PAM 2 Bulan Mati, Warga RW 04 Penjaringan Kesulitan Air

Kompas.com - 25/09/2014, 17:36 WIB
Instalasi pengolahan air PAM Jaya KOMPAS/LASTI KURNIAInstalasi pengolahan air PAM Jaya
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com - Wilayah Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, utamanya RW 04, mulai dilanda kekeringan akibat pasokan air PAM terhenti. Hampir dua bulan ini, pasokan air tidak sampai ke rumah-rumah warga yang bermukim di RW 04.

Salah satu warga RT 06 RW 04, Rohana (39), mengatakan, dua bulan belakangan, air PAM tidak sampai ke rumah penduduk sekitar. Rohana mengaku, tidak ada penjelasan dari pengelola air PAM terkait hal ini.

"Tahu-tahu mati saja tidak ada pemberitahuan," kata Rohana kepada Kompas.com, Kamis (25/9/2014).

Kendati demikian, Rohana mengatakan, para warga masih mendapat tagihan bulanan sebesar Rp 19.000. Terkait masalah ini, warga masih bingung untuk mengadu ke mana.

Akibatnya, warga beralih menggunakan air tanah untuk keperluan hari-hari. Namun, kondisi air tanah di sana berwarna kecoklatan dan tidak bersih.

"Air sumur susah. Kadang juga kering, akhirnya habis. Jadi kita mesti nunggu dulu baru keluar lagi. Itu juga keluar sama pasir-pasirnya," ujar Harianto (48) RT 08 RW 04.

Selain itu, ada pula yang terpaksa membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidup. Warga terpaksa memborong air dari penjual air bersih di jeriken. Dina (47), warga RT 06 RW 04 mengatakan, harga dua jeriken air sebesar Rp 3.000.

"Kalau mau cuci malah mesti Rp 9.000," ujar Dina.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Megapolitan
Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Megapolitan
Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Megapolitan
APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

Megapolitan
Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Megapolitan
Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Megapolitan
Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Megapolitan
Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Megapolitan
Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Megapolitan
Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Megapolitan
PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

Megapolitan
Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Megapolitan
Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Megapolitan
4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X