Demo Buruh dan Kepulangan yang Tertunda

Kompas.com - 31/10/2015, 10:57 WIB
Dua petugas kebersihan dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta terlihat sedang menyaksikan proses pembubaran paksa yang dilakukan polisi terhadap massa buruh dalam aksi unjuk rasa di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (30/10/2015) malam. Kompas.com/Alsadad RudiDua petugas kebersihan dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta terlihat sedang menyaksikan proses pembubaran paksa yang dilakukan polisi terhadap massa buruh dalam aksi unjuk rasa di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (30/10/2015) malam.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorSabrina Asril
JAKARTA, KOMPAS.com - Waktu sudah menunjukan pukul 19.00 WIB. Biasanya Suwandi (52) dan puluhan rekan-rekannnya sesama petugas kebersihan sudah berada di rumah pada jam-jam tersebut. Namun tidak demikian pada Jumat (30/10/2015) malam.

Tidak kunjung bubarnya aksi massa buruh di depan Istana Merdeka memaksa mereka untuk tetap bertahan. Memastikan aksi bubar, untuk kemudian membersihkan sampah-sampah yang berserakan menjadi tanggung jawab yang tidak bisa ditinggalkan.

"Ya emang udah kayak gini (tugas) kita," kata Suwandi kepada Kompas.com di sela-sela aksi unjuk rasa buruh di depan Istana Merdeka.

Suwandi mengaku susah sejak siang bertugas. Meski kepulangannnya ke rumah tertunda, ia mengaku tidak kesal. Sebab, situasi seperti itu sudah terlalu sering dialaminya. Setidaknya, setiap ada kegiatan yang melibatkan massa yang besar.

"Enggak cuma demo, kalau ada pawai-pawai juga gini. Karena abis acara, pasti dah tuh sampahnya banyak," ujar pria yang tinggal di Kampung Melayu, Jakarta Timur ini.

Massa buruh akhirnya dibubarkan sekitar pukul 20.00 WIB. Polisi terpaksa menembakan gas air mata untuk membubarkan mereka. Meski sudah bubar, tidak serta merta Suwandi dan rekan-rekannnya bisa langsung bertugas. Sisa gas air mata yang masih bertebaran memaksa mereka harus menunggu sejenak.

"Masih perih enggak? Kalau enggak lagi, langsung aja," ujar dia kepada rekan-rekannnya yang berjalan dari arah titik demo buruh. Setelah sekitar 15 menit, barulah Suwandi dan rekan-rekan berjibaku menghadapi tumpukan sampah dan bau pesing demi menjaga kebersihan Ibu Kota.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[UPDATE] Grafik Covid-19 4 Juli di Depok: 10 Kasus Baru, 2 PDP Meninggal

[UPDATE] Grafik Covid-19 4 Juli di Depok: 10 Kasus Baru, 2 PDP Meninggal

Megapolitan
IPB Jadi Tuan Rumah Acara Forum Rektor Indonesia, Jokowi Minta Perguruan Tinggi Berinovasi

IPB Jadi Tuan Rumah Acara Forum Rektor Indonesia, Jokowi Minta Perguruan Tinggi Berinovasi

Megapolitan
KPAI Desak Polisi Segera Tangkap Ayah Tiri yang Perkosa Remaja di Tangsel

KPAI Desak Polisi Segera Tangkap Ayah Tiri yang Perkosa Remaja di Tangsel

Megapolitan
UPDATE 4 Juli: Bertambah 215, Kini Ada 12.039 Kasus Covid-19 di Jakarta

UPDATE 4 Juli: Bertambah 215, Kini Ada 12.039 Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Rasio Kasus Covid-19 di Kelurahan Kenari Jakpus Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

Rasio Kasus Covid-19 di Kelurahan Kenari Jakpus Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

Megapolitan
Bacok Orang hingga Tewas Saat Tawuran di Tambora, Pria Ini Ditangkap di Cilacap

Bacok Orang hingga Tewas Saat Tawuran di Tambora, Pria Ini Ditangkap di Cilacap

Megapolitan
Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang di Kelurahan Zona Merah Depok

Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang di Kelurahan Zona Merah Depok

Megapolitan
CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

Megapolitan
Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok mulai 7 Juli jika...

Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok mulai 7 Juli jika...

Megapolitan
Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

Megapolitan
Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

Megapolitan
Petugas Sekuriti Diduga Cabuli 4 Anak di Tangerang, KPAI: Edukasikan Anak soal Cari Pertolongan

Petugas Sekuriti Diduga Cabuli 4 Anak di Tangerang, KPAI: Edukasikan Anak soal Cari Pertolongan

Megapolitan
 Wagub DKI: Kami Gencar Lakukan Tes Covid-19 dan Lampaui Standar WHO

Wagub DKI: Kami Gencar Lakukan Tes Covid-19 dan Lampaui Standar WHO

Megapolitan
Kampus UI Jadi Lokasi Pelaksanaan UTBK 2020, Ini Protokol Kesehatannya

Kampus UI Jadi Lokasi Pelaksanaan UTBK 2020, Ini Protokol Kesehatannya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X