Kompas.com - 26/08/2015, 22:55 WIB
Rusun Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2015). Ratusan warga Kampung Pulo yang rumahnya terkena penertiban direlokasi ke Rusun tersebut. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Warta Kota/Angga Bhagya NugrahaRusun Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2015). Ratusan warga Kampung Pulo yang rumahnya terkena penertiban direlokasi ke Rusun tersebut. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS — Perekonomian warga Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, yang direlokasi ke rumah susun Jatinegara Barat melemah. Pedagang belum mempunyai lapak untuk berjualan. Pemerintah berencana menata perekonomian warga setelah semua relokasi selesai dilakukan.

Yetti Mayasari (33), warga yang dulunya pedagang, duduk seharian di dalam rusun berukuran 6 meter x 5 meter. Saat di Kampung Pulo, ia biasanya menjual ketupat sayur dan pecel lele di depan rumahnya. "Di sini, saya belum tahu mau bekerja apa," katanya, Rabu (26/8/2015), di Rusun Jatinegara Barat.

Di Kampung Pulo, ia biasanya bisa meraup keuntungan Rp 100.000 per hari. Uang itu ia gunakan untuk biaya hidup sehari-hari dan biaya sekolah anak-anaknya. Ia berharap pemerintah segera memberi lapak kepada pedagang agar mereka bisa segera berjualan.

Yetti mengatakan, pengelola rusun telah mendata warga yang dulunya berdagang di Kampung Pulo. "Namun, belum ada kepastian kapan kami mulai bisa berdagang," katanya. Selama seminggu hidup di rusun, Yetti membiayai hidup dari tabungannya.

Berbeda dengan Sunarsi (45), ia sudah menggelar dagangannya berupa minuman cepat saji dalam kemasan di depan unit rusunnya. "Saya menghidupi keluarga dari keuntungan berdagang. Jika tidak berdagang, kami mau makan apa," katanya.

Namun, Sunarsi hanya bisa mendapat untung Rp 20.000 per hari dari biasanya Rp 80.000 saat di Kampung Pulo. "Kalau di Kampung Pulo kan ramai. Di sini yang membeli paling hanya dari satu lantai," katanya. Ia berharap pemerintah segera menyediakan lapak agar ia bisa mendapat keuntungan lebih.

Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana menyatakan, pihaknya sudah mendata warga yang berprofesi sebagai pedagang di Kampung Pulo. Namun, data itu akan dicek lebih dulu untuk memastikan mereka benar-benar berdagang saat di Kampung Pulo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami akan menjadikan lantai dua rusun menjadi lapak dagangan," kata Bambang. Lapak berukuran sekitar 30 meter x 30 meter itu akan didesain sedemikian rupa untuk dijadikan sebagai pusat dagangan di rusun.

"Saat ini, kami masih fokus memindahkan warga ke rusun. Setelah itu, kami akan menata perekonomian warga, salah satunya dengan menyediakan lapak berdagang bagi warga yang dulunya berjualan di Kampung Pulo," kata Bambang.

Warga yang secara langsung merasakan dampak pemindahan terhadap perekonomian keluarga adalah pedagang. Mereka belum bisa berdagang di rusun dan tidak punya kemampuan untuk mencari pekerjaan lain.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merelokasi warga dari 520 bidang tanah di bantaran Sungai Ciliwung, Kampung Pulo, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, sejak Kamis (2/8/2015), sebagai bagian dari proyek normalisasi Sungai Ciliwung.

Warga yang terdampak proyek normalisasi diberikan kompensasi berupa hak sewa di Rusun Jatinegara Barat yang berjarak 500 meter dari Kampung Pulo. "Kami berupaya agar relokasi tidak mengganggu perekonomian warga. Salah satunya dengan membangun rusun yang dekat dengan permukiman warga sebelumnya," ujar Bambang. (B01)

________________________
Berita ini juga tayang di Kompas Siang edisi Rabu, 26 Agustus 2015. Berikut ini tautannya:
Warga Relokasi Kampung Pulo Menunggu Penataan Lapak Berdagang



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Minta Banjir di Jakarta Harus Surut dalam 6 Jam, Ini Penjelasan Wagub

Anies Minta Banjir di Jakarta Harus Surut dalam 6 Jam, Ini Penjelasan Wagub

Megapolitan
Anies Instruksikan Seluruh Wali Kota Antisipasi Banjir pada Musim Hujan

Anies Instruksikan Seluruh Wali Kota Antisipasi Banjir pada Musim Hujan

Megapolitan
Simpang Siur Data Klaster Covid-19 Belajar Tatap Muka di Jakarta

Simpang Siur Data Klaster Covid-19 Belajar Tatap Muka di Jakarta

Megapolitan
Tidak Semua Bansos Dihentikan di Jakarta, Ini Program yang Masih Berlanjut

Tidak Semua Bansos Dihentikan di Jakarta, Ini Program yang Masih Berlanjut

Megapolitan
Sebanyak 7.560 Nakes di Tangsel Belum Dapat Vaksinasi Booster

Sebanyak 7.560 Nakes di Tangsel Belum Dapat Vaksinasi Booster

Megapolitan
Sudin Pendidikan Jaksel Yakin Tak Ada Klaster Covid-19 PTM di Wilayahnya

Sudin Pendidikan Jaksel Yakin Tak Ada Klaster Covid-19 PTM di Wilayahnya

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi Mobil Vaksin Keliling di Jakarta pada Jumat, 24 September

Jadwal dan Lokasi Mobil Vaksin Keliling di Jakarta pada Jumat, 24 September

Megapolitan
Akhir Pelarian Perampok yang Bacok Korbannya di Cipulir, Pelaku Terlilit Utang Judi Togel

Akhir Pelarian Perampok yang Bacok Korbannya di Cipulir, Pelaku Terlilit Utang Judi Togel

Megapolitan
Fakta Penyegelan 6 TPS Liar di Kota Tangerang: Diadukan oleh Warga, Pengelola Pasrah

Fakta Penyegelan 6 TPS Liar di Kota Tangerang: Diadukan oleh Warga, Pengelola Pasrah

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] 25 Klaster Covid-19 di Sekolah di Jakarta | Jam Operasional Kafe dan Restoran Terbaru

[POPULER JABODETABEK] 25 Klaster Covid-19 di Sekolah di Jakarta | Jam Operasional Kafe dan Restoran Terbaru

Megapolitan
UPDATE 23 September: Tambah 12 Kasus di Kota Tangerang, 147 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 23 September: Tambah 12 Kasus di Kota Tangerang, 147 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Banyak Situ Jadi Perumahan, Pemkot Depok Berupaya Amankan Sisanya agar Tidak Diserobot

Banyak Situ Jadi Perumahan, Pemkot Depok Berupaya Amankan Sisanya agar Tidak Diserobot

Megapolitan
UPDATE 23 September: 42 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 2 Pasien Wafat

UPDATE 23 September: 42 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 2 Pasien Wafat

Megapolitan
Rumah Produksi Furnitur di Pondok Aren Terbakar Jumat Dini Hari, Pegawai Berusaha Padamkan Api

Rumah Produksi Furnitur di Pondok Aren Terbakar Jumat Dini Hari, Pegawai Berusaha Padamkan Api

Megapolitan
Menyoal Simpang Mampang Depok yang Banjir Melulu...

Menyoal Simpang Mampang Depok yang Banjir Melulu...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.