Ahok Wacanakan Rekrut TNI-Polri Jadi Honorer, Apa Kata Mabes TNI?

Kompas.com - 21/04/2015, 14:36 WIB
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Fuad Basya. Rabu (20/8/2014). Kompas.com/Robertus BelarminusKepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Fuad Basya. Rabu (20/8/2014).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mewacanakan untuk merekrut personel TNI atau Polri sebagai tenaga honorer Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Menurut pria yang akrab disapa Ahok ini, TNI atau Polri yang direkrut dapat membantu Pemprov DKI seperti dalam menangani masalah pedagang kaki lima.

Ahok bahkan berencana memberikan honor kepada personel TNI dan Polri yang direkrut tersebut.

Menanggapi hal ini, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Fuad Basya menjelaskan, salah satu tugas pokok TNI selain operasi militer adalah operasi selain perang.

Di sana, TNI memang diamanatkan untuk membantu setiap pemerintah daerah (pemda) yang membutuhkan.

Rencana yang dilontarkan Ahok ini, lanjut Fuad, memang belum sampai ke pihak TNI. "Terus terang apa yang direncanakan Pak Ahok itu baru internal beliau, belum sampai ke TNI. Belum ada pembicaraann dengan kita. Tetapi, kalau ditanya apabila iya, prinsip TNI itu siap membantu pemerintah," ujar Fuad.

"Apabila pemda butuh bantuan TNI, kita akan berikan, dengan catatan tentu untuk apa dia gunakan. Jadi, memang itu salah satu tugas kita," kata Fuad ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (21/4/2015).

Namun, kata dia, dilihat kembali apakah rekrutmen itu sifatnya sementara atau selamanya. Jika sementara, personel yang diperbantukan tetap merupakan anggota TNI. [Baca: Ahok Berniat Rekrut Anggota TNI-Polri Jadi Tenaga Honorer, Apa Alasannya?]

Namun, jika sifatnya jangka panjang, personel TNI itu dapat dialihtugaskan. Fuad menjelaskan, sudah sering anggotanya dialihtugaskan untuk membantu institusi lain, misalnya ke Kementerian Hukum dan HAM, Telkom, Pertamina, dan lain-lain.

Menurut Fuad, apabila sudah dialihtugaskan, status personel tersebut bukan lagi merupakan prajurit TNI. "Kalau tentara sudah ditarik ke intitusi lain, dia akan dicabut dari sini atau dialihstatuskan," ujar Fuad.

Karena itu, gaji personel yang telah pindah ke institusi lain itu bukan langsung dari negara, dalam hal ini melalui TNI lagi, melainkan dari institusi yang bersangkutan.

Namun, bagi personel TNI yang membantu Pemda DKI atau kegiatan Satpol PP, Fuad mengatakan, gaji anggota yang diperbantukan itu tetap berasal dari TNI. "Jadi, tidak dobel," ujar Fuad.




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Wisatawan Diminta Pulang Usai Jalani Rapid Test di Stasiun Bogor

5 Wisatawan Diminta Pulang Usai Jalani Rapid Test di Stasiun Bogor

Megapolitan
Update 30 Oktober: Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.159, Bertambah 19 Kasus

Update 30 Oktober: Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.159, Bertambah 19 Kasus

Megapolitan
BNPB Minta Depok Segera Isolasi OTG Covid-19 di Lokasi Khusus

BNPB Minta Depok Segera Isolasi OTG Covid-19 di Lokasi Khusus

Megapolitan
KPU Tetapkan Jadwal Debat Kandidat Pilkada Tangsel: 22 November dan 3 Desember 2020

KPU Tetapkan Jadwal Debat Kandidat Pilkada Tangsel: 22 November dan 3 Desember 2020

Megapolitan
Libur Panjang, 509.140 kendaraan Tinggalkan Jakarta

Libur Panjang, 509.140 kendaraan Tinggalkan Jakarta

Megapolitan
[UPDATE] Grafik Covid-19 30 Oktober: Total 7.116 Kasus di Depok

[UPDATE] Grafik Covid-19 30 Oktober: Total 7.116 Kasus di Depok

Megapolitan
Polemik Lokasi Khusus Isolasi OTG Covid-19 di Depok, Kini BNPB Sebut Wisma Makara UI Boleh Dipakai

Polemik Lokasi Khusus Isolasi OTG Covid-19 di Depok, Kini BNPB Sebut Wisma Makara UI Boleh Dipakai

Megapolitan
Manajemen Terminal Kampung Rambutan Akan Bagikan Masker Kain untuk Penumpang

Manajemen Terminal Kampung Rambutan Akan Bagikan Masker Kain untuk Penumpang

Megapolitan
Peserta yang Lolos CPNS Bisa Mengundurkan Diri, Ini Tahapannya

Peserta yang Lolos CPNS Bisa Mengundurkan Diri, Ini Tahapannya

Megapolitan
Puncak Arus Balik Libur Panjang Diprediksi Terjadi pada Sabtu dan Minggu

Puncak Arus Balik Libur Panjang Diprediksi Terjadi pada Sabtu dan Minggu

Megapolitan
Libur Panjang, Barang Bawaan Penumpang Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta Capai 178.508 Kilogram

Libur Panjang, Barang Bawaan Penumpang Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta Capai 178.508 Kilogram

Megapolitan
Buru Pelaku Begal di Tanjung Priok, Polisi Kumpulkan Rekaman CCTV

Buru Pelaku Begal di Tanjung Priok, Polisi Kumpulkan Rekaman CCTV

Megapolitan
UPDATE 30 Oktober: 166 Pasien Positif Covid-19 di Tangsel Masih Dirawat

UPDATE 30 Oktober: 166 Pasien Positif Covid-19 di Tangsel Masih Dirawat

Megapolitan
Sesosok Jenazah Mengambang di Sungai Cisadane, Sudah Seminggu Dicari Keluarga

Sesosok Jenazah Mengambang di Sungai Cisadane, Sudah Seminggu Dicari Keluarga

Megapolitan
Tim Suksesnya Diintimidasi Saat Pasang APK, Benyamin Davnie: Serahkan Ke Kepolisian

Tim Suksesnya Diintimidasi Saat Pasang APK, Benyamin Davnie: Serahkan Ke Kepolisian

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X