Kompas.com - 26/01/2015, 13:18 WIB
Sejumlah teknisi Mitsubishi Indonesia didampingi petugas Satlantas Polres Metro Jaksel memeriksa Mitsubishi Outlander B 1658 PJE, di Mapolres Metro Jaksel, Senin (26/1/2015). Mobil tersebut adalah mobil yang dikemudikan oleh Christopher Daniel Syarief (22), tersangka kecelakaan maut di Jalan Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Selasa (20/1/2015) pekan lalu Alsadad RudiSejumlah teknisi Mitsubishi Indonesia didampingi petugas Satlantas Polres Metro Jaksel memeriksa Mitsubishi Outlander B 1658 PJE, di Mapolres Metro Jaksel, Senin (26/1/2015). Mobil tersebut adalah mobil yang dikemudikan oleh Christopher Daniel Syarief (22), tersangka kecelakaan maut di Jalan Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Selasa (20/1/2015) pekan lalu
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Agen Pemegang Merek (APM) Mitsubishi akan memerika mobil Mitsubishi Outlander yang menyebabkan kecelakaan yang menewaskan empat orang di Pondok Indah. Mobil bercat putih itu akan diperiksa guna mengetahui kondisi kendaraan.

Kasat Lantas Polres Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Sutimin mengatakan, selain untuk mengetahui kondisi kendaraan, pemeriksaan terhadap Outlander juga untuk mengetahui kecepatan mobil sebelum, sesaat dan setelah terjadinya kecelakaan. Selain itu, dapat diketahui apakah fungsi rem dan roda bekerja dengan baik pada saat terjadinya benturan.

"Di mobil itu kan ada chip-nya, nanti chip-nya diperiksa di kantor Mistubishi untuk mengukur kecepatan mobil," kata Sutimin saat dihubungi di Mapolda Metro Jaya, Senin (26/1/2016).

Hal-hal lain yang juga akan diperiksa, kata Sutimin adalah airbag dan fasilitas-fasilitas lain yang berkaitan dengan terjadinya kecelakaan. Diketahui, mobil Outlander yang kemudikan Christopher adalah tipe PX yang dilengkapi fitur triptonic. Kendaraan tersebut juga dilengkapi fitur seperti Antilock Braking System (ABS), Electronic Brake Distribution (EBD), dan brake over ride. Artinya, jika pedal gas ditekan bersamaan dengan pedal rem, maka komputer akan membaca perintah untuk mengerem.

Sebagai pembanding, polisi juga melibatkan tim Traffic Accident Analysist (TAA) untuk mengetahui berapa kecepatan. Tim TAA juga tengah mendalami apakah Christoper melakukan pengereman pada saat terjadinya kecelakaan tersebut.

Menurut keterangan saksi mata, kendaraan itu melaju dalam kecepatan yang cukup tingi dan tidak ada upaya untuk mengerem. Tetapi, kecepatan sebenarnya masih dalam proses penyidikan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bela Anies yang Diberi Rapor Merah, Wagub DKI: Tanya Masyarakat, Jakarta Semakin Baik...

Bela Anies yang Diberi Rapor Merah, Wagub DKI: Tanya Masyarakat, Jakarta Semakin Baik...

Megapolitan
Beri Rapor Merah untuk Anies, LBH Sebut Sulit Punya Tempat Tinggal di Jakarta

Beri Rapor Merah untuk Anies, LBH Sebut Sulit Punya Tempat Tinggal di Jakarta

Megapolitan
LBH Jakarta Sebut Pemprov DKI Masih Setengah Hati Tangani Pandemi Covid-19

LBH Jakarta Sebut Pemprov DKI Masih Setengah Hati Tangani Pandemi Covid-19

Megapolitan
Kantor Pinjol Ilegal di Kepala Gading Sepi Saat Digerebek, Ternyata Pegawainya WFH

Kantor Pinjol Ilegal di Kepala Gading Sepi Saat Digerebek, Ternyata Pegawainya WFH

Megapolitan
Polisi Sebut Perusahaan Pinjol Ilegal di Kelapa Gading Ancam Nasabah dengan Gambar Porno

Polisi Sebut Perusahaan Pinjol Ilegal di Kelapa Gading Ancam Nasabah dengan Gambar Porno

Megapolitan
Korsleting Panel Listrik Instalasi AC, Lantai 15 Gedung Wika Terbakar

Korsleting Panel Listrik Instalasi AC, Lantai 15 Gedung Wika Terbakar

Megapolitan
Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Kelapa Gading, Polisi Amankan 4 Karyawan

Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Kelapa Gading, Polisi Amankan 4 Karyawan

Megapolitan
Kondisi Mahasiswa yang Dibanting Polisi Saat Demo: Jauh Lebih Baik, Masih Harus Kontrol Kesehatan

Kondisi Mahasiswa yang Dibanting Polisi Saat Demo: Jauh Lebih Baik, Masih Harus Kontrol Kesehatan

Megapolitan
Polisi Tangkap Penusuk Remaja yang Sedang Pacaran di Tambun Utara

Polisi Tangkap Penusuk Remaja yang Sedang Pacaran di Tambun Utara

Megapolitan
Polisi Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Kelapa Gading, Kelola 4 Aplikasi

Polisi Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Kelapa Gading, Kelola 4 Aplikasi

Megapolitan
Sekolah Tatap Muka di Depok, Satu Siswa SMPN 10 Positif Covid-19

Sekolah Tatap Muka di Depok, Satu Siswa SMPN 10 Positif Covid-19

Megapolitan
Pemprov DKI Siagakan 67 Pompa di Underpass Antisipasi Banjir

Pemprov DKI Siagakan 67 Pompa di Underpass Antisipasi Banjir

Megapolitan
Bamus Betawi Apresiasi Langkah Cepat Polisi Tangkap Pelaku Penghinaan

Bamus Betawi Apresiasi Langkah Cepat Polisi Tangkap Pelaku Penghinaan

Megapolitan
Pemkot Tangsel Berencana Sediakan Bahasa Isyarat di Pusat Pelayanan Publik

Pemkot Tangsel Berencana Sediakan Bahasa Isyarat di Pusat Pelayanan Publik

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Saya Sangat Menantikan Dipanggil Badan Kehormatan

Ketua DPRD DKI: Saya Sangat Menantikan Dipanggil Badan Kehormatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.