Kompas.com - 31/07/2015, 12:14 WIB
Lantai dasar Gedung Direktorat Jenderal Pajak, Jalan Gatot Subroto, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan terbakar pada Jumat (31/7/2015) pagi. Namun, kebakaran itu tidak sempat membakar dokumen-dokumen penting milik Ditjen Pajak. Kompas.com/Unoviana KartikaLantai dasar Gedung Direktorat Jenderal Pajak, Jalan Gatot Subroto, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan terbakar pada Jumat (31/7/2015) pagi. Namun, kebakaran itu tidak sempat membakar dokumen-dokumen penting milik Ditjen Pajak.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com
- Lantai dasar Gedung Direktorat Jenderal Pajak, Jalan Gatot Subroto, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terbakar pada Jumat (31/7/2015) pagi. Namun, kebakaran itu tidak sampai membakar dokumen-dokumen penting milik Ditjen Pajak.

Kasubdit Humas Ditjen Pajak Ani Natalia mengatakan, dokumen-dokumen penting disimpan di Gedung H, Kantor Ditjen Pajak. Sementara itu, api hanya berkobar di basement 2 saja.

"Lokasi yang terbakar jauh dengan tempat penyimpanan dokumen. Tidak ada dokumen penting yang terbakar," kata Ani di lokasi kebakaran.

Ditjen Pajak termasuk dalam daftar instansi yang terkait kasus dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mujiyono, mengatakan, bahwa ada 18 instansi yang terlibat dalam kasus tersebut, termasuk Ditjen Pajak.

Polisi telah menetapkan empat tersangka dari kasus tersebut. Terakhir bahkan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Partogi Pangaribuan, ditetapkan sebagai tersangka suap pada Kamis (30/7/2015) malam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masinis LRT yang Terlibat Kecelakaan di Jakarta Timur Alami Trauma

Masinis LRT yang Terlibat Kecelakaan di Jakarta Timur Alami Trauma

Megapolitan
Keluarga Korban Kecelakaan Bus di Cawang Harap PT Transjakarta Tanggung Biaya Pengobatan

Keluarga Korban Kecelakaan Bus di Cawang Harap PT Transjakarta Tanggung Biaya Pengobatan

Megapolitan
Telah Disahkan, Ini Rincian APBD Perubahan DKI Jakarta 2021

Telah Disahkan, Ini Rincian APBD Perubahan DKI Jakarta 2021

Megapolitan
Hujan Lebat dan Angin Kencang, Pohon Tumbang di Kembangan

Hujan Lebat dan Angin Kencang, Pohon Tumbang di Kembangan

Megapolitan
Masyarakat Bisa Pakai Nopol RFS seperti Mobil Rachel Vennya, Ini Penjelasan Polisi

Masyarakat Bisa Pakai Nopol RFS seperti Mobil Rachel Vennya, Ini Penjelasan Polisi

Megapolitan
APBD Perubahan DKI Jakarta 2021 Disahkan Rp 79,89 Triliun

APBD Perubahan DKI Jakarta 2021 Disahkan Rp 79,89 Triliun

Megapolitan
Polisi Tangkap WN Nigeria, Tipu Korban Rp 185 Juta Modus Jual Black Dollar

Polisi Tangkap WN Nigeria, Tipu Korban Rp 185 Juta Modus Jual Black Dollar

Megapolitan
Hujan Deras dan Angin Kencang, Pohon Tumbang di Pujasera Cipondoh

Hujan Deras dan Angin Kencang, Pohon Tumbang di Pujasera Cipondoh

Megapolitan
Pemuda di Depok Tewas Setelah Pertahankan Handphone dari Komplotan Begal

Pemuda di Depok Tewas Setelah Pertahankan Handphone dari Komplotan Begal

Megapolitan
8 Pelajar Tawuran di Kembangan Ditangkap: Bacok hingga Lindas Lawan

8 Pelajar Tawuran di Kembangan Ditangkap: Bacok hingga Lindas Lawan

Megapolitan
3 Kasus Pencabulan terhadap Anak Terjadi di Kembangan Dalam Sepekan

3 Kasus Pencabulan terhadap Anak Terjadi di Kembangan Dalam Sepekan

Megapolitan
23 Warga Koja Keracunan Usai Makan Nasi Kotak Berlogo Partainya, PSI Minta Maaf

23 Warga Koja Keracunan Usai Makan Nasi Kotak Berlogo Partainya, PSI Minta Maaf

Megapolitan
Hari Buruk Angkutan Massal Jakarta: Kecelakaan Transjakarta dan LRT

Hari Buruk Angkutan Massal Jakarta: Kecelakaan Transjakarta dan LRT

Megapolitan
PT INKA: Tabrakan LRT Terindikasi Masinis Tak Kurangi Kecepatan Kereta

PT INKA: Tabrakan LRT Terindikasi Masinis Tak Kurangi Kecepatan Kereta

Megapolitan
Duit Rp 379 M Per Tahun dari Pemprov DKI Digunakan untuk Uang Bau hingga Infrastruktur di Bekasi

Duit Rp 379 M Per Tahun dari Pemprov DKI Digunakan untuk Uang Bau hingga Infrastruktur di Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.