Kompas.com - 22/04/2015, 09:18 WIB
Pemandangan pengunjung Jakarnaval yang duduk di sepanjang sparator buswat Koridor I, di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Minggu (22/6/2014). Transjakrta tetap beroperasi di acara Jakarnaval ini. Kompas.com/Robertus BelarminusPemandangan pengunjung Jakarnaval yang duduk di sepanjang sparator buswat Koridor I, di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Minggu (22/6/2014). Transjakrta tetap beroperasi di acara Jakarnaval ini.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak tampak aktivitas bus transjakarta di sepanjang Koridor I rute Blok M hingga Harmoni sejak pukul 07.00 WIB, Rabu (22/4/2015). Para calon penumpang transjakarta menjadi lemas saat diberitahu petugas bahwa transjakarta baru beroperasi pukul 11.00.

"Memang tidak ada bus transjakarta ke Blok M atau Harmoni sekarang. Lagi ditutup juga, nanti jam 11 kita akan buka lagi jalur buswaynya," kata salah seorang petugas TNI yang berjaga di area Dukuh Atas pagi ini.

Pengamatan Kompas.com, sejumlah petugas polisi dan TNI berjaga di dalam Halte Transjakarta Dukuh Atas yang kosong. Sesekali petugas akhirnya juga membuka JPO Dukuh Atas agar warga bisa melintas karena banyak warga yang protes tidak bisa menyeberang ke arah berlawanan untuk mencapai kantor mereka.

"Silakan antre di sini, sebentar lagi kita buka buat nyeberang jembatan, saat ini masih buka tutup, belum boleh semuanya, busway baru jam 11 dibuka," sebut petugas kepada sejumlah warga yang kebingungan dengan rekayasa jalan pagi ini di kawasan Dukuh Atas.

"Aduh telat nih kalau harus jalan kaki ke Benhil. Kan jauh, tuh," gerutu salah seorang wanita yang terpaksa berjalan kaki.

Hingga pukul 09.00, belum terlihat satu pun bus transjakarta melewati kawasan Sudirman. Jalan tersebut masih steril dari kendaraan. Beberapa kendaraan yang lewat hanya mobil dan motor petugas polisi serta rombongan kenegaraan peserta peringatan KAA.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelabui Polisi Saat Digerebek, Kantor Pinjol Ilegal di Kelapa Gading Mengaku Perusahaan Ekspedisi

Kelabui Polisi Saat Digerebek, Kantor Pinjol Ilegal di Kelapa Gading Mengaku Perusahaan Ekspedisi

Megapolitan
Polisi Pastikan Perusahaan Pinjol Ilegal di Kelapa Gading Tak Lagi Lakukan Penagihan

Polisi Pastikan Perusahaan Pinjol Ilegal di Kelapa Gading Tak Lagi Lakukan Penagihan

Megapolitan
Fakta Baru Kasus Kematian Perempuan di Tol Sedyatmo, Korban Ditabrak Sopir Taksi Online

Fakta Baru Kasus Kematian Perempuan di Tol Sedyatmo, Korban Ditabrak Sopir Taksi Online

Megapolitan
Pemkot Beri Perhatian Khusus pada Empat Kawasan Rawan Banjir di Jakbar

Pemkot Beri Perhatian Khusus pada Empat Kawasan Rawan Banjir di Jakbar

Megapolitan
Perempuan di Pesanggrahan Trauma dan Tak Nafsu Makan karena Pria Masturbasi Buang Sperma di Jok Motornya

Perempuan di Pesanggrahan Trauma dan Tak Nafsu Makan karena Pria Masturbasi Buang Sperma di Jok Motornya

Megapolitan
Sulit Berjalan, Pasien Berbobot 120 Kg Dievakuasi Petugas Damkar dari Lantai 2 Rumah ke RS

Sulit Berjalan, Pasien Berbobot 120 Kg Dievakuasi Petugas Damkar dari Lantai 2 Rumah ke RS

Megapolitan
Rapor Merah 4 Tahun Anies dari LBH: Gimik soal Reklamasi hingga Warga Sulit Punya Rumah di Jakarta

Rapor Merah 4 Tahun Anies dari LBH: Gimik soal Reklamasi hingga Warga Sulit Punya Rumah di Jakarta

Megapolitan
PPKM Jakarta Turun Jadi Level 2

PPKM Jakarta Turun Jadi Level 2

Megapolitan
Babak Baru Kasus Unlawful Killing Laskar FPI, Briptu Fikri dan Ipda Yusmin Didakwa Menganiaya hingga Korban Tewas

Babak Baru Kasus Unlawful Killing Laskar FPI, Briptu Fikri dan Ipda Yusmin Didakwa Menganiaya hingga Korban Tewas

Megapolitan
Cinta Satu Malam di Lokalisasi Gunung Antang Berujung Tewasnya Pelanggan yang Ogah Bayar

Cinta Satu Malam di Lokalisasi Gunung Antang Berujung Tewasnya Pelanggan yang Ogah Bayar

Megapolitan
UPDATE 18 Oktober: Tambah 1 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 40 Pasien Dirawat

UPDATE 18 Oktober: Tambah 1 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 40 Pasien Dirawat

Megapolitan
Bela Anies yang Diberi Rapor Merah, Wagub DKI: Tanya Masyarakat, Jakarta Semakin Baik...

Bela Anies yang Diberi Rapor Merah, Wagub DKI: Tanya Masyarakat, Jakarta Semakin Baik...

Megapolitan
Beri Rapor Merah untuk Anies, LBH Sebut Sulit Punya Tempat Tinggal di Jakarta

Beri Rapor Merah untuk Anies, LBH Sebut Sulit Punya Tempat Tinggal di Jakarta

Megapolitan
LBH Jakarta Sebut Pemprov DKI Masih Setengah Hati Tangani Pandemi Covid-19

LBH Jakarta Sebut Pemprov DKI Masih Setengah Hati Tangani Pandemi Covid-19

Megapolitan
Kantor Pinjol Ilegal di Kepala Gading Sepi Saat Digerebek, Ternyata Pegawainya WFH

Kantor Pinjol Ilegal di Kepala Gading Sepi Saat Digerebek, Ternyata Pegawainya WFH

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.