Aduan ke Ahok, dari Curhat Negara hingga Anggota PDI-P yang Minta Dijadikan Staf

Kompas.com - 11/03/2015, 15:53 WIB
Basuki Tjahaja Purnama saat persiapan pelantikan dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta sisa masa jabatan 2012-2017, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/11/2014). Basuki yang akrab disapa Ahok merupakan gubernur ketiga yang dilantik langsung oleh presiden setelah Ali Sadikin yang dilantik Presiden Soekarno dan Sri Sultan Hamengku Buwono X yang dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA DANY PERMANABasuki Tjahaja Purnama saat persiapan pelantikan dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta sisa masa jabatan 2012-2017, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/11/2014). Basuki yang akrab disapa Ahok merupakan gubernur ketiga yang dilantik langsung oleh presiden setelah Ali Sadikin yang dilantik Presiden Soekarno dan Sri Sultan Hamengku Buwono X yang dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Berbagai aduan serta permohonan bantuan disampaikan warga maupun yayasan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama. Tak hanya aduan serius perihal sengketa tanah atau tentang perilaku pejabat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di wilayah, tetapi juga aduan dan permohonan warga yang "menggelitik".

Salah satu contohnya adalah seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Hongkong. Pengirim yang surat bernama Winda itu mencurahkan kegundahan hatinya kepada Basuki karena tak sedikit warga di sana yang merendahkan Indonesia. Winda berkirim surat kepada Basuki ke Balai Kota dengan tulisan tangan yang ditulisnya di sebuah kertas folio.

"Sebelumnya saya minta maaf Pak, mungkin saya terlalu berani atau tidak sopan mengirimkan surat ini. Entah majikan saya mendengar berita di TV, tiba-tiba berkata dengan saya kalau bangsa ini miskin, wah hati saya sakit banget, Pak. Saya kira cukup sekian curhatan dari saya semoga dengan ini semua bisa untuk bahan perbaikan yang berkepentingan agar Indonesia harum di mata dunia. Sekali lagi, saya mohon maaf atas kelancangan saya karena saya rasa Bapak Basukilah yang tepat menerima curhatan saya," begitu inti tulisan Winda. 

Salah seorang staf Sekretariat Gubernur DKI, Maruhal, mengatakan, jika Basuki mendapat surat curhat seperti ini, biasanya surat itu sekadar dibaca saja. Sebab, di dalam surat itu, tidak ada hal yang perlu ditindaklanjuti.

Sementara itu, Syafruddin, yang mengaku sebagai anggota PDI-P dari Sibolga, memohon agar Ahok menjadikannya sebagai staf khusus. Dalam surat itu, Syafruddin mengaku ingin membantu Basuki menyelesaikan permasalahan kemacetan di Ibu Kota.

Masih di dalam suratnya, ia mengklaim memiliki berbagai ide penyelesaian kemacetan Jakarta tanpa harus mengeluarkan banyak biaya, sementara anggaran yang keluar hanya untuk pembuatan perda maupun pergub serta sosialisasi di media televisi.

Sebelumnya, Syafruddin juga pernah berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Lucu-lucu surat-surat yang masuk ke sini," kata Maruhal, Rabu (11/3/2015). 

Selain dua surat tersebut, ada surat permohonan lainnya, seperti permohonan agar dijadikan pegawai negeri sipil (PNS) DKI, permohonan agar Lurah Duri Pulo jadi saksi di Polda Metro Jakarta Pusat terkait sengketa tanah, dan lain-lain.

Selain keluhan dan pengaduan warga, ada juga warga maupun yayasan yang memohon bantuan berupa dana hingga ucapan terima kasih, seperti permohonan bantuan dana kegiatan ekspedisi gunung di Nepal yang membutuhkan uang Rp 14 juta, ucapan terima kasih atas kepercayaan dukungan dan kerja sama yang telah diberikan Gubernur atas pelaksanaan ekspedisi offroad, dan lain-lain.

Dokumen-dokumen itu masuk pada saat Basuki absen dalam menjalankan aktivitasnya di Balai Kota. Selama dua hari kemarin Basuki tidak masuk, sudah sebanyak 500 surat yang harus dibaca, ditandatangani, maupun didisposisi Basuki.

Khusus untuk mereka yang meminta bantuan dana seperti pembiayaan sekolah atau kesehatan, Basuki akan memeriksanya terlebih dahulu dengan menginstruksikan staf turun ke lapangan. Jika terbukti aduan itu benar, pihaknya bakal segera membantu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pukul 9.00 WIB, PN Jaktim Lanjutkan Sidang Murnaman Terkait Terorisme

Pukul 9.00 WIB, PN Jaktim Lanjutkan Sidang Murnaman Terkait Terorisme

Megapolitan
2 Pengeroyok Polisi di Pondok Indah Ditangkap, Pelaku Kakak Adik

2 Pengeroyok Polisi di Pondok Indah Ditangkap, Pelaku Kakak Adik

Megapolitan
Kebakaran di Tambora, Satu Keluarga Tewas

Kebakaran di Tambora, Satu Keluarga Tewas

Megapolitan
Polres Jaksel Tangkap 2 Pengeroyok Polisi di Pondok Indah

Polres Jaksel Tangkap 2 Pengeroyok Polisi di Pondok Indah

Megapolitan
Rabu Subuh, 4 Rumah di Tambora Terbakar

Rabu Subuh, 4 Rumah di Tambora Terbakar

Megapolitan
UPDATE: Tambah 2 Kasus di Kota Tangerang, 14 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 2 Kasus di Kota Tangerang, 14 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Potret Banjir Rob Jakarta | Adu Mulut antara Anggota DPRD DKI dan Direksi PT Transjakarta

[POPULER JABODETABEK] Potret Banjir Rob Jakarta | Adu Mulut antara Anggota DPRD DKI dan Direksi PT Transjakarta

Megapolitan
UPDATE: Tambah 2 Kasus di Tangsel, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 2 Kasus di Tangsel, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Hari Ini, 10.000 Buruh Gelar Unjuk Rasa Tagih Janji Anies Naikkan UMP

Hari Ini, 10.000 Buruh Gelar Unjuk Rasa Tagih Janji Anies Naikkan UMP

Megapolitan
Wali Kota Jakut: Tanggul Kawasan Dermaga dan Muara Perlu Ditinggikan

Wali Kota Jakut: Tanggul Kawasan Dermaga dan Muara Perlu Ditinggikan

Megapolitan
KNKT Turun Tangan Setelah 500-an Kecelakaan Bus Transjakarta...

KNKT Turun Tangan Setelah 500-an Kecelakaan Bus Transjakarta...

Megapolitan
Periode Natal dan Tahun Baru 2022, Polres Tangsel Gelar Razia Prokes Covid-10

Periode Natal dan Tahun Baru 2022, Polres Tangsel Gelar Razia Prokes Covid-10

Megapolitan
Mobil Honda HRV Hangus Terbakar di Tol Dalam Kota Slipi

Mobil Honda HRV Hangus Terbakar di Tol Dalam Kota Slipi

Megapolitan
Dua Rumah Terbakar di Tamansari dan Tambora, Diduga akibat Korsleting Listrik

Dua Rumah Terbakar di Tamansari dan Tambora, Diduga akibat Korsleting Listrik

Megapolitan
Duduk Perkara Pebalap Liar Keroyok Polisi di Pondok Indah

Duduk Perkara Pebalap Liar Keroyok Polisi di Pondok Indah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.