Kompas.com - 28/01/2015, 15:45 WIB
Christopher Daniel, pengendara Mitsubishi Outlander mendatangi gedung BNN untuk pemeriksaan urine, Rabu (21/1/2015) Wartakota/Mohamad YusufChristopher Daniel, pengendara Mitsubishi Outlander mendatangi gedung BNN untuk pemeriksaan urine, Rabu (21/1/2015)
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka tabrakan maut Pondok Indah, Christopher Daniel Sjarif, dinilai cerdik dan pintar. Sesaat setelah kejadian, dia mengaku kepada polisi bahwa dia memakai LSD beberapa jam sebelum kecelakaan.

Artinya, dalam hukum, kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Eko Dananto, kecelakaan yang melibatkan Christopher patut dipertimbangkan karena dalam keadaan kurang sadar saat mengemudi.

Lalu tak ada barang bukti LSD yang bisa membuatnya dijerumuskan sebagai bandar. Akibatnya, apabila pengakuan tadi ditelan begitu saja oleh polisi, Christopher bisa melepaskan diri dari perkara lalu lintasnya.

"Dia sewa pengacara saja yang pintar, bisa lolos itu," kata Eko Dananto, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (27/1/2015).

Kedua, Christopher tak mungkin terjerat kasus narkoba sebagai bandar. Sebab, polisi tak menemukan barang bukti. Artinya, paling tidak, Christopher justru akan masuk rehabilitasi saja karena cuma pemakai.

Beruntung polisi melakukan tes urine, darah, dan kejiwaan sehingga ketahuan bahwa Christopher dalam kondisi sadar penuh. Ia pun tak sedang dalam pengaruh narkoba.

"Makanya, pikiran orang ini cerdas sekali. Tapi kalau sudah negatif hasil urinenya, dia pasti akan terjerat kasus lalu lintasnya yang menyebabkan kematian," ujar Eko.

Gara-gara pengakuan cerdik Christopher ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Martinus Sitompul dibuat kerepotan saat diberondong pertanyaan wartawan dalam jumpa pers tadi siang.

Martinus dianggap memberikan informasi yang salah. Sebab, Martinus pula yang pertama kali memastikan bahwa Christopher memakai narkoba. Kemudian, Martinus mengakui kesalahannya dan meralatnya di depan wartawan.

Nantinya, Christopher akan dijerat Pasal 310 ayat 2 dan 4 jo Pasal 312 dan 311 ayat 2 dan 3 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan. Ancaman maksimalnya adalah pidana 12 tahun penjara.

Sebelumnya, Christopher Daniel Sjarif menewaskan empat orang dalam kecelakaan di Pondok Indah, Selasa (20/1/2015). Dia menabrakkan mobil Outlander Sport milik rekannya ke motor dan mobil di sana. (Theo Yonathan Simon Laturiuw)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Warta Kota
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 2 Jakarta Diperpanjang, Jemaah di Tempat Ibadah Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

PPKM Level 2 Jakarta Diperpanjang, Jemaah di Tempat Ibadah Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

Megapolitan
Satu Sekolah di Jakarta Utara Tetap Gelar PTM Usai Siswanya Positif Covid-19

Satu Sekolah di Jakarta Utara Tetap Gelar PTM Usai Siswanya Positif Covid-19

Megapolitan
Kronologi Pencuri Bobol Kafe di Kemang: Tepergok, Serang Petugas Sekuriti, Berakhir Dihajar Massa

Kronologi Pencuri Bobol Kafe di Kemang: Tepergok, Serang Petugas Sekuriti, Berakhir Dihajar Massa

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Naik, Pernah 0 pada Akhir Desember, Kini di Atas 20 Per Hari

Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Naik, Pernah 0 pada Akhir Desember, Kini di Atas 20 Per Hari

Megapolitan
Bantah Datangi Fatia dan Haris Azhar untuk Jemput Paksa, Polisi: Kami Lakukan Tindakan Persuasif

Bantah Datangi Fatia dan Haris Azhar untuk Jemput Paksa, Polisi: Kami Lakukan Tindakan Persuasif

Megapolitan
Pengeroyokan Anggota TNI di Jakarta Utara hingga Tewas, Pelaku Kesal karena Tak Ditanggapi Saat Bertanya

Pengeroyokan Anggota TNI di Jakarta Utara hingga Tewas, Pelaku Kesal karena Tak Ditanggapi Saat Bertanya

Megapolitan
Angka Kemiskinan di Jakarta Turun untuk Pertama Kalinya sejak Pandemi Covid-19

Angka Kemiskinan di Jakarta Turun untuk Pertama Kalinya sejak Pandemi Covid-19

Megapolitan
Pasien Covid-19 Melonjak Lebih dari 2.000 Persen dalam Sebulan, Wisma Atlet Tambah Tower Isolasi

Pasien Covid-19 Melonjak Lebih dari 2.000 Persen dalam Sebulan, Wisma Atlet Tambah Tower Isolasi

Megapolitan
Ada ASN Positif Covid-19, Pemkot Gelar Tes Antigen Massal di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat

Ada ASN Positif Covid-19, Pemkot Gelar Tes Antigen Massal di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat

Megapolitan
Kasus Omicron di Tangsel Bertambah, Penularan lewat Transmisi Lokal

Kasus Omicron di Tangsel Bertambah, Penularan lewat Transmisi Lokal

Megapolitan
Pencopetan di Terminal Pulogadung Terekam Kamera Warga, Pelaku Diduga Kerap Nongkrong di Sana

Pencopetan di Terminal Pulogadung Terekam Kamera Warga, Pelaku Diduga Kerap Nongkrong di Sana

Megapolitan
Pelaku Pembacokan Rentenir hingga Tewas di Tangsel Ditetapkan sebagai Tersangka

Pelaku Pembacokan Rentenir hingga Tewas di Tangsel Ditetapkan sebagai Tersangka

Megapolitan
Selain Fatia, Haris Azhar Juga Dijemput Paksa Polisi untuk Pemeriksaan Pencemaran Nama Baik Luhut

Selain Fatia, Haris Azhar Juga Dijemput Paksa Polisi untuk Pemeriksaan Pencemaran Nama Baik Luhut

Megapolitan
BPBD DKI Jakarta: Waspada Cuaca Ekstrem pada 17-22 Januari 2022

BPBD DKI Jakarta: Waspada Cuaca Ekstrem pada 17-22 Januari 2022

Megapolitan
Kawasan KBT Diajukan Jadi Lokasi Street Race di Jakarta Timur

Kawasan KBT Diajukan Jadi Lokasi Street Race di Jakarta Timur

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.