Kompas.com - 14/02/2014, 19:52 WIB
Calon penumpang mengantre di depan loket tiket Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2014) malam. Jumlah calon penumpang kereta api di stasiun ini bertambah karena jalur penerbangan ke sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur ditutup karena sejumlah bandara ditutup pascaletusan Gunung Kelud di Jawa Timur sehari sebelumnya. KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZACalon penumpang mengantre di depan loket tiket Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2014) malam. Jumlah calon penumpang kereta api di stasiun ini bertambah karena jalur penerbangan ke sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur ditutup karena sejumlah bandara ditutup pascaletusan Gunung Kelud di Jawa Timur sehari sebelumnya.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com - Penutupan beberapa penerbangan ke arah Jawa Tengah dan Jawa Timur mengakibatkan banyak calon penumpang beralih menggunakan transportasi kereta api. Namun, hal ini tidak diiringi dengan penambahan gerbong untuk penumpang.

"Tidak ada penambahan gerbong penumpang. Kita tetap menggunakan sistem normal," ujar Humas PT KAI Daop I Agus Komarudin kepada Kompas.com, Jumat (14/2/2014).

Agus mengatakan, tersedia sekitar 20.064 kursi bagi penumpang pada 50 perjalanan kereta api dengan tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pilihan berangkat bisa melalui Stasiun Gambir, Senen, Jakarta Kota, atau Tanjung Priok. Menurut Agus, jumlah tersebut merupakan kuantitas standar ketersediaan kursi penumpang pada waktu akhir pekan lantaran ini. Pada hari-hari biasanya, jumlah kursi yang tersedia lebih sedikit.

"Kalau weekend kita memang menyediakan lebih banyak dari hari biasa, tapi perbandingannya enggak terlalu jauh," katanya.

Agus menyebutkan, tiket KA perjalanan ke Jawa hari ini habis karena penumpang sudah memesan jauh-jauh hari maupun membeli tiket secara online. Jumlah penumpang bertambah karena ada calon penumpang dadakan yang tidak memiliki persiapan membeli tiket.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Penularan Covid-19, Orangtua Diminta Tak Paksa Anak ke Sekolah Jika Mengeluh Sakit

Cegah Penularan Covid-19, Orangtua Diminta Tak Paksa Anak ke Sekolah Jika Mengeluh Sakit

Megapolitan
Saat Menhan Prabowo Ziarah Makam Pahlawan dan Bicara Soal Kemerdekaan

Saat Menhan Prabowo Ziarah Makam Pahlawan dan Bicara Soal Kemerdekaan

Megapolitan
Kantor Pinjol Ilegal di PIK 2 Digerebek, Pekerjakan Anak di Bawah Umur, 99 Orang Diamankan

Kantor Pinjol Ilegal di PIK 2 Digerebek, Pekerjakan Anak di Bawah Umur, 99 Orang Diamankan

Megapolitan
Viral Pemain Sepakbola di Muara Angke Disebut Rusak Bangunan, Ini Kronologinya

Viral Pemain Sepakbola di Muara Angke Disebut Rusak Bangunan, Ini Kronologinya

Megapolitan
Kurir Bawa Ganja 17 Kg Ditangkap, Dibayar Rp 1 Juta per Kg, 2 Pengendali Masih Diburu

Kurir Bawa Ganja 17 Kg Ditangkap, Dibayar Rp 1 Juta per Kg, 2 Pengendali Masih Diburu

Megapolitan
Kantor Pinjol Ilegal di PIK Digrebek Polisi, Pegawai: Kami Enggak Merugikan

Kantor Pinjol Ilegal di PIK Digrebek Polisi, Pegawai: Kami Enggak Merugikan

Megapolitan
Akses Jalan Pengganti Imbas Tol Cijago 2 Tak Sesuai Harapan, Warga Protes

Akses Jalan Pengganti Imbas Tol Cijago 2 Tak Sesuai Harapan, Warga Protes

Megapolitan
Dinkes DKI: Siswa yang Keluarganya Masih Positif Covid-19 Dilarang Ikut Sekolah Tatap Muka

Dinkes DKI: Siswa yang Keluarganya Masih Positif Covid-19 Dilarang Ikut Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
Kuasa Hukum Keluarga Kakek 89 Tahun: Anak-anaknya Masih Terpukul, Nangis-nangis

Kuasa Hukum Keluarga Kakek 89 Tahun: Anak-anaknya Masih Terpukul, Nangis-nangis

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Tambah 368 Kasus Positif di Kota Tangerang, 1.372 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 26 Januari: Tambah 368 Kasus Positif di Kota Tangerang, 1.372 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak di Tangsel, PTM Masih 100 Persen di Saat WFO Dibatasi 50 Persen

Kasus Covid-19 Melonjak di Tangsel, PTM Masih 100 Persen di Saat WFO Dibatasi 50 Persen

Megapolitan
Karyawan Pinjol di PIK Tagih Utang ke 100 Nasabah Sehari, Gaji Rp 5 Juta per Bulan

Karyawan Pinjol di PIK Tagih Utang ke 100 Nasabah Sehari, Gaji Rp 5 Juta per Bulan

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Kasus Covid-19 di Depok Naik 448 dalam Sehari, 1 Pasien Sembuh

UPDATE 26 Januari: Kasus Covid-19 di Depok Naik 448 dalam Sehari, 1 Pasien Sembuh

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 444 Dalam Sehari

UPDATE 26 Januari: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 444 Dalam Sehari

Megapolitan
Cerita Ibu Dua Anak Tergiur jadi Karyawan Pinjol Ilegal di PIK Demi Buah Hati, Berujung Ditangkap Polisi

Cerita Ibu Dua Anak Tergiur jadi Karyawan Pinjol Ilegal di PIK Demi Buah Hati, Berujung Ditangkap Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.