Pengacara Klaim Hafitd Sudah Melepaskan Ade Sara Sebelum Pembunuhan

Kompas.com - 02/09/2014, 14:06 WIB
Tersangka, Assyifa Ramadhani (kanan) dan Ahmad Imam Al Hafitd bersiap menjalani sidang perdana di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (19/8/2014). Pasangan kekasih ini menjadi tersangka atas pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto. Ade dianiaya dengan cara disetrum, dicekik, serta disumpal mulutnya menggunakan kertas dan tisu. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESTersangka, Assyifa Ramadhani (kanan) dan Ahmad Imam Al Hafitd bersiap menjalani sidang perdana di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (19/8/2014). Pasangan kekasih ini menjadi tersangka atas pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto. Ade dianiaya dengan cara disetrum, dicekik, serta disumpal mulutnya menggunakan kertas dan tisu.
Penulis Jessi Carina
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengacara Ahmad Imam Al Hafitd, Hendrayanto, mengatakan bahwa kliennya telah melepaskan Ade Sara Angelina Suroto sebelum pembunuhan terjadi. Itu seperti eksepsi yang dibacakan oleh tim penasihat hukum Hafitd di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2014).

"Bahwa setelah korban turun di tempat les, terdakwa sudah membiarkan korban turun dan tidak ada maksud lagi untuk membawa korban," ujar Hendrayanto.

Menurut dia, setelah itu Ade Sara beserta Assyifa Ramadhani naik kembali ke dalam mobil. Kata dia, kondisi itulah yang menjadi awal petaka yang menyebabkan Ade Sara meninggal. [Baca: Pengacara: Pasal Ini yang Harusnya Dikenakan pada Hafitd dan Assyifa]

Hendrayanto mengungkapkan, pernyataan dalam dakwaan tentang rencana menculik Ade Sara yang diucapkan Hafitd hanya untuk menenangkan Assyifa saja. Hafitd menganggap ada kesalahpahaman antara Assyifa dan Ade Sara. [Baca: Ibu: Saya Ingin Pembunuh Ade Sara Divonis yang Sejujurnya]

Hendrayanto juga membantah Hafitd sudah memiliki niat sebelumnya untuk membunuh Ade Sara. "Tidak ada niat menyakiti korban hingga menghilangkan nyawanya apalagi dengan melakukan perencanaan pembunuhan," ujar Hendrayanto.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien Antre, RSPI Sulianti Saroso Tambah Ruang Perawatan Pasien Covid-19

Pasien Antre, RSPI Sulianti Saroso Tambah Ruang Perawatan Pasien Covid-19

Megapolitan
Update 20 Januari: RS Wisma Atlet Rawat 4.651 Pasien Covid-19

Update 20 Januari: RS Wisma Atlet Rawat 4.651 Pasien Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, RS di Kota Bogor Kekurangan Ventilator

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, RS di Kota Bogor Kekurangan Ventilator

Megapolitan
Hari Ini, John Kei Bacakan Nota Keberatan atas Dakwaan Pembunuhan Berencana

Hari Ini, John Kei Bacakan Nota Keberatan atas Dakwaan Pembunuhan Berencana

Megapolitan
Permintaan Plasma Konvalesen Meningkat, 17 RS Menunggu Stok di PMI Tangsel

Permintaan Plasma Konvalesen Meningkat, 17 RS Menunggu Stok di PMI Tangsel

Megapolitan
Tak Tahu Pedagang Mogok Jualan, Pembeli Masih Cari Daging Sapi di Pasar Tangerang

Tak Tahu Pedagang Mogok Jualan, Pembeli Masih Cari Daging Sapi di Pasar Tangerang

Megapolitan
Tangsel Kehabisan Stok Plasma Konvalesen untuk Terapi Pasien Covid-19

Tangsel Kehabisan Stok Plasma Konvalesen untuk Terapi Pasien Covid-19

Megapolitan
Fakta Terbaru Kasus Mesum di RSD Wisma Atlet, Pasien Jadi Tersangka, Perawat Tak Dipidana

Fakta Terbaru Kasus Mesum di RSD Wisma Atlet, Pasien Jadi Tersangka, Perawat Tak Dipidana

Megapolitan
Kolapsnya RS Rujukan di Jabodetabek, Antrean UGD hingga Pasien Meninggal karena Telantar

Kolapsnya RS Rujukan di Jabodetabek, Antrean UGD hingga Pasien Meninggal karena Telantar

Megapolitan
Mogok Jualan, Los Pedagang Sapi di Sejumlah Pasar di Jaksel Kosong

Mogok Jualan, Los Pedagang Sapi di Sejumlah Pasar di Jaksel Kosong

Megapolitan
Catat, Hotline Layanan Covid-19 dan Rumah Sakit Rujukan di Jakarta

Catat, Hotline Layanan Covid-19 dan Rumah Sakit Rujukan di Jakarta

Megapolitan
Polemik Tingginya Harga Daging Sapi hingga Aksi Mogok Berdagang

Polemik Tingginya Harga Daging Sapi hingga Aksi Mogok Berdagang

Megapolitan
Ketika Fasilitas Kesehatan untuk Pasien Covid-19 di Jakarta Penuh Lebih Cepat dari Prediksi...

Ketika Fasilitas Kesehatan untuk Pasien Covid-19 di Jakarta Penuh Lebih Cepat dari Prediksi...

Megapolitan
Rabu Ini, Polisi Gelar Perkara Tentukan Status Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad

Rabu Ini, Polisi Gelar Perkara Tentukan Status Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Jabodetabek Mogok Jualan Mulai Hari Ini, Apa Alasannya?

Pedagang Daging Sapi Jabodetabek Mogok Jualan Mulai Hari Ini, Apa Alasannya?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X