Wakasal TNI Besuk Denjaka yang Jatuh di Mabes TNI,

Kompas.com - 16/04/2015, 22:42 WIB
Wakil Kepala Staf TNI AL (Wakasal), Laksmana Madya Widodo, saat membesuk Serma Ilyas Hasan, di RSPAD Gatot Subroto, Kamis (16/4/2015) malam. Tangguh Sipria Riang/Kompas.comWakil Kepala Staf TNI AL (Wakasal), Laksmana Madya Widodo, saat membesuk Serma Ilyas Hasan, di RSPAD Gatot Subroto, Kamis (16/4/2015) malam.
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Kepala Staf TNI AL (Wakasal) Laksmana Madya Widodo menjenguk Serma Ilyas Hasan (28), seorang anggota Satuan Penanggulangan Teror (Satgultor) TNI, yang jatuh di Mabes TNI, Kamis (16/4/2015) pagi. Jenderal bintang tiga itu datang ke RSPAD Gatot Subroto dengan seragam kebesarannya biru-biru.

Widodo tiba di lantai 6 ruang 608, didampingi sejumlah perwira berpakaian dinas dan sipil sekitar pukul 19.45 WIB. Begitu tiba di depan ruang tempat Ilyas dirawat, Widodo langsung dipersilakan masuk oleh petugas rumah sakit.

Acara kunjungan ini tertutup untuk media. Pantauan Kompas.com, Widodo tampak menghadap Ilyas yang terbaring lemah. Beberapa rekan korban, baik junior mau pun senior, juga terlihat di ruangan tersebut.

Salah satu perwira memperlihatkan foto rontgen yang menunjukkan fraktur bagian tubuh korban. Wakasal juga terlihat sempat mencoba mengajak korban berkomunikasi. Wakasal membesuk korban selama lima belas menit.

Seperti diketahui, Ilyas mengalami kecelakaan di Gedung Utama MABES TNI, saat memeriahkan acara Pembaretan Presiden RI Joko Widodo dan Apel Kebesaran, Kamis pagi. Ia diduga jatuh dari ketinggian saat sedang melaksanakan Ipam rappling (turun dari atas gedung menggunakan tali karmantel).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Kembali Tangkap Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan

Polisi Kembali Tangkap Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan

Megapolitan
Penjual Barongsai Mainan Raup Untung Saat Perayaan Imlek

Penjual Barongsai Mainan Raup Untung Saat Perayaan Imlek

Megapolitan
Masjid Lautze Jadi Simbol Toleransi Kawasan Pecinan di Sawah Besar

Masjid Lautze Jadi Simbol Toleransi Kawasan Pecinan di Sawah Besar

Megapolitan
Menelusuri Arti Nama Glodok, Kawasan Pecinan di Jakarta

Menelusuri Arti Nama Glodok, Kawasan Pecinan di Jakarta

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Satu Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan, Dikejar hingga Sumsel

Kronologi Penangkapan Satu Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan, Dikejar hingga Sumsel

Megapolitan
Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Megapolitan
Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Megapolitan
Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Megapolitan
Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Megapolitan
Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Megapolitan
Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Megapolitan
Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Megapolitan
Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

Megapolitan
Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X