Bareskrim Terima Surat Permohonan Rehabilitasi Tessy

Kompas.com - 12/11/2014, 17:44 WIB
Kasubdit 1 Direktorat Narkotika Mabes Polri Agus Rochmat (kiri) menunjukkan barang bukti alat hisap dan dua bungkus narkotika jenis sabu seberat 1,06 gram dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/10/2014). Barang bukti ini disita dalam sebuah penggrebekan di Bekasi yang melibatkan tiga orang berinisial SP, AJ dan KB alias T yang merupakan seorang artis pelawak. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESKasubdit 1 Direktorat Narkotika Mabes Polri Agus Rochmat (kiri) menunjukkan barang bukti alat hisap dan dua bungkus narkotika jenis sabu seberat 1,06 gram dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/10/2014). Barang bukti ini disita dalam sebuah penggrebekan di Bekasi yang melibatkan tiga orang berinisial SP, AJ dan KB alias T yang merupakan seorang artis pelawak.
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Surat permohonan rehabilitasi pelawak Tessy alias Kabul Basuki sudah diterima penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri.

"Pengajuan untuk permohonan rehabilitasi sudah diterima," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Ronny F Sompie, di Jakarta, Rabu (12/11/2014), seperti dikutip Antara.

Selanjutnya, menurut Ronny, permohonan tersebut akan diajukan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk tahap penilaian. Penilaian tersebut untuk menentukan apakah Tessy layak direhabilitasi atau tidak.

Menurut dia, Tessy layak direhabilitasi bila benar-benar terbukti sebagai penyalah guna. Penilaian ini akan dilakukan oleh tim penilai yang terdiri atas penyidik, dokter, dan psikolog.

Sementara penyidikan terhadap Tessy dan dua rekannya, PS dan AJ, hingga kini masih terus berlangsung. (Baca: Meski Direhabilitasi, Proses Hukum terhadap Tessy Akan Tetap Berjalan)

Pada Kamis (23/10/2014), Tessy bersama dua rekannya, PS dan AJ, diringkus penyidik Bareskrim Polri saat ketiganya kedapatan mengonsumsi sabu bersama.

Polisi menyita dua bungkus kristal putih diduga sabu seberat 1,06 gram, dua alat isap sabu, satu mobil Mercy warna silver, buku tabungan Bank BCA atas nama Kabul Basuki, dan tiga telepon seluler milik tersangka.



Sumber Antara
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Klaster dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua di DKI, Kemenhub Klaim Sudah Taat Protokol

Jadi Klaster dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua di DKI, Kemenhub Klaim Sudah Taat Protokol

Megapolitan
Akhir Pekan, Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Tembus 1.000 Orang

Akhir Pekan, Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Tembus 1.000 Orang

Megapolitan
UPDATE 19 September: Bertambah 932, Kasus Positif Covid-19 di DKI Jadi 61.807

UPDATE 19 September: Bertambah 932, Kasus Positif Covid-19 di DKI Jadi 61.807

Megapolitan
Ungkap Kasus Pelecehan dan Pemerasan Penumpang, Pihak Bandara Persilakan Polisi Periksa CCTV

Ungkap Kasus Pelecehan dan Pemerasan Penumpang, Pihak Bandara Persilakan Polisi Periksa CCTV

Megapolitan
Rektor IPB University Positif Covid-19

Rektor IPB University Positif Covid-19

Megapolitan
Positif Covid-19, Jenazah Camat Kelapa Gading Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon

Positif Covid-19, Jenazah Camat Kelapa Gading Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon

Megapolitan
Camat Kelapa Gading Meninggal karena Covid-19

Camat Kelapa Gading Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Hilang Selama Sehari, Jasad Remaja Putri Ditemukan di Sungai Citarum

Hilang Selama Sehari, Jasad Remaja Putri Ditemukan di Sungai Citarum

Megapolitan
Hingga Hari Kelima PSBB DKI, Pemprov Tutup Sementara 37 Perusahaan

Hingga Hari Kelima PSBB DKI, Pemprov Tutup Sementara 37 Perusahaan

Megapolitan
Kimia Farma Telusuri Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta

Kimia Farma Telusuri Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Klaster Dinkes DKI Jakarta, 22 Pegawai Positif Covid-19

Klaster Dinkes DKI Jakarta, 22 Pegawai Positif Covid-19

Megapolitan
6 Pejabat Pemprov DKI Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

6 Pejabat Pemprov DKI Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Megapolitan
Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Megapolitan
Ketika Anggota Ormas Mengaku 'Aparat' Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Ketika Anggota Ormas Mengaku "Aparat" Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Megapolitan
2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X