Kompas.com - 29/04/2014, 23:01 WIB
Menteri Perhubungan EE Mangindaan KOMPAS/HERU SRI KUMOROMenteri Perhubungan EE Mangindaan
Penulis Icha Rastika
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com -- Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengklaim metode pengawasan dan pembinaan siswa di lingkungan kampus Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) sudah tepat. Menurut dia, penyempurnaan yang saat ini perlu dilakukan hanyalah yang berkaitan dengan metode pengawasan kegiatan di luar kampus.

"Di dalam kampus sudah oke, sudah aman," kata Mangindaan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (29/4/2014).

Mangindaan mengatakan, penganiayaan yang menyebabkan satu siswa STIP tewas pekan lalu dilakukan di luar kampus. Dia pun mengaku kaget mendengar kabar penganiayaan siswa yang diduga dilakukan seniornya tersebut.

"Ini di luar kampus kaget juga kita, terjadi di luar dan antarsenior dan ini satu kampung. Kok bisa terjadi begitu? Ini bisa jadi bahan untuk kita buat pembinaan yang disempurnakan karena di luar kampus," ucapnya.

Mangindaan juga mengatakan, insiden ini akan menjadi bahan bagi Kemenhub untuk menyempurnakan metode pembinaan siswa di luar kampus. Terkait insiden ini, dia mengaku telah memerintahkan pengelola STIP untuk menyusun kembali metode pembinaan.

"Karena metode pembinaan itu kelihatannya hanya di dalam kampus, ini kan masalahnya terjadi di luar kampus," sambungnya.

Mengenai pelaku penganiayaan, STIP sudah memecat para pelaku. Mangindaan juga menyerahkan masalah ini ke penegak hukum. Sebelumnya diberitakan, Dimas Dikita Handoko (19), salah satu siswa STIP, diduga tewas akibat dianiaya para seniornya pada Jumat (25/4/2014) malam. Motif penganiayaan diduga karena Dimas dianggap tidak memberikan respek terhadap para seniornya. Ketujuh taruna STIP yang diduga tersangka saat ini sudah dipecat dari STIP.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapten Fierda Panggabean dan Tragedi Merpati CN-235 di Gunung Puntang

Kapten Fierda Panggabean dan Tragedi Merpati CN-235 di Gunung Puntang

Megapolitan
2 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Jakarta Rabu Dini Hari

2 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Jakarta Rabu Dini Hari

Megapolitan
Menelusuri Masjid Jami Tangkuban Perahu di Setiabudi

Menelusuri Masjid Jami Tangkuban Perahu di Setiabudi

Megapolitan
Depok 13 Pekan Bertahan di Zona Oranye Covid-19

Depok 13 Pekan Bertahan di Zona Oranye Covid-19

Megapolitan
Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19, Selasa Kemarin

Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19, Selasa Kemarin

Megapolitan
Depok Catat 10 Kematian akibat Covid-19, Jumlah Terbanyak dalam Sehari

Depok Catat 10 Kematian akibat Covid-19, Jumlah Terbanyak dalam Sehari

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Cara Ganti E-KTP yang Hilang atau Rusak bagi Warga Luar Domisili

[POPULER JABODETABEK] Cara Ganti E-KTP yang Hilang atau Rusak bagi Warga Luar Domisili

Megapolitan
[Update 20 April]: Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang Sebanyak 26, Pasien Aktif 216

[Update 20 April]: Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang Sebanyak 26, Pasien Aktif 216

Megapolitan
Warga Depok Diminta Tak Mengendurkan Protokol Kesehatan Saat Ramadhan

Warga Depok Diminta Tak Mengendurkan Protokol Kesehatan Saat Ramadhan

Megapolitan
[Update 20 April]: Tangsel Catat 10.672 Kasus Covid-19, Pasien Dirawat Sebanyak 578

[Update 20 April]: Tangsel Catat 10.672 Kasus Covid-19, Pasien Dirawat Sebanyak 578

Megapolitan
Ruhana Kuddus, Wartawati Pertama yang Gencar Menentang Poligami, Nikah Dini dan Dominasi Laki-laki

Ruhana Kuddus, Wartawati Pertama yang Gencar Menentang Poligami, Nikah Dini dan Dominasi Laki-laki

Megapolitan
BMKG: Jakarta dan Sekitarnya Cerah Berawan, Kecuali Bogor

BMKG: Jakarta dan Sekitarnya Cerah Berawan, Kecuali Bogor

Megapolitan
Remaja Diperkosa Anak Anggota DPRD lalu Dijual, Praktisi Hukum Pidana: Berdamai Tak Bisa Hentikan Penyidikan

Remaja Diperkosa Anak Anggota DPRD lalu Dijual, Praktisi Hukum Pidana: Berdamai Tak Bisa Hentikan Penyidikan

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 21 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 21 April 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X