Kompas.com - 09/04/2014, 11:02 WIB
Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jimly Asshidiqie (kanan) memimpin sidang dugaan pelanggaran etika yang dilakukan Komisioner Komisi Pemilihan Umum di gedung DKPP, Jakarta, Jumat (22/3/2013). DKPP menerima tujuh laporan dugaan pelanggaran etik oleh komisioner KPU dari partai politik, lembaga swadaya masyarakat termasuk dari Badan Pengawas Pemilu. KOMPAS/LUCKY PRANSISKA KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jimly Asshidiqie (kanan) memimpin sidang dugaan pelanggaran etika yang dilakukan Komisioner Komisi Pemilihan Umum di gedung DKPP, Jakarta, Jumat (22/3/2013). DKPP menerima tujuh laporan dugaan pelanggaran etik oleh komisioner KPU dari partai politik, lembaga swadaya masyarakat termasuk dari Badan Pengawas Pemilu. KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
- Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie memantau secara langsung jalannya penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2014 di Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan, Rabu (9/4/2014).

Ada enam titik yang dikunjungi, yakni Pondok Labu, Pondok Pinang, Mekar Jaya (Serpong), Serua (Ciputat), Ciputat Timur dan Tangerang Selatan.

"Sudah menentukan pilihan, bu?" tanya Jimly kepada salah seorang warga, ketika rombongan mengunjungi TPS 023 yang bertempat di SDN Pondok Labu 11, Pondok Labu, Jaksel, seperti dikutip dari Antara.

Di TPS inilah dia dan keluarga melakukan pencoblosan. "Insya Allah pilihan saya menang," ujarnya.

Pemantauan ke TPS-TPS ini, menurut Jimly, penting karena tahapan pemungutan suara menjadi salah satu titik rawan terjadinya pelanggaran. Pihaknya berharap para caleg muda banyak yang lolos ke Parlemen agar terjadi regenerasi.

Ia mengaku optimistis pelaksanaan pemungutan suara di banyak daerah akan berlangsung lancar. Meski demikian, ujar dia, harus tetap waspada karena masalah terkait Pemilu biasanya terjadi sebelum hari H dan setelah hari H.

"Kalau kita saksikan Pemilu hari ini lancar, itu wajar, tapi kita nggak boleh lengah, karena masalah biasanya terjadi pada sebelum hari H dan setelah hari H," katanya.

Pada Pileg 2009 lalu, untuk menentukan caleg DPR RI dari tiga dapil di Jakarta tanpa memasukkan suara dari pemilih di luar negeri, jumlah warga yang tidak menggunakan hak pilihnya atau golput mencapai 3.028.337 orang atau setara 43,10 persen dari keseluruhan DPT 7.026.772 orang. Artinya, hanya 3.998.435 warga saja atau 56,90 persen DPT yang menggunakan hak pilihnya.

Sementara jumlah suara tidak sah mencapai 210.366 suara atau setara 5,26 persen total pengguna hak pilih. Apabila pemilih di luar negeri ikut dimasukkan, maka suara yang diperebutkan di dapil Jakarta mencapai total DPT sebanyak 8.502.619 orang.

Angka golput juga ikut naik apabila pemilih luar negeri ikut dihitung, yakni mencapai 4.175.023 orang atau setara 49,10 persen dari total DPT. Sedangkan angka suara tidak sah sejumlah 235.645 suara atau setara 5,45 persen dari total pemilih menunaikan hak pilih, yakni 4.091.951 orang.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masjid Al-Atiq Kampung Melayu dan Sejarah yang Belum Terpecahkan

Masjid Al-Atiq Kampung Melayu dan Sejarah yang Belum Terpecahkan

Megapolitan
UPDATE: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 206 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 206 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tambah 59 Kasus di Depok, 1.369 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 59 Kasus di Depok, 1.369 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tambah 28 Kasus di Kabupaten Bekasi, 379 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 28 Kasus di Kabupaten Bekasi, 379 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Agenda Sidang Senin: Rizieq Shihab Diperiksa dan Dituntut

Agenda Sidang Senin: Rizieq Shihab Diperiksa dan Dituntut

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Senin: Sebagian Jakarta dan Bogor Berpeluang Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca BMKG Senin: Sebagian Jakarta dan Bogor Berpeluang Hujan Ringan

Megapolitan
Korsleting Listrik, Toyota Avanza Hangus Terbakar di Otista

Korsleting Listrik, Toyota Avanza Hangus Terbakar di Otista

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 10 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Bekasi Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Bekasi Hari Ini, 10 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Jakarta Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Jakarta Hari Ini, 10 Mei 2021

Megapolitan
Tiba di Indonesia, 1.278 Pekerja Migran Langsung Dikarantina di Wisma Atlet

Tiba di Indonesia, 1.278 Pekerja Migran Langsung Dikarantina di Wisma Atlet

Megapolitan
Pemohon SIKM Butuh Surat Rekomendasinya, Perangkat RT/RW di Kota Tangerang Diminta Jujur

Pemohon SIKM Butuh Surat Rekomendasinya, Perangkat RT/RW di Kota Tangerang Diminta Jujur

Megapolitan
Kronologi Kelompok Debt Collector Adang Babinsa, Pemimpinnya Ajak 8 Teman untuk Cari Mobil Incaran

Kronologi Kelompok Debt Collector Adang Babinsa, Pemimpinnya Ajak 8 Teman untuk Cari Mobil Incaran

Megapolitan
Update 9 Mei: Bertambah 809, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini Mencapai 415.647

Update 9 Mei: Bertambah 809, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini Mencapai 415.647

Megapolitan
Polisi Tangkap 11 Debt Collector Pengadang Babinsa, 9 di Antaranya Ada di Video Viral

Polisi Tangkap 11 Debt Collector Pengadang Babinsa, 9 di Antaranya Ada di Video Viral

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X