DKI Reklamasi Pantai untuk Pabrik Foxconn

Kompas.com - 20/02/2014, 12:35 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kiri) dan Chairman and CEO Foxconn Technology Group Terry Gou berjabat tangan seusai menandatangi kesepakatan kerja sama di Balaikota Jakarta, Jumat (7/2/2014). ANDRI DONNAL PUTERAGubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kiri) dan Chairman and CEO Foxconn Technology Group Terry Gou berjabat tangan seusai menandatangi kesepakatan kerja sama di Balaikota Jakarta, Jumat (7/2/2014).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Jakarta Utara Heru Budihartono mengatakan, pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menyediakan lahan seluas 20 hektar di dekat Rumah Susun Sederhana Sewa Marunda untuk pembangunan pabrik Foxconn Technologi Co Ltd. Pengelola Kawasan Berikat Nusantara Marunda akan mereklamasi pantai untuk menambah luas lahan untuk pabrik tersebut.

"Sisanya, 100 hektar lebih itu akan ada reklamasi pantai dan itu tidak mengubah rencana tata ruang wilayah. Itu (reklamasi) itu memang diperuntukan buat industri." Ujar Heru kepada Kompas.com, Kamis (20/2/2014).

Meski demikian, Heru berharap agar Pemprov DKI mengecek kembali rekam jejak Foxconnyang akan berinvestasi di Jakarta. Sebab, buruh Foxconn di beberapa negara dibayar murah.

"Saya tahu kabar upah buruh dibayar murah. Memang sebaiknya Pemprov mengecek mereka dahulu. Kita punya aturan tenaga kerja jadi harus diikuti oleh mereka," ujarnya.

Ia mengatakan, Foxconn harus memenuhi tiga syarat yang diajukan oleh Pemprov DKI yang tertuang dalam letter of intens. Syarat itu berupa kewajiban Foxconn untuk menunjukkan itikad baik dan bersedia berinvestasi, harus siap membangun infrastruktur yang diwajibkan oleh pemerintah daerah, dan harus ada transfer teknologi kepada masyarakat Indonesia. Pembangunan infrastruktur yang dimaksud termasuk menyediakan asrama bagi pegawainya.

Selain itu, pemerintah juga meminta Foxconn menempatkan orang Indonesia di level manajerial. "Kami ingin persentasenya 50 persen orang kita dan 50 persen orang luar," katanya.

Foxconn, perusahaan teknologi informasi asal Taiwan, berencana menjalin kerja sama investasi senilai 1 miliar dollar AS dengan Pemprov DKI. Nilai tersebut akan direalisasikan dalam tiga sampai lima tahun dalam bentuk pembangunan pabrik.

Pemprov DKI menjajikan penyediaan lahan seluas 200 hektar di daerah Marunda untuk pembangunan pabrik Foxconn. Pabrik itu diharapkan dapat menyerap 3.000 tenaga kerja. Menurut Heru, tenaga kerja yang berpengalaman di Foxconn diharapkan bisa menumbuhkan industri lagi. "Dapat investasi, tenaga kerja pintar, dan Jakarta kondusif untuk investasi," katanya.

Foxconn merupakan perusahaan manufaktur elektronik yang berbasis di Taiwan. Foxconn punya pengalaman panjang dalam industri manufaktur produk teknologi. Mereka melayani perakitan produk dari Sony, HTC, Nintendo, hingga Apple yang menjadi pelanggan terbesar.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Pejabat UNJ

Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Pejabat UNJ

Megapolitan
Pemutaran Film di Bioskop Diizinkan tetapi Penonton Harus Selalu Gunakan Masker

Pemutaran Film di Bioskop Diizinkan tetapi Penonton Harus Selalu Gunakan Masker

Megapolitan
Cegah Kongko-kongko, Live Music di Kafe Dilarang Beroperasi Selama PSBB Transisi

Cegah Kongko-kongko, Live Music di Kafe Dilarang Beroperasi Selama PSBB Transisi

Megapolitan
Kronologi Munculnya Klaster Covid-19 di Ponpes Kota Tangerang, Berawal Pengajar Pulang Mudik

Kronologi Munculnya Klaster Covid-19 di Ponpes Kota Tangerang, Berawal Pengajar Pulang Mudik

Megapolitan
Edarkan Narkoba, 24 Orang Ditangkap Polisi di Bogor

Edarkan Narkoba, 24 Orang Ditangkap Polisi di Bogor

Megapolitan
Petugas Kebersihan Stasiun Temukan Uang Rp 500 Juta di Plastik, Dikembalikan ke Pemiliknya

Petugas Kebersihan Stasiun Temukan Uang Rp 500 Juta di Plastik, Dikembalikan ke Pemiliknya

Megapolitan
Diizinkan Angkut Penumpang, Grab di Bekasi Pasang Partisi Plastik di Setiap Armada

Diizinkan Angkut Penumpang, Grab di Bekasi Pasang Partisi Plastik di Setiap Armada

Megapolitan
MRT Jakarta Bantah Tanah Galian Proyeknya untuk Reklamasi Ancol

MRT Jakarta Bantah Tanah Galian Proyeknya untuk Reklamasi Ancol

Megapolitan
Pemkot Tangsel Belum Izinkan Bioskop Beroperasi Kembali 29 Juli 2020

Pemkot Tangsel Belum Izinkan Bioskop Beroperasi Kembali 29 Juli 2020

Megapolitan
Polisi Dalami Upaya Penculikan Anak di Depok, Modusnya Bekap Pakai Tisu

Polisi Dalami Upaya Penculikan Anak di Depok, Modusnya Bekap Pakai Tisu

Megapolitan
Tes Urine dan Rambut Negatif Narkoba, Ridho Ilahi Tetap Diproses Hukum Terkait Kepemilikan Sabu

Tes Urine dan Rambut Negatif Narkoba, Ridho Ilahi Tetap Diproses Hukum Terkait Kepemilikan Sabu

Megapolitan
Klarifikasi Pemprov DKI: Perluasan Ancol Dilakukan di Pulau L

Klarifikasi Pemprov DKI: Perluasan Ancol Dilakukan di Pulau L

Megapolitan
UPDATE 9 Juli: Bertambah 10 Kasus, Total 298 Kasus Positif di Kabupaten Bekasi

UPDATE 9 Juli: Bertambah 10 Kasus, Total 298 Kasus Positif di Kabupaten Bekasi

Megapolitan
Curi 46 Motor, Dua Residivis Ditangkap Lagi di Depok

Curi 46 Motor, Dua Residivis Ditangkap Lagi di Depok

Megapolitan
Penerbangan Meningkat, Lion Air Pekerjakan Kembali 2.600 Karyawan

Penerbangan Meningkat, Lion Air Pekerjakan Kembali 2.600 Karyawan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X