Sambut Musim Liburan, TMII Tertibkan Juru Parkir Liar

Kompas.com - 28/06/2014, 15:42 WIB
Pintu masuk TMII dipadati kendaraan yang memuat pengunjung liburan di Lebaran ketiga kali ini. Sabtu (10/8/2013). Kompas.com/Robertus BelarminusPintu masuk TMII dipadati kendaraan yang memuat pengunjung liburan di Lebaran ketiga kali ini. Sabtu (10/8/2013).
|
EditorFidel Ali Permana

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk menjaga situasi kondusif selama musim liburan sekolah tahun ini, pengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akan melakukan penertiban terhadap tukang parkir liar yang menggangu pengunjung di kawasan TMII. Hal tersebut di jelaskan oleh Jerremias Lahama selaku Humas dan Litbang TMII.

"Sebenarnya, beberapa tukang parkir tersebut fungsinya untuk membantu petugas dalam mengamankan kendaraan pengunjung, namun jika sudah memaksa pengunjung untuk membayar parkir lagi, ya akan kita tertibkan," ujar Jerremias.

Selama musim liburan sekolah dan awal bulan Ramadhan, jumlah pengunjung di TMII mengalami peningkatan yang signifikan. Peningkatan pengunjung tersebut diantisipasi oleh pihak TMII.

Jerremias mengungkapkan, dengan membeli tiket masuk TMII, pengunjung bebas biaya parkir di lahan parkir yang telah disediakan pihak TMII. Jika ada tukang parkir yang memaksa meminta biaya parkir, hal tersebut jelas mengganggu pengunjung.

"Biasanya pengunjung membayar parkir seikhlasnya jika ada tukang parkir liar, tidak ada keharusan untuk membayar lagi kepada tukang parkir tersebut," tutur Jerremias.

Menurut pengakuan Mumun, salah satu tukang parkir di kawasan TMII, dirinya terbiasa mencari nafkah di tempat tersebut. Mumun menuturkan, dirinya menerima uang dari pengunjung seikhlasnya.

"Kalau saya sih biasa terima uang seikhlasnya. Mungkin ada beberapa tukang parkir yang memang memaksa, nah yang kaya gitu tuh yang bikin pengunjung jadi sungkan buat ngasih uang ke kita," ungkap Mumun.

Junaedi, salah satu pengunjung TMII, menjelaskan, dirinya merasa terbantu dengan kehadiran tukang parkir tersebut. Ia merasa lebih aman untuk memarkir kendaraan di sekitar kawasan TMII.

"Ya saya tidak perlu merasa cemas terhadap kendaraan saya ketika saya masuk ke anjungan-anjungan di Taman Mini," kata Junaedi.

Ia kerap memberikan uang kepada para tukang parkir jika memang pengamanannya baik. Sebenarnya ia juga mempertanyakan, mengapa masih ada tukang parkir yang meminta uang parkir padahal dirinya sudah membayar tiket masuk.

"Tanpa diminta, terkadang saya suka ngasih ke tukang parkir, cuma kalau udah ada tukang parkir yang maksa, ya saya jadi males ngasihnya," ucap Junaedi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Megapolitan
Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Megapolitan
Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Megapolitan
Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Megapolitan
Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Megapolitan
Rahayu Saraswati Tak Dampingi Muhamad saat Pencoblosan Pilkada Tangsel 2020

Rahayu Saraswati Tak Dampingi Muhamad saat Pencoblosan Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Megapolitan
Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Megapolitan
Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Megapolitan
Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Megapolitan
Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Megapolitan
Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Megapolitan
Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Megapolitan
Debat Pilkada Depok Memanas, Afifah Merasa Dilecehkan oleh Imam Budi Hartono

Debat Pilkada Depok Memanas, Afifah Merasa Dilecehkan oleh Imam Budi Hartono

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X