Dinyatakan Gangguan Jiwa, Kakak Pembunuh Adik Akan Dikembalikan ke Orangtua

Kompas.com - 13/07/2015, 15:03 WIB
TANGERANG, KOMPAS.com - Hasil tes kejiwaan terhadap R (15), tersangka pembunuh adik kandungnya sendiri, P (13), menunjukkan dia positif mengalami gangguan jiwa. Namun hasil tes kejiwaan ini tidak mempengaruhi proses hukum yang akan dijalani oleh R atas perbuatannya.

"Hasil tesnya sudah keluar 9 Juli kemarin. Tersangka terbukti mengidap gangguan jiwa akut," kata Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Ajun Komisaris Besar Sutarmo, Senin (13/7/2015).

Menurut Sutarmo, berkas kasus R sudah P21 di Kejaksaan Negeri Tangerang dan akan segera disidangkan. [Baca: Kronologi Pembunuhan Sang Kakak terhadap Adiknya di Ciledug]

Dalam persidangan nanti, pasal yang dikenakan untuk menjerat R akan ditambah dengan Pasal 44 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Perbuatan yang Tidak Bisa Dipertanggungjawabkan.

"Soal gangguan jiwa ini, akan jadi pertimbangan majelis hakim di persidangan nanti. Tetapi proses hukum tetap berjalan," kata Sutarmo. [Baca: Orangtua Sudah Duga Kakak sebagai Pembunuh Adiknya di Ciledug]

Sampai saat ini, R masih ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak Tangerang. Dalam waktu dekat, polisi akan menyerahkan R kembali kepada keluarganya. Kedua orangtua R mengaku sudah menyanggupi untuk merawat R di rumah.

Untuk kebijakan memulangkan R ke rumah, polisi juga sudah berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Tangerang dalam hal pendampingan dan pemantauan tersangka.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Tangsel Boleh Gelar Takbiran pada Malam Lebaran, asalkan...

Warga Tangsel Boleh Gelar Takbiran pada Malam Lebaran, asalkan...

Megapolitan
11 Debt Collector yang Mau Rampas Mobil yang Dikemudikan Babinsa Telah Ditangkap dan Ditahan

11 Debt Collector yang Mau Rampas Mobil yang Dikemudikan Babinsa Telah Ditangkap dan Ditahan

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Tangerang Raya Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Tangerang Raya Hari Ini, 10 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Depok Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Depok Hari Ini, 10 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bogor Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bogor Hari Ini, 10 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bekasi Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bekasi Hari Ini, 10 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Jakarta Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Jakarta Hari Ini, 10 Mei 2021

Megapolitan
Cegah Takbiran Keliling, Polisi Siapkan 17 Check Point

Cegah Takbiran Keliling, Polisi Siapkan 17 Check Point

Megapolitan
Usia Tak Lagi Faktor Utama, Sistem Zonasi PPDB DKI Jakarta 2021 Utamakan Calon Siswa di Satu RT/RW

Usia Tak Lagi Faktor Utama, Sistem Zonasi PPDB DKI Jakarta 2021 Utamakan Calon Siswa di Satu RT/RW

Megapolitan
Jadi Ahli di Sidang Rizieq, Refly Harun Sebut Pelanggar yang Sudah Jalani Sanksi Tak Perlu Dipidana

Jadi Ahli di Sidang Rizieq, Refly Harun Sebut Pelanggar yang Sudah Jalani Sanksi Tak Perlu Dipidana

Megapolitan
Ribuan Pemudik Terobos Barikade Penyekatan di Kedungwaringin, Jumlah Pos Penyekatan Pun Akan Ditambah

Ribuan Pemudik Terobos Barikade Penyekatan di Kedungwaringin, Jumlah Pos Penyekatan Pun Akan Ditambah

Megapolitan
Anies Marah Instruksinya Tak Dijalankan, 239 PNS DKI Apel Siang Bolong

Anies Marah Instruksinya Tak Dijalankan, 239 PNS DKI Apel Siang Bolong

Megapolitan
Ribuan Pemudik Terobos Pos Penyekatan Kedungwaringin, Polisi: Masyarakat Belum Sadar Pentingnya Larangan Mudik

Ribuan Pemudik Terobos Pos Penyekatan Kedungwaringin, Polisi: Masyarakat Belum Sadar Pentingnya Larangan Mudik

Megapolitan
Satpol PP Tertibkan Pedagang di Trotoar Dekat Stasiun Tanah Abang

Satpol PP Tertibkan Pedagang di Trotoar Dekat Stasiun Tanah Abang

Megapolitan
Beragam Aksi Debt Collector yang Tak Jera Rampas Kendaraan Debitur, Ada Aturan Penarikan Objek Kredit Macet

Beragam Aksi Debt Collector yang Tak Jera Rampas Kendaraan Debitur, Ada Aturan Penarikan Objek Kredit Macet

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X