Kompas.com - 07/04/2015, 11:07 WIB
Tersangka tindak pindana pencucian uang kasus trans jakarta, Udar Pristono, membacakan pembelaannya dalam sidang PK di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2015). Jessi CarinaTersangka tindak pindana pencucian uang kasus trans jakarta, Udar Pristono, membacakan pembelaannya dalam sidang PK di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2015).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Sidang praperadilan yang diajukan Udar Pristono terhadap tujuh pihak terkait pengadaan bus transjakarta kembali digelar pada Selasa (7/4/2015) pagi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun, sidang yang dimulai pukul 10.20 hanya berlangsung lima menit saja.

Praperadilan yang dipimpin oleh Hakim Hendriani Effendi ini menjadwalkan jawaban dari para tergugat atas gugatan yang dilakukan Udar. Udar diperbolehkan tidak hadir dan hanya diwakili kuasa hukumnya.

Sesaat setelah sidang dibuka, Hakim Hendriani meminta berkas jawaban pada pihak tergugat. Seperti pada sidang sebelumnya, dari tujuh pihak yang digugat, hanya lima tergugat yang hadir memberikan jawaban.

Setelah semua berkas jawaban terkumpul, Hakim Hendriani mengingatkan kepada para pihak tergugat untuk memberikan berkas kepada pihak Udar melalui kuasa hukum yang mewakilinya. Namun, para tergugat tidak melampirkan jawaban untuk diberikan kepada pihak Udar.

"Sebenarnya semua berkas jawaban untuk diberikan pada hakim sudah lengkap, hanya saja, kita tidak menyediakan berkas untuk pihak penggugat. Kita janjikan berkas itu diberikan besok," sebut Gunawan, wakil dari BPK RI.

Lima menit setelah sidang dibuka, Hakim Hendriani langsung menutup sidang karena menilai agenda penerimaan jawaban dari pihak tergugat sudah terpenuhi.

"Sidang kita tutup, kembali dilanjutkan besok pukul 10 pagi dengan agenda pengajuan bukti tertulis baik dari penggugat atau tergugat," sebut Hakim Hendriani lalu mengetok palu menutup sidang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies: Jangan Pernah Matikan Kritik

Anies: Jangan Pernah Matikan Kritik

Megapolitan
Kejaksaan Periksa 5 Saksi Kasus Dugaan Pemerasan oleh Pegawai Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta

Kejaksaan Periksa 5 Saksi Kasus Dugaan Pemerasan oleh Pegawai Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Empat Pelajar di Bekasi Tersengat Listrik Saat Perbaiki Kabel Jaringan WiFi

Empat Pelajar di Bekasi Tersengat Listrik Saat Perbaiki Kabel Jaringan WiFi

Megapolitan
Transjakarta Berikan Apresiasi ke Sopir Bus yang Berhasil Cegah Perempuan Bunuh Diri

Transjakarta Berikan Apresiasi ke Sopir Bus yang Berhasil Cegah Perempuan Bunuh Diri

Megapolitan
Penularan Covid-19 pada Anak Rendah Jadi Alasan Pemprov DKI Lanjutkan PTM 100 Persen

Penularan Covid-19 pada Anak Rendah Jadi Alasan Pemprov DKI Lanjutkan PTM 100 Persen

Megapolitan
Polisi Akan Selidiki Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang

Polisi Akan Selidiki Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang

Megapolitan
Sopir Transjakarta Selamatkan Warga yang Hendak Bunuh Diri di Jembatan Dua Jakarta Barat

Sopir Transjakarta Selamatkan Warga yang Hendak Bunuh Diri di Jembatan Dua Jakarta Barat

Megapolitan
Anies Baswedan Berharap Jakarta Jadi Pusat Ekonomi Berskala Global

Anies Baswedan Berharap Jakarta Jadi Pusat Ekonomi Berskala Global

Megapolitan
Banyak Pasien Covid-19 Tak Bergejala Berat, Wali Kota Tangerang: Vaksinasi Sangat Membantu

Banyak Pasien Covid-19 Tak Bergejala Berat, Wali Kota Tangerang: Vaksinasi Sangat Membantu

Megapolitan
Pesepeda Meninggal di Jalan Raya Pasar Minggu, Diduga Korban Tabrak Lari

Pesepeda Meninggal di Jalan Raya Pasar Minggu, Diduga Korban Tabrak Lari

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Ini Daftar 21 Rumah Sakit Rujukan di Depok

Kasus Covid-19 Melonjak, Ini Daftar 21 Rumah Sakit Rujukan di Depok

Megapolitan
Ruko di Cengkareng Kebakaran, 70 Personel Berupaya Padamkan Api

Ruko di Cengkareng Kebakaran, 70 Personel Berupaya Padamkan Api

Megapolitan
Polisi Minta Pedagang Tak Takut Melaporkan Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang

Polisi Minta Pedagang Tak Takut Melaporkan Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang

Megapolitan
Pedagang di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang Kerap Ditarik Pungli oleh Preman

Pedagang di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang Kerap Ditarik Pungli oleh Preman

Megapolitan
Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang, PKL Diminta Rp 5.000 Tiap Malam Minggu

Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang, PKL Diminta Rp 5.000 Tiap Malam Minggu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.