Sakit, Pasien RS Persahabatan Tetap "Nyoblos"

Kompas.com - 09/07/2014, 17:46 WIB
Ibu Guntur, keluarga pasien RSUP Persahabatan menunjukkan formulir C6 atau surat pemberitahuan memilih. Ibu Guntur, warga Depok, Jawa Barat memilih di RS tersebut. DEYTRI ROBEKKA ARITONANGIbu Guntur, keluarga pasien RSUP Persahabatan menunjukkan formulir C6 atau surat pemberitahuan memilih. Ibu Guntur, warga Depok, Jawa Barat memilih di RS tersebut.
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com - Para pasien RS Persahabatan, Jakarta Timur tetap menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2014, kendati sakit. Mereka tetap dapat mencoblos dengan difasilitasi penyelenggara pemilu setempat.

"Rumah sakit ada tempat pemungutan suara (TPS) keliling dengan 100 surat suara khusus untuk pasien di rumah sakit," ujar anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) 52 Karsam di RS Persahabatan, Jakarta Timur, Rabu (9/8/2014).

Dia mengatakan, surat suara tersebut diambil dari surat suara cadangan TPS 51. TPS tersebut adalah TPS terdekat dari rumah sakit itu. Tetapi, jumlah surat suara tidak dapat mengakomodir semua pemilih di RS. Sebab, pasien di rumah sakit ada 375 orang.

"Karena saya tuan rumah (pegawai rumah sakit), saya arahkan ke ruang-ruang pasien," ujarnya.

Selain pasien, pegawai RS juga difasilitasi untuk mencoblos di RS. Sementara itu, keluarga pasien dapat mencoblos di TPS terdekat RS dengan menggunakan form A5.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Tangerang Hujan Siang Nanti

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Tangerang Hujan Siang Nanti

Megapolitan
Kronologi Penerbitan e-KTP Djoko Tjandra, Pengacara Sempat Temui Lurah Grogol Selatan

Kronologi Penerbitan e-KTP Djoko Tjandra, Pengacara Sempat Temui Lurah Grogol Selatan

Megapolitan
Anies Sebut Reklamasi Ancol untuk Atasi Banjir, KIARA: Alasan Klise

Anies Sebut Reklamasi Ancol untuk Atasi Banjir, KIARA: Alasan Klise

Megapolitan
PSBB Tangsel Kembali Diperpanjang 14 Hari sampai 26 Juli

PSBB Tangsel Kembali Diperpanjang 14 Hari sampai 26 Juli

Megapolitan
Tahun Ajaran Baru Dimulai Besok, Disdik Bogor Larang Sekolah Belajar Tatap Muka

Tahun Ajaran Baru Dimulai Besok, Disdik Bogor Larang Sekolah Belajar Tatap Muka

Megapolitan
Setiap Senin, Stasiun KRL Bogor, Cilebut dan Cikarang Tak Layani Penumpang THB

Setiap Senin, Stasiun KRL Bogor, Cilebut dan Cikarang Tak Layani Penumpang THB

Megapolitan
Jika Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Anies: Kita Semua Bisa Kembali Dalam Rumah

Jika Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Anies: Kita Semua Bisa Kembali Dalam Rumah

Megapolitan
Anies: 66 Persen Kasus Baru Jakarta adalah OTG

Anies: 66 Persen Kasus Baru Jakarta adalah OTG

Megapolitan
Izin Reklamasi Ancol Buat Nasib Pemulihan Teluk Jakarta Tidak Jelas

Izin Reklamasi Ancol Buat Nasib Pemulihan Teluk Jakarta Tidak Jelas

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Penumpang, Jadwal KRL dari Bogor dan Cikarang Ditambah

Antisipasi Lonjakan Penumpang, Jadwal KRL dari Bogor dan Cikarang Ditambah

Megapolitan
Anies Sebut Persebaran Covid-19  di Jakarta Sebagian Besar Terjadi di Pasar

Anies Sebut Persebaran Covid-19 di Jakarta Sebagian Besar Terjadi di Pasar

Megapolitan
Catat Lonjakan Kasus Tertinggi, Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 10 Persen

Catat Lonjakan Kasus Tertinggi, Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 10 Persen

Megapolitan
Tambah 404 Kasus, Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Kembali yang Tertinggi

Tambah 404 Kasus, Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Kembali yang Tertinggi

Megapolitan
Walhi Sebut Reklamasi Ancol Sama dengan 17 Pulau, Tetap Eksploitasi Teluk Jakarta

Walhi Sebut Reklamasi Ancol Sama dengan 17 Pulau, Tetap Eksploitasi Teluk Jakarta

Megapolitan
Sedang Menyapu, Petugas PPSU Temukan Jenazah Bayi di Cengkareng

Sedang Menyapu, Petugas PPSU Temukan Jenazah Bayi di Cengkareng

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X