Kompas.com - 28/10/2015, 02:00 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menepis bola yang ditendang oleh anak-anak di ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (5/6/2015). KOMPAS.com/Andri Donnal PuteraGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menepis bola yang ditendang oleh anak-anak di ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (5/6/2015).
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggandeng 19 perusahaan untuk membangun sebanyak 57 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RTPRA). Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menargetkan pembangunan puluhan RPTRA rampung akhir tahun ini. 

"Jadi total ada 63 RPTRA tahun ini," kata Basuki seusai menandatangani nota kesepahaman dengan 19 perusahaan swasta, di Balai Kota, Selasa (27/10/2015).

Adapun ke-19 perusahaan tersebut adalah PT Agung Sedayu, PT Metropolitan Kentjana, PT Summarecon Agung, PT Ciputra Development, PT Agung Podomoro Land, PT Intiland Development, PT Alfa Goldland Realty, dan PT Mount Scopus Indonesia.

Kemudian PT Nestle Indonesia, PT Bintang Toedjoe, PT Indofood, PT Indoland Inti Perkasa, PT Elite Prima Hutama, PT Pendawa Properti Indonesia, PT Harapan Global Niaga, PT Artisan Wahyu, PT Blibli.com, Yayasan Dharma Tzu Chi, dan Yayasan Bhakti Barito. 

Basuki menjelaskan, nantinya mereka akan menjadi distributor untuk PKK Mart yang ada di RPTRA. Sehingga harga barang di toko kelontong lebih murah dibanding pasar swalayan. Selain itu, Basuki juga menargetkan penambahan pembangunan 150 RPTRA tahun 2016 mendatang. Namun, lanjut dia, pembangunan RPTRA tidak lagi menggunakan anggaran CSR. Melainkan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).

"Tapi kalau ada (perusahaan swasta) ada yang mau nyumbang di 150 lokasi ya, nanti dananya (pembangunan RPTRA) masuk ke APBD Perubahan," kata Basuki. 

Perusahaan CSR itu tetap akan memberi jaminan perawatan RPTRA selama enam bulan. Selanjutnya perawatan akan diserahkan kepada Lurah serta Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Melonjak, Mengapa Dinkes DKI Anggap Sekolah Tatap Muka Masih Aman?

Kasus Covid-19 Melonjak, Mengapa Dinkes DKI Anggap Sekolah Tatap Muka Masih Aman?

Megapolitan
Dinkes DKI: 90 Persen Hasil Pemeriksaan WGS Covid-19 di Jakarta adalah Omicron

Dinkes DKI: 90 Persen Hasil Pemeriksaan WGS Covid-19 di Jakarta adalah Omicron

Megapolitan
Polisi Gerebek Lagi Pinjol Ilegal di PIK, 1 dari 27 Orang yang Diamankan adalah WNA

Polisi Gerebek Lagi Pinjol Ilegal di PIK, 1 dari 27 Orang yang Diamankan adalah WNA

Megapolitan
Dua Kantor Pinjol di PIK Digrebek Polisi dalam Dua Hari Berturut-turut

Dua Kantor Pinjol di PIK Digrebek Polisi dalam Dua Hari Berturut-turut

Megapolitan
Dinkes DKI: 97,5 Persen Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Jakarta

Dinkes DKI: 97,5 Persen Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Jakarta

Megapolitan
Covid-19 Kian Mengganas di Jakarta, Sudah Saatnya Tarik Rem Darurat?

Covid-19 Kian Mengganas di Jakarta, Sudah Saatnya Tarik Rem Darurat?

Megapolitan
126 Hari Jelang Formula E Jakarta, Jakpro dan IMI Studi Banding ke Arab Saudi

126 Hari Jelang Formula E Jakarta, Jakpro dan IMI Studi Banding ke Arab Saudi

Megapolitan
Grebek Kantor Pinjol di PIK 2, Polisi Amankan Manajer WN China

Grebek Kantor Pinjol di PIK 2, Polisi Amankan Manajer WN China

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 546, Pasien Dirawat Bertambah 505

UPDATE 27 Januari: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 546, Pasien Dirawat Bertambah 505

Megapolitan
Polisi Grebek Satu Lagi Kantor Pinjol di PIK 2

Polisi Grebek Satu Lagi Kantor Pinjol di PIK 2

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Kasus Covid-19 Varian Omicron di DKI Jakarta Kini Ada 2.040

UPDATE 27 Januari: Kasus Covid-19 Varian Omicron di DKI Jakarta Kini Ada 2.040

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Bertambah 4.149 dalam Sehari, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini Ada 891.148

UPDATE 27 Januari: Bertambah 4.149 dalam Sehari, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini Ada 891.148

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Pengakuan Pegawai Pinjol Ilegal di PIK | Sumur Resapan Diusulkan jadi Kolam Lele

[POPULER JABODETABEK] Pengakuan Pegawai Pinjol Ilegal di PIK | Sumur Resapan Diusulkan jadi Kolam Lele

Megapolitan
JIS Tutup Sementara Mulai 30 Januari Untuk Persiapan International Youth Championship

JIS Tutup Sementara Mulai 30 Januari Untuk Persiapan International Youth Championship

Megapolitan
Kasus Haris Azhar dan Fatia Dianggap Pemidanaan yang Dipaksakan

Kasus Haris Azhar dan Fatia Dianggap Pemidanaan yang Dipaksakan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.