Lulung: Saya Pesan ke Kawan-kawan kalau Ada Tawaran Debat, Jangan Mau

Kompas.com - 09/06/2015, 18:23 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Haji Lulung usai diperiksa selama sekitar delapan jam di Bareskrim Polri, Kamis (30/4/2015). KOMPAS.COM/FABIAN JANUARIUS KUWADOWakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Haji Lulung usai diperiksa selama sekitar delapan jam di Bareskrim Polri, Kamis (30/4/2015).
Penulis Jessi Carina
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPRD DKI Abraham "Lulung" Lunggana menyarankan kepada anggota Dewan untuk tidak menerima tawaran debat yang biasanya diadakan oleh stasiun televisi. Lulung mengatakan, sistem debat di televisi tidak dapat memberikan informasi secara utuh kepada masyarakat.

"Jadi kalau kita ikut debat, baru ngomong sedikit sudah dipotong. Itu belum selesai debat, dipotong lagi. Gimana enggak emosi. Substansi mana yang mau kita dapat?" ujar Lulung di Gedung DPRD DKI, Selasa (9/6/2015).

Hal tersebut mengacu pada acara debat yang disiarkan salah satu stasiun televisi swasta pada malam tadi.

Debat tersebut dihadiri oleh Zainudin dari Fraksi Partai Golkar dan Syarif dari Fraksi Partai Gerindra melawan Bestari dari Fraksi Partai Nasdem dan Hasbiallah dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa.

Konsep debat seolah mengonfrontasikan kedua pihak. Tema debat tersebut adalah membahas proses hak menyatakan pendapat (HMP) terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Bestari dan Hasbi diposisikan sebagai fraksi penolak HMP, sementara Syarif dan Zainudin sebagai perwakilan fraksi pendukung HMP.

Dalam debat tersebut, mereka berempat adu argumentasi hingga mengeluarkan nada bicara tinggi. Masing-masing bertahan dengan argumentasinya.

Meski mengetahui adanya tayangan tersebut, Lulung mengaku belum sempat menonton. Akan tetapi, Lulung berpesan agar anggota Dewan tidak lagi menerima tawaran debat karena hanya menimbulkan kekesalan.

Namun, dia menyarankan anggota Dewan untuk menerima tawaran wawancara khusus oleh stasiun televisi.

Jika diwawancarai seorang diri, kata Lulung, maka anggota Dewan bisa menjelaskan argumentasinya lebih lengkap daripada dalam debat.

Dengan demikian, masyarakat juga bisa mengetahui informasi yang sebenarnya. "Jadi, saya pesan ke kawan-kawan, kalau ada tawaran debat, jangan mau, kecuali diwawancarai sendiri kayak Mata Najwa misalnya," ujar Lulung.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Siapkan TPS Khusus untuk Sampah Masker dan APD

Pemprov DKI Siapkan TPS Khusus untuk Sampah Masker dan APD

Megapolitan
Ditetapkan Tersangka, Vanessa Angel Jadi Tahanan Kota

Ditetapkan Tersangka, Vanessa Angel Jadi Tahanan Kota

Megapolitan
Takut Dibawa ke Kantor Polisi, Seorang Pencuri Kotak Amal Mengaku ODP Covid-19

Takut Dibawa ke Kantor Polisi, Seorang Pencuri Kotak Amal Mengaku ODP Covid-19

Megapolitan
Dikritik, Permintaan Anies Ojol Bisa Angkut Penumpang

Dikritik, Permintaan Anies Ojol Bisa Angkut Penumpang

Megapolitan
Pemkot Tangerang Berencana Jadikan Hotel sebagai Tempat Karantina Covid-19

Pemkot Tangerang Berencana Jadikan Hotel sebagai Tempat Karantina Covid-19

Megapolitan
Vanessa Angel Jadi Tersangka karena Miliki Pil Xanax yang Tidak Sesuai Resep Dokter

Vanessa Angel Jadi Tersangka karena Miliki Pil Xanax yang Tidak Sesuai Resep Dokter

Megapolitan
Pemkot Tangerang Tambah Anggaran Penanganan Covid-19 Jadi Rp 138 Miliar

Pemkot Tangerang Tambah Anggaran Penanganan Covid-19 Jadi Rp 138 Miliar

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Minta Masyarakat Taati Aturan Selama PSBB

Ketua DPRD DKI Minta Masyarakat Taati Aturan Selama PSBB

Megapolitan
Serius Ajukan PSBB, Wali Kota Tangerang Rapat dengan Gubernur Banten dan DKI Jakarta

Serius Ajukan PSBB, Wali Kota Tangerang Rapat dengan Gubernur Banten dan DKI Jakarta

Megapolitan
Ini Skenario Pembatasan Penumpang Kendaraan Pribadi dan Umum Saat PSBB di DKI

Ini Skenario Pembatasan Penumpang Kendaraan Pribadi dan Umum Saat PSBB di DKI

Megapolitan
3.042 Pekerja di Tangerang Kena PHK karena Perusahaan Terdampak Covid-19

3.042 Pekerja di Tangerang Kena PHK karena Perusahaan Terdampak Covid-19

Megapolitan
Warga Miskin dan Rentan Miskin di DKI Diminta Daftar ke RW untuk Dapat Bantuan Sembako

Warga Miskin dan Rentan Miskin di DKI Diminta Daftar ke RW untuk Dapat Bantuan Sembako

Megapolitan
[HOAKS] PT KAI Batalkan Seluruh Perjalanan Jakarta Selama PSBB

[HOAKS] PT KAI Batalkan Seluruh Perjalanan Jakarta Selama PSBB

Megapolitan
Ketua DPRD Sebut Pemprov DKI Belum Komunikasi Terkait Anggaran Covid-19

Ketua DPRD Sebut Pemprov DKI Belum Komunikasi Terkait Anggaran Covid-19

Megapolitan
Mekanisme Karantina ODP dan PDP di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Mekanisme Karantina ODP dan PDP di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X