Kompas.com - 26/07/2014, 15:58 WIB
Menjelang puncak arus mudik 2014, jumlah kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas jalur Pantura, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, melonjak drastis hingga sekitar 22.000 unit per jam. KOMPAS.com/Mohamad Syahri RomdhonMenjelang puncak arus mudik 2014, jumlah kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas jalur Pantura, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, melonjak drastis hingga sekitar 22.000 unit per jam.
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Suroyo Alimoeso menganggap padatnya lalu lintas selama mudik tidak hanya disebabkan tingginya volume kendaraan.

Menurut Suroyo, minimnya kedisiplinan pemudik di jalan raya juga memengaruhi lancar atau tidaknya arus mudik.

"Faktor macet tidak hanya volume, tambah kedisiplinan di jalan juga harus. Kalau pun antre tapi kan mengalir. Asal disiplin," ujar Suroyo di gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Sabtu (26/7/2014).

Suroyo mengatakan, berdasarkan pantauan melalui CCTV, sepanjang jalan Nagrek terlihat padat. Sedangkan pantauan udara, jalur mudik mulai dari Ciasem hingga Cirebon lancar.

"Masih lancar, kecepatan kendaraan sekitar 40 kilometer per jam. Yang harus diselesaikan di ujungnya ini," ujar dia.

Oleh karena itu, Suroyo mengimbau warga untuk mematuhi rambu lalu lintas selama mudik.

Dia memastikan, kemacetan selama arus mudik maupun arus balik akan menjadi koreksi pemerintah untuk mempersiapkan infrastruktur lebih awal agar lalu lintas sebagian dapat dialihkan ke jalur-jalur alternatif.

Suroyo memprediksi, puncak arus mudik terjadi pada H-4 dan H-3. Sedangkan, lanjutnya, puncak arus balik terjadi sekitar H+4 dan H+5 Lebaran. "Arus balik puncaknya mungkin Sabtu. Kan hari Seninnya orang-orang sudah masuk kerja," kata Suroyo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sidang Kasus Dugaan Mafia Tanah yang Rugikan Keluarga Nirina Zubir Digelar Hari Ini

Sidang Kasus Dugaan Mafia Tanah yang Rugikan Keluarga Nirina Zubir Digelar Hari Ini

Megapolitan
Update 16 Mei: Bertambah 9, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 84.204

Update 16 Mei: Bertambah 9, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 84.204

Megapolitan
Update 16 Mei: Nihil Kasus Baru di Kota Tangerang, 66 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Update 16 Mei: Nihil Kasus Baru di Kota Tangerang, 66 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi SIM Keliling di Kota Bekasi Pekan Ini

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling di Kota Bekasi Pekan Ini

Megapolitan
Pemindahan Warga Korban Kebakaran Pasar Gembrong ke Rusun Tunggu Kesiapan Sudin Perumahan

Pemindahan Warga Korban Kebakaran Pasar Gembrong ke Rusun Tunggu Kesiapan Sudin Perumahan

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Cinta Segitiga Berujung Pembunuhan | Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol

[POPULER JABODETABEK] Cinta Segitiga Berujung Pembunuhan | Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol

Megapolitan
Kebakaran Melanda Gudang Penyimpanan Ikan di Pelabuhan Muara Baru

Kebakaran Melanda Gudang Penyimpanan Ikan di Pelabuhan Muara Baru

Megapolitan
Jumlah Pengunjung Ragunan pada Libur Waisak Capai 31.206 Orang

Jumlah Pengunjung Ragunan pada Libur Waisak Capai 31.206 Orang

Megapolitan
Sudah Sebulan 400 KK di Kampung Nelayan Marunda Alami Krisis Air Bersih

Sudah Sebulan 400 KK di Kampung Nelayan Marunda Alami Krisis Air Bersih

Megapolitan
Lift Macet akibat Kelebihan Muatan, 7 Orang Terjebak Dievakuasi Damkar Kota Bekasi

Lift Macet akibat Kelebihan Muatan, 7 Orang Terjebak Dievakuasi Damkar Kota Bekasi

Megapolitan
Cerita Anies ke Universitas Oxford Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kebijakan Publik Jakarta

Cerita Anies ke Universitas Oxford Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kebijakan Publik Jakarta

Megapolitan
Warga Bogor Dibegal Saat Pulang Kerja, Korban Dibacok, Motor dan Uangnya Raib

Warga Bogor Dibegal Saat Pulang Kerja, Korban Dibacok, Motor dan Uangnya Raib

Megapolitan
Dentuman Meriam Akan Terdengar Lagi di Depok Besok, Warga Diimbau Tak Panik

Dentuman Meriam Akan Terdengar Lagi di Depok Besok, Warga Diimbau Tak Panik

Megapolitan
Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Megapolitan
TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.