Kompas.com - 30/10/2014, 20:28 WIB
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang mempersiapkan surat pembatalan proyek monorel oleh PT Jakarta Monorail (JM). Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama.

"Kami lagi siapkan untuk jawab surat mereka. Mungkin kami mau tolak karena tidak sesuai," kata Basuki di Balaikota, Jakarta, Kamis (30/10/2014).

Ahok menjelaskan, kontrak Pemprov DKI dengan PT JM sebenarnya sudah putus sejak tahun 2011. Setelah itu, pada masa pemerintahan mantan Gubernur DKI Joko Widodo, PT JM berusaha mengajukan perbaruan kontrak kepada Pemprov DKI. Kemudian, Jokowi menerima usulan PT JM itu dengan pertimbangan demi meminimalisasi kemacetan Ibu Kota serta memperbanyak moda transportasi massal.

Hanya saja, semua persyaratan yang diberikan DKI kepada PT JM, kata Basuki, berbeda. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi PT JM adalah aspek business plan, properti, jaminan bank, dan lainnya. Menurut Basuki, PT JM belum dapat membuktikan kepada DKI bahwa mereka memiliki uang untuk membangun moda transportasi massal senilai Rp 15 triliun itu. Sebab, PT JM tidak dapat memenuhi permintaan DKI untuk memberikan jaminan sebesar 5 persen dari total investasi kepada DKI.

"Enggak usah pusing ngurusin dia (PT JM) melulu. Sama kayak kamu, kalau ada cowok melamar kamu. Kamu lagi pengen bersuami, tapi enggak jelas-jelas untuk dinikahi. (Kamu) masih mau meladeni enggak? Mendingan jomblo. He-he-he," kata Basuki.

Surat pembatalan proyek monorel oleh PT JM itu rencananya bakal dilayangkan pada November mendatang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.