Diduga Hendak Tawuran, Senjata Tajam Disita dari Puluhan Pelajar

Kompas.com - 11/11/2014, 21:03 WIB
Barang bukti berupa gir, senjata tajam dan bom molotov yang disita dari tangan pelajar SMK Bhakti Jakarta diperlihatkan di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (16/10/2012). Sebanyak 77 pelajar sekolah ini ditangkap polisi saat diduga akan melakukan tawuran. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOBarang bukti berupa gir, senjata tajam dan bom molotov yang disita dari tangan pelajar SMK Bhakti Jakarta diperlihatkan di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (16/10/2012). Sebanyak 77 pelajar sekolah ini ditangkap polisi saat diduga akan melakukan tawuran.
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Diduga hendak melakukan aksi tawuran, aparat kepolisian mengamankan puluhan pelajar di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Selasa (11/11/2014).

Puluhan pelajar ini diringkus dengan barang bukti sejumlah senjata tajam. Petugas menangkap puluhan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Jakarta tersebut saat mencegat dan menaiki truk trailer tepat di putaran Plumpang.

Saat polisi melakukan penertiban, pejalar tersebut lari berhamburan dan saat itulah petugas mendapatkan sejumlah senjata tajam. Setelah dikejar, petugas menangkap puluhan pelajar, berikut tiga tas ransel yang buang di jalan.

Ada senjata tajam jenis celurit sebanyak tiga buah, dan pedang samurai ditemukan di dalamnya. Kepala Kepolisian Sektor Koja Komisaris TP. Simangunsong, mengatakan polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap puluhan pelajar tersebut. "Kami masih lakukan pemeriksaan. Mereka memang sengaja datang untuk tawuran," kata Simangunsong, Selasa malam.


Dugaan pelajar tersebut hendak tawuran, lanjutnya, diketahui melalui pemeriksaan handphone dari salah satu pelajar yang berisi kalimat provokasi.

Para pelajar ini hendak menyerang pelajar lainnya, Rabu (12/11/2014). "Besok kita akan menjelajah STM yang ada di Jakarta, dan membuat Jakarta berdarah," kata Ac, salah satu pelajar SMK 55, dalam percakapan ponsel via BlackBerry Messenger (BBM).

Pesan BBM itu dibalas rekannya sesama pelajar sekolah yang sama, berinisial AK, "Huuu Takut jadinya." Ac pun membalas pesan BBM itu dengan menjawab: "Hahaha Biasalah," tulis Ac.

Isi percakapan dua pelajar tersebut tengah didalami petugas. Sementara ini, puluhan pelajar itu membantah hendak melakukan tawuran. "Mereka mengaku hanya untuk merayakan ulang tahun sekolah saja," ujar Simangunsong.

Petugas masih melakukan pendalaman sekolah mana yang menjadi target para pelajar itu. Namun, diduga pelajar ini hendak mencari sasaran secara acak. "Tidak jelas juga siapa sasaran mereka. Jadi asal mau bikin onar," ujar Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Koja Inspektur Satu Samsono, di tempat yang sama.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Karena Korsleting Listrik, Lima Rumah di Ulujami Dilalap Api

Karena Korsleting Listrik, Lima Rumah di Ulujami Dilalap Api

Megapolitan
Kivlan Zen Berikan Bunga kepada Wiranto Sebagai Tanda Persaudaraan

Kivlan Zen Berikan Bunga kepada Wiranto Sebagai Tanda Persaudaraan

Megapolitan
Ahok Yakin Transjakarta Sudah Tahu Cara Atasi Problem Bus Zhong Tong

Ahok Yakin Transjakarta Sudah Tahu Cara Atasi Problem Bus Zhong Tong

Megapolitan
Ini Kata Ahok soal Bus Zhong Tong yang Dulu Dia Soroti Kini Beroperasi Kembali

Ini Kata Ahok soal Bus Zhong Tong yang Dulu Dia Soroti Kini Beroperasi Kembali

Megapolitan
TPU Pondok Ranggon Kekurangan SDM untuk Pelayanan

TPU Pondok Ranggon Kekurangan SDM untuk Pelayanan

Megapolitan
Krisis Makam, TPU Pondok Ranggon Overload Pada Januari 2020

Krisis Makam, TPU Pondok Ranggon Overload Pada Januari 2020

Megapolitan
Nunung Akan Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Hari Ini

Nunung Akan Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Hari Ini

Megapolitan
Fraksi PAN Kritik Sanitasi Air di Jakarta Pada 2 Tahun Kepemimpinan Anies

Fraksi PAN Kritik Sanitasi Air di Jakarta Pada 2 Tahun Kepemimpinan Anies

Megapolitan
12 Klaim Keberhasilan Anies Selama 2 Tahun Pimpin Jakarta

12 Klaim Keberhasilan Anies Selama 2 Tahun Pimpin Jakarta

Megapolitan
Ketika Wiranto dan Kivlan Zen Disatukan Nasib, Berseteru dan Bersimpati di RSPAD

Ketika Wiranto dan Kivlan Zen Disatukan Nasib, Berseteru dan Bersimpati di RSPAD

Megapolitan
Catatan Fraksi PDI-P di 2 Tahun Kepemimpinan Anies, dari Penanganan Banjir hingga Rumah DP 0 Rupiah

Catatan Fraksi PDI-P di 2 Tahun Kepemimpinan Anies, dari Penanganan Banjir hingga Rumah DP 0 Rupiah

Megapolitan
Anies Klaim Tingkat Kemacetan Jakarta pada 2018 Menurun dibandingkan 2017

Anies Klaim Tingkat Kemacetan Jakarta pada 2018 Menurun dibandingkan 2017

Megapolitan
Evaluasi 2 Tahun Anies Jadi Gubernur, PKS Sebut Realisasi Rumah DP 0 Lambat

Evaluasi 2 Tahun Anies Jadi Gubernur, PKS Sebut Realisasi Rumah DP 0 Lambat

Megapolitan
Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Tanah Abang-Bogor Merupakan PHL Pemkot Jakarta Barat

Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Tanah Abang-Bogor Merupakan PHL Pemkot Jakarta Barat

Megapolitan
Regulasi Sudah Dipermudah, Pemerintah Harap Banyak Kapal Pesiar Asing Masuk Indonesia

Regulasi Sudah Dipermudah, Pemerintah Harap Banyak Kapal Pesiar Asing Masuk Indonesia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X