Kompas.com - 13/01/2015, 16:15 WIB
Peserta dari Jawa Tengah pada Festival Nasional Musik Tradisi Anak, Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, 19-21 Mei 2014. Violi NurlilaPeserta dari Jawa Tengah pada Festival Nasional Musik Tradisi Anak, Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, 19-21 Mei 2014.
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pengelola Pusat Kesenian Jakarta (PKJ), Bambang Subekti, menganggap nomenklatur Unit Pengelola Teknis (UPT) salah. Menurut dia, nomenklatur UPT tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam Taman Ismail Marzuki (TIM).

"Nomenklatur dari UPT salah. Nomeklaturnya adalah tata laksana organisasi pengelolaan PKJ TIM, padahal di dalamnya ada gedung seni, ada wayang orang Bharata, dan lain-lain," kata Bambang saat ditemui di TIM, Selasa, (13/1/2015). [Baca: Soal TIM, UPT dan PKJ Diharapkan Berjalan Bersama]

Bambang mengatakan nomenklatur tersebut harus diubah terlebih dahulu. Ia manambahkan bahwa tugas UPT ternyata mengambil alih tugas Badan Pengelola PKJ dan belum jelas apakah Badan Pengelola PKJ akan dibubarkan atau tidak. "Apakah bila dibubarkan UPT sudah siap menangani organisasi yang besar seperti ini?" ujar dia. 

Bambang berharap UPT dan PKJ dapat berjalan bersama dalam pengelolaan TIM. Menurut Bambang, perlu ada sinkronisasi antara UPT dan Badan Pengelola PKJ karena UPT belum memiliki rekam jejak berkaitan dengan pengelolaan TIM.

"Kita harus akui PKJ telah mengelola TIM selama 46 tahun dan telah melahirkan banyak seniman. Sementara UPT ini kan belum punya track record dan apakah mereka paham betul dengan tugas-tugas dari PKJ," Bambang menjelaskan.

Hingga kini Pemerintah DKI belum menjelaskan peran UPT dalam pengelolaan TIM dan sinkronisasinya dengan Badan Pengelola PKJ.

Oleh karena itu, malam ini dijadwalkan pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjajaha Purnama (Ahok), untuk membahas hal tersebut. Pertemuan akan dilaksanakan pukul 19.00 WIB di Galeri Cipta II, TIM.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diberitakan sebelumnya, para seniman TIM sepakat menolak Peraturan Gubernur No 109 Tahun 2014 tentang Pembentukan Organisasi Kerja Unit pengelola PKJ TIM yang akan mengambil alih pengelolaan TIM dari mereka. Para seniman berpendapat kehadiran UPT akan mengerdilkan kebebasan berkarya. [Baca: Disparbud DKI: Kami Tak Akan Campuri Aktivitas Seniman, apalagi Mengerdilkan]



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Kirim Surat soal BST Telat Cair, Risma Sindir Perbaikan Data di Jakarta

Anies Kirim Surat soal BST Telat Cair, Risma Sindir Perbaikan Data di Jakarta

Megapolitan
Tak Ada Perubahan, Ini Aturan Lengkap Perpanjangan PPKM Level 4 di Jakarta

Tak Ada Perubahan, Ini Aturan Lengkap Perpanjangan PPKM Level 4 di Jakarta

Megapolitan
Desakan agar Kejaksaan Segera Ungkap Dugaan Korupsi di Dinas Damkar Depok Menguat

Desakan agar Kejaksaan Segera Ungkap Dugaan Korupsi di Dinas Damkar Depok Menguat

Megapolitan
UPDATE: Kasus Baru Covid-19 di Depok Kembali Tembus 1.000

UPDATE: Kasus Baru Covid-19 di Depok Kembali Tembus 1.000

Megapolitan
UPDATE: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Tambah 248, Pasien Aktif Ada 4.493 Orang

UPDATE: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Tambah 248, Pasien Aktif Ada 4.493 Orang

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Pengendara Sedan Halangi Ambulans di Pamulang | PPKM Diperpanjang, Jakarta Masih Berstatus Level 4

[POPULER JABODETABEK] Pengendara Sedan Halangi Ambulans di Pamulang | PPKM Diperpanjang, Jakarta Masih Berstatus Level 4

Megapolitan
BMKG: Sebagian Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang Hujan Hari Ini

BMKG: Sebagian Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang Hujan Hari Ini

Megapolitan
PAUD di Cipayung Gelar Belajar Tatap Muka Saat PPKM karena Desakan Orangtua Murid

PAUD di Cipayung Gelar Belajar Tatap Muka Saat PPKM karena Desakan Orangtua Murid

Megapolitan
Vaksinasi Anak di Bekasi Dimulai, Peserta Wajib Bawa Formulir Persetujuan Orang Tua

Vaksinasi Anak di Bekasi Dimulai, Peserta Wajib Bawa Formulir Persetujuan Orang Tua

Megapolitan
PPN Sewa Toko Dihapus, Hippindo Minta PPh Final Sewa Juga Dibebaskan

PPN Sewa Toko Dihapus, Hippindo Minta PPh Final Sewa Juga Dibebaskan

Megapolitan
Guru Dikerahkan Jadi Tenaga Administrasi dalam Vaksinasi Siswa di Jakarta Barat

Guru Dikerahkan Jadi Tenaga Administrasi dalam Vaksinasi Siswa di Jakarta Barat

Megapolitan
Anies Kirim Surat soal BST Telat Cair karena Data Dobel Kemensos, Ini Respons Risma

Anies Kirim Surat soal BST Telat Cair karena Data Dobel Kemensos, Ini Respons Risma

Megapolitan
Terima 47 Aduan soal Pungli, Wali Kota Tangerang: Yang Potong Bansos Kami Tindak

Terima 47 Aduan soal Pungli, Wali Kota Tangerang: Yang Potong Bansos Kami Tindak

Megapolitan
Pemprov DKI Tegaskan Mal Masih Tutup Selama PPKM Level 4 Kecuali untuk Layanan Online

Pemprov DKI Tegaskan Mal Masih Tutup Selama PPKM Level 4 Kecuali untuk Layanan Online

Megapolitan
Volume Kendaraan di 3 Gerbang Tol Arah Jakarta Turun Saat PPKM Level 4

Volume Kendaraan di 3 Gerbang Tol Arah Jakarta Turun Saat PPKM Level 4

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X