status tanggap darurat setelah sebelumnya ditetapkan status siaga darurat.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah DKI Jakarta Wiriyatmoko menyampaikan, peningkatan status bencana sudah disiapkan. ”Keputusannya menunggu tanda tangan Pak Gubernur dan situasi terakhir dua hari ke depan,” kata Wiriyatmoko, Minggu.

Menurut Wiriyatmoko, banjir di Jakarta kali ini mirip dengan banjir Januari 2013. Luas daerah terdampak tahun ini 17,40 persen dari luas Jakarta, sementara tahun lalu 17,73 persen. Sementara ini, DKI terus berupaya melakukan langkah cepat menghindari dampak lebih buruk, menolong korban banjir, dan memulihkan infrastruktur kota.

Walaupun saat ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI belum disahkan, kata Wiriyatmoko, hal ini tidak akan menghambat penanganan banjir. Ada dana yang sudah disiapkan untuk kebutuhan bencana. ”Kami mengajak semua pihak ikut membantu penanganan korban banjir,” katanya.

Sementara itu, hampir semua akses menuju Jakarta Utara tergenang banjir. Di Jakarta Utara, banjir membuat 13.077 orang mengungsi ke 32 pos pengungsian. Suku Dinas Sosial Jakarta Utara mencatat, dua lokasi pengungsian dengan jumlah penghuni terbanyak ada di Gading Nias, Kecamatan Kelapa Gading, dengan 1.071 pengungsi, dan di Muara Baru, Kecamatan Penjaringan, dengan 1.000 pengungsi.

Wali Kota Jakarta Utara Heru Budi Hartono mengatakan, secara umum kondisi genangan kemarin tidak jauh berbeda dengan sehari sebelumnya. Ada beberapa lokasi genangan baru, seperti di daerah Kelapa Gading dan Pademangan, tetapi ada lokasi lain yang surut, seperti Tanjung Priok. ”Kondisi pompa di seluruh rumah pompa dan pintu air relatif aman, termasuk pompa di Waduk Pluit yang masuk siaga 1, kecuali pompa waduk di daerah Kelapa Gading yang rusak, tetapi ada dua unit pompa mobil yang dikerahkan menyedot genangan di Kelapa Gading,” ujarnya.

Curah hujan tinggi

Banjir di Jakarta dan sekitarnya kali ini terjadi karena banyak hal, salah satunya dipicu curah hujan yang tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Maritim Tanjung Priok mencatat, curah hujan yang mengguyur wilayah utara Jakarta mencapai 154,1 milimeter, tertinggi daripada curah hujan harian pada puncak hujan beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, curah hujan di sejumlah tempat pemantauan lebih besar daripada saat banjir tahun lalu. Di Lebak Bulus, curah hujan rata-rata dari 1-19 Januari mencapai 409 milimeter per hari (mm/hari). Sementara satu bulan periode Januari tahun lalu curah hujan rata-rata 385 mm/hari.

Adapun di Cengkareng, sampai minggu ketiga Januari, curah hujan tercatat 551 mm/hari, sementara Januari tahun lalu 480 mm/hari. Di Halim Perdanakusuma curah hujan dari 1-19 Januari tahun ini 633 mm/hari. Tahun lalu intensitas hujan wilayah tersebut selama Januari 381 mm/hari. Begitupun di selatan Jakarta, tepatnya di Depok. Curah hujan 1-19 Januari tahun ini 546 mm/hari, lebih tinggi daripada tahun lalu, 392 mm/hari.

Transportasi terganggu

Akibat banjir beberapa hari ini, operasional transportasi publik terganggu. Jaringan kereta rel listrik dari Serpong ke Tanah Abang, misalnya, berhenti sampai Stasiun Palmerah. Perjalanan kereta semakin lama ke tempat tujuan. Hal ini terjadi karena peron enam di Stasiun Tanah Abang masih terendam air rembesan dari Kanal Barat.

”Biasanya dari Stasiun Jurangmangu ke Tanah Abang perjalanan saya sekitar 25 menit, tetapi hari ini menjadi satu jam di rute yang sama,” kata Dodo (40), karyawan swasta di Jakarta.

Hal serupa terjadi pada moda angkutan transjakarta. Sampai Minggu petang, hanya lima koridor transjakarta yang beroperasi normal. Koridor XII (Pluit-Tanjung Priok) tidak bisa beroperasi. Sementara enam koridor lain mengalami pemendekan rute perjalanan. Pemprov DKI meminta bantuan TNI untuk mengerahkan truk untuk mengganti angkutan publik yang berhenti beroperasi.

Sampai Minggu malam, jumlah korban meninggal akibat banjir di Jakarta ada delapan orang. Tiga orang di Jaktim, 2 di Jaksel, 1 di Jakbar, dan 2 orang di Jakut.

Sementara itu, banjir yang kembali melanda Tangerang membuat warga kembali ke tempat pengungsian. Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Tangerang mencatat, sebanyak 4.100 keluarga mengungsi karena banjir merendam dengan ketinggian 50 sentimeter-150 sentimeter.

Ketua Tagana Kota Tangerang Ikhsan Dini Bahkti menjelaskan, luapan Kali Angke antara lain menggenangi Perumahan Ciledug Indah I, Ciledug Indah, Kompleks DDN, Puri Kartika, dan Perumahan Total Persada.

Ketua Palang Merah Indonesia M Jusuf Kalla, kemarin, meninjau tempat pengungsian di Petamburan, Jakarta. Ia meminta semua pihak berupaya menyelesaikan masalah banjir dan menangani korban dengan baik.

Untuk meringankan penderitaan korban banjir, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menyalurkan bantuan kepada korban banjir di Kota Bekasi. (MKN/PIN/NDY/DMU)

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petugas GrabWheel Ditempatkan di JPO Hingga Pukul 02.00 WIB, Sosialisasi Aturan Penggunaan Skuter Listrik

Petugas GrabWheel Ditempatkan di JPO Hingga Pukul 02.00 WIB, Sosialisasi Aturan Penggunaan Skuter Listrik

Megapolitan
Kronologi Kecekalaan Mobil Camry dengan Skuter Listrik GrabWheel

Kronologi Kecekalaan Mobil Camry dengan Skuter Listrik GrabWheel

Megapolitan
Polisi Tembak Mati Pengedar Narkoba yang Ingin Merebut Senjata

Polisi Tembak Mati Pengedar Narkoba yang Ingin Merebut Senjata

Megapolitan
Ini Enam Kecelakaan Fatal yang Libatkan Skuter Listrik di Berbagai Negara dalam Setahun Terakhir

Ini Enam Kecelakaan Fatal yang Libatkan Skuter Listrik di Berbagai Negara dalam Setahun Terakhir

Megapolitan
Marak Skuter Listrik Melintas Jembatan Penyeberangan, Grab Pasang Tanda Larang Mengendarai GrabWheels di Setiap JPO

Marak Skuter Listrik Melintas Jembatan Penyeberangan, Grab Pasang Tanda Larang Mengendarai GrabWheels di Setiap JPO

Megapolitan
Polisi Imbau Skuter Listrik Tidak Digunakan di Jalan Raya

Polisi Imbau Skuter Listrik Tidak Digunakan di Jalan Raya

Megapolitan
Bekasi Punya Kapal Sampah, Kali Bekasi Akan Disekat

Bekasi Punya Kapal Sampah, Kali Bekasi Akan Disekat

Megapolitan
Asal Mula Warga Turunan Arab Penuhi Kawasan Condet

Asal Mula Warga Turunan Arab Penuhi Kawasan Condet

Megapolitan
Nyamar Jadi Polisi Gadungan, Bocah 13 Tahun yang Ditangkap di Ciputat Bercita-cita Jadi Polisi

Nyamar Jadi Polisi Gadungan, Bocah 13 Tahun yang Ditangkap di Ciputat Bercita-cita Jadi Polisi

Megapolitan
Kapal Buatan Jerman Disebut untuk Bantu Pemkot Bekasi Jangkau Sampah di Kali

Kapal Buatan Jerman Disebut untuk Bantu Pemkot Bekasi Jangkau Sampah di Kali

Megapolitan
Nunung dan Suami Dituntut Rehabilitasi Selama 1 Tahun 6 Bulan, Ini Hal Meringankan Menurut Jaksa

Nunung dan Suami Dituntut Rehabilitasi Selama 1 Tahun 6 Bulan, Ini Hal Meringankan Menurut Jaksa

Megapolitan
Penabrak Pengguna Skuter Listrik Tanggung Biaya Rumah Sakit Seluruh Korban

Penabrak Pengguna Skuter Listrik Tanggung Biaya Rumah Sakit Seluruh Korban

Megapolitan
Ini Alasan Pengguna Skuter Listrik yang Ditabrak Mobil Tak Melintas di Trotoar

Ini Alasan Pengguna Skuter Listrik yang Ditabrak Mobil Tak Melintas di Trotoar

Megapolitan
Mantan Staf Ahok Laporkan Dua Akun Twitter ke Polisi

Mantan Staf Ahok Laporkan Dua Akun Twitter ke Polisi

Megapolitan
211 Hektare Aset Pemprov DKI Bermasalah

211 Hektare Aset Pemprov DKI Bermasalah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X