Kompas.com - 05/08/2014, 13:01 WIB
Wilayah Kampung Pulo terendam banjir akibat meluapnya Sungai Ciliwung. Selasa (5/8/2014) Kompas.com/Robertus BelarminusWilayah Kampung Pulo terendam banjir akibat meluapnya Sungai Ciliwung. Selasa (5/8/2014)
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com — Wilayah Kampung Pulo di Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, kembali terendam banjir, Selasa (5/8/2014).

Luapan Sungai Ciliwung kembali menggenangi permukiman warga setempat, setelah tinggi muka air di Bendung Katulampa Bogor berada di status Siaga II, Senin (4/8/2014) malam.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Selasa hingga pukul 11.00, air masih menggenangi sejumlah kawasan permukiman setempat. Ketinggian air bervariasi dan perlahan-lahan surut.

Permukiman yang masih cukup parah digenangi banjir adalah permukiman Gang V Kampung Pulo di RW 003. Wilayah dataran yang rendah dan berbatasan langsung dengan Sungai Ciliwung ini masih digenangi air dengan ketinggian 1 meter lebih. Kendaraan bermotor milik warga diungsikan ke jalan yang tidak terendam banjir.

Jack (40), warga RT 003 RW 003, mengatakan, meski mulai surut, banjir masih menggenangi tempat tinggalnya setinggi 180 cm. Sejak malam, ia mengungsikan benda-benda berharga ke tempat yang lebih tinggi dan lantai dua rumah yang aman dari bahaya banjir.

"Sekarang mulai surut sejak pukul 10.00 tadi. Tapi di tempat saya masih 1,8 meter. Soalnya paling dekat sama Ciliwung," kata Jack, kepada Kompas.com.

Jack menuturkan, pihak kelurahan menyebarkan informasi melalui pesan singkat ke RW dan RT yang kemudian meneruskannya kepada warga masing-masing. Dengan mendapat informasi itu, bahaya banjir bisa diminimalkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena sering terjadi, warga bisa memprediksi kedatangan banjir. Menurut Jack, banjir dari Bogor biasanya tiba di permukiman mereka dalam 12 jam. "Kalau sudah ada informasi dari RT, kita enggak kecolongan," ujar Jack.

Hujan di Depok juga sering menimbulkan banjir. Inilah yang sering tidak disangka oleh warga karena biasanya informasi tidak sampai kepada warga. Kalau sudah begitu, mereka pun pasrah jika perabotan mereka terendap kasur.

"Sering banget, paling 1 meter. Itu biasanya kalau hujan lokal di Depok dan air laut lagi pasang," kata Jack.

Meskipun demikian, warga tetap dapat beraktivitas melintasi banjir dengan bantuan perahu karet yang tersedia di permukiman tersebut. Selain itu, pasokan listrik juga tidak terputus. Menurut Jack, warga masih bisa memperoleh air bersih.

"Paling yang terganggu ibu rumah tangga. Mau masak dan ngurusin di rumah itu jadi sulit. Sama orang-orang yang tinggal ngontrak di wilayah sini dan masih di kampung. Pasti ada yang terendam barangnya," ujar Jack.

Lurah Kampung Melayu Bambang Pangestu menyebutkan, banjir di Ciliwung mulai mencapai puncaknya sekitar pukul 06.00 WIB. Ketinggian air sekitar 20 cm hingga 150 cm, dengan radius 15 meter dari bantaran kali.

Bambang mengatakan, banjir menggenangi tujuh dari delapan RW di wilayah Kampung Melayu. "Total yang terdampak itu ada tujuh RW dengan 47 RT. Jumlah KK-nya 1.508 dengan 3.427 jiwa. Dan sejauh ini, tidak ada warga yang mengungsi," kata Bambang.

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Reaktif Covid-19, 1 Demonstran di Balai Kota Tangsel Diisolasi di Pusat Karantina

Reaktif Covid-19, 1 Demonstran di Balai Kota Tangsel Diisolasi di Pusat Karantina

Megapolitan
Kota Bogor Catat 30 Kematian akibat Covid-19 Hari Ini

Kota Bogor Catat 30 Kematian akibat Covid-19 Hari Ini

Megapolitan
Pengantar Makanan Online Meninggal Dalam Perjalanan, Bungkusan Jus Itu Masih Tergantung di Motor

Pengantar Makanan Online Meninggal Dalam Perjalanan, Bungkusan Jus Itu Masih Tergantung di Motor

Megapolitan
Kebutuhan Plasma Konvalesen Tinggi, PMI Kota Tangerang Siap Jemput Bola ke Kediaman Penyintas Covid-19

Kebutuhan Plasma Konvalesen Tinggi, PMI Kota Tangerang Siap Jemput Bola ke Kediaman Penyintas Covid-19

Megapolitan
Timbulkan Masalah dan Rugikan Masyarakat, Pemkot Bogor Peringati Kontraktor Proyek Rel Ganda Bogor-Sukabumi

Timbulkan Masalah dan Rugikan Masyarakat, Pemkot Bogor Peringati Kontraktor Proyek Rel Ganda Bogor-Sukabumi

Megapolitan
Mobil Ford Mustang 1966 Terbakar di Margaguna Raya, Pondok Indah

Mobil Ford Mustang 1966 Terbakar di Margaguna Raya, Pondok Indah

Megapolitan
Wagub DKI: Pasar Sangat Rentan Terjadi Penularan Covid-19 Dibanding Mal

Wagub DKI: Pasar Sangat Rentan Terjadi Penularan Covid-19 Dibanding Mal

Megapolitan
UPDATE 26 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambar 278, Pasien Dirawat Sebanyak 7.171 Orang

UPDATE 26 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambar 278, Pasien Dirawat Sebanyak 7.171 Orang

Megapolitan
Wagub DKI: Penyaluran Bansos Tunai Sudah Capai 90 Persen

Wagub DKI: Penyaluran Bansos Tunai Sudah Capai 90 Persen

Megapolitan
Viral, Video Seorang Wanita Tipu Pemilik Warung Kelontong di Tambora dan Bawa Kabur Barang

Viral, Video Seorang Wanita Tipu Pemilik Warung Kelontong di Tambora dan Bawa Kabur Barang

Megapolitan
Penimbun Alkes di Jakbar Juga Naikkan Harga Obat Terapi Covid-19 Hampir 19 Kali Lipat

Penimbun Alkes di Jakbar Juga Naikkan Harga Obat Terapi Covid-19 Hampir 19 Kali Lipat

Megapolitan
Demonstran di Balai Kota Tangsel Tuntut agar Satpol PP yang Arogan terhadap Pedagang Ditindak

Demonstran di Balai Kota Tangsel Tuntut agar Satpol PP yang Arogan terhadap Pedagang Ditindak

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Klaim Keterisian RS Menurun, Kini di Angka 65,5 Persen

Wali Kota Bekasi Klaim Keterisian RS Menurun, Kini di Angka 65,5 Persen

Megapolitan
UPDATE 26 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 281 Kasus Baru Covid-19, 515 Pasien Sembuh

UPDATE 26 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 281 Kasus Baru Covid-19, 515 Pasien Sembuh

Megapolitan
Hingga Lusa, Sudah Ada Antrean Jenazah Pasien Covid-19 yang Akan Dikremasi di TPU Tegal Alur

Hingga Lusa, Sudah Ada Antrean Jenazah Pasien Covid-19 yang Akan Dikremasi di TPU Tegal Alur

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X