Jokowi Berbagi Trik Selesaikan Persoalan Ibu Kota

Kompas.com - 12/03/2014, 22:36 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, yang biasa dipanggil Jokowi, berbincang-bincang dengan sejumlah wartawan dan pegiat sepeda di kantor Redaksi Kompas.com, kawasan Palmerah, Jakarta Pusat, Jumat (28/2/2014). Jokowi menuju Kompas.com dengan menggunakan sepeda dari rumah dinasnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, yang biasa dipanggil Jokowi, berbincang-bincang dengan sejumlah wartawan dan pegiat sepeda di kantor Redaksi Kompas.com, kawasan Palmerah, Jakarta Pusat, Jumat (28/2/2014). Jokowi menuju Kompas.com dengan menggunakan sepeda dari rumah dinasnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Penulis Ihsanuddin
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com
- Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di Indonesia yang rumit, tak harus selalu dengan solusi yang rumit. Ia mencontohkan, apa yang dilakukannya saat menyelesaikan persoalan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Tanah Abang.

"Menyelesaikan Tanah Abang, itu juga yang dilakukan tidak rumit, hanya dengan pendekatan dan dialog saja," kata Jokowi, dalam diskusi 'Menyongsong Satu Abad Nahdlatul Ulama', di Jakarta, Rabu (12/3/2014) malam.

Menurut Jokowi, ia telah mencari tahu terlebih dahulu kondisi di kawasan Tanah Abang untuk menemukan formula dialog yang tepat.

"Saat kita petakan, jelas yang di utara premannya siapa, selatan siapa. Saya mengerti, kita hadapi semua. Perkiraan 7 bulan rampung, tapi 1,5 bulan nyatanya Alhamdulilah sudah rampung. Itu karena petanya benar terbuka. Terakhir kita ajak ngomong semuanya jadi terbuka, semuanya punya semangat yang sama sama untuk menaati aturan," ujar Jokowi.

Jokowi mengisahkan, awalnya dia sempat dilarang oleh petugas kepolisan untuk langsung terjun ke lapangan. Menurut polisi, kawasan Tanah Abang berbahaya dan rawan akan kejahatan.

"Padahal kaca mata saya tidak ada masalah tapi mungkin yang di sana tidak menyampaikan. Begitu saya masuk ke sana, betul, ternyata malah menyalami semuanya. Senyum semuanya. Preman yang tatoan juga menyalami saya juga. Itu ternyata hanya ketakutan yang kita ciptakan sendiri," katanya.

Setelah dialog, Jokowi mengajak mereka makan bersama. Ajakan makan bersama ini, menurutnya, akan memuluskan penyelesaian permasalahan. 

"Saya undang makan, rampung permasalahan. Diajak makan saja rampung, tidak rumit kan, habisnya berapa sih paling 12 orang. Sudah kenyang semua ya gimana enggak senang. Preman diajak makan Gubernur masa enggak senang," kata Jokowi.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Panjang, 41.984 Kendaraan Keluar Jakarta dari Tol Tangerang-Merak

Libur Panjang, 41.984 Kendaraan Keluar Jakarta dari Tol Tangerang-Merak

Megapolitan
Pulang dari Luar Kota Setelah Libur Panjang, ASN di Bogor Wajib Swab Test dan Karantina Mandiri

Pulang dari Luar Kota Setelah Libur Panjang, ASN di Bogor Wajib Swab Test dan Karantina Mandiri

Megapolitan
Hari Ketiga Operasi Zebra di Jakbar, Tidak ada Pengemudi yang Ditilang

Hari Ketiga Operasi Zebra di Jakbar, Tidak ada Pengemudi yang Ditilang

Megapolitan
UPDATE Grafik 28 Oktober: Total 7.007 Kasus Covid-19 di Depok

UPDATE Grafik 28 Oktober: Total 7.007 Kasus Covid-19 di Depok

Megapolitan
Bima Arya Imbau Warga dan ASN Bogor Tidak ke Luar Kota Selama Libur Panjang

Bima Arya Imbau Warga dan ASN Bogor Tidak ke Luar Kota Selama Libur Panjang

Megapolitan
UPDATE 28 Oktober: Kasus Positif Bertambah 14 dan 2 Pasien Covid-19 Meninggal di Tangsel

UPDATE 28 Oktober: Kasus Positif Bertambah 14 dan 2 Pasien Covid-19 Meninggal di Tangsel

Megapolitan
UPDATE 28 Oktober: Bertambah 844, Kasus Covid-19 di Jakarta Capai 103.552

UPDATE 28 Oktober: Bertambah 844, Kasus Covid-19 di Jakarta Capai 103.552

Megapolitan
Tepergok saat Beraksi, Perampok Spesialis Rumah Kosong di Pademangan Diamuk Massa

Tepergok saat Beraksi, Perampok Spesialis Rumah Kosong di Pademangan Diamuk Massa

Megapolitan
Kebakaran Indekos di Tambora Diduga karena Korsleting listrik

Kebakaran Indekos di Tambora Diduga karena Korsleting listrik

Megapolitan
Dua Orang Diduga Copet Ditangkap di Tengah Unjuk Rasa

Dua Orang Diduga Copet Ditangkap di Tengah Unjuk Rasa

Megapolitan
11 Pemuda Diamankan Saat Hendak Ikut Demo Omnibus Law, 2 dari Mereka Positif Narkoba

11 Pemuda Diamankan Saat Hendak Ikut Demo Omnibus Law, 2 dari Mereka Positif Narkoba

Megapolitan
Pemkot Bogor Siapkan 3.000 Alat Rapid Tes untuk Wisatawan Selama Libur Panjang

Pemkot Bogor Siapkan 3.000 Alat Rapid Tes untuk Wisatawan Selama Libur Panjang

Megapolitan
Dua Kali Kecelakaan Beruntun dalam Sehari di Tol Jakarta-Cikampek

Dua Kali Kecelakaan Beruntun dalam Sehari di Tol Jakarta-Cikampek

Megapolitan
Akan Ikut Demo Tolak Omnibus Law, 11 Pemuda Diamankan Polres Jaksel

Akan Ikut Demo Tolak Omnibus Law, 11 Pemuda Diamankan Polres Jaksel

Megapolitan
Diduga Mencopet Saat Demo, Remaja Ini Nangis Diciduk Polisii

Diduga Mencopet Saat Demo, Remaja Ini Nangis Diciduk Polisii

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X