Kompas.com - 09/11/2015, 13:52 WIB
Rencana jembatan layang penghubung Terminal Bus Terpadu Sentera Timur Pulo Gebangg dan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR), di Cakung, Jakarta Timur. Gambar diambil pada Kamis (10/7/2014). Kompas.com/Robertus BelarminusRencana jembatan layang penghubung Terminal Bus Terpadu Sentera Timur Pulo Gebangg dan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR), di Cakung, Jakarta Timur. Gambar diambil pada Kamis (10/7/2014).
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan Terminal Bus Terpadu Sentra Timur Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, hingga kini sudah memakan waktu selama tiga tahun.

Untuk pembangunan fisik terminal sendiri sebenarnya sudah rampung. Hanya, akses jalan tol Cakung yang menghubungkan ke dalam terminal tak kunjung selesai.

Padahal, terminal yang diklaim terbesar di Asia dengan luas 14,5 hektar tersebut, menelan angggaran hingga Rp 448,6 miliar.

Masalahnya, pada pembebasan lahan yang akhirnya membuat pembangunan serta izin pengoperasian terkatung-katung.

Pantauan Warta Kota, Minggu (8/11/2015), terminal yang berdiri persis di sisi tol JORR Cakung itu, terlihat megah. Tiga bangunan berdiri dengan kombinas warna biru, putih, dan merah yang mendominasi.

Sementara, para pekerja terlihat sedang mengerjakan pembangunan akses dari terminal masuk ke dalam tol, di sisi Timur. Lalu, akses ke luar tol masuk ke dalam terminal, juga tampak sedang dibangun pada sisi Barat.

Sedangkan, di dalam terminal, terlihat beberapa angkot berwarna merah sedang mengetem. Termasuk dengan bus transjakarta dan bus AKAP (antar kota antar provinsi) yang rela menunggu penumpang meski sepi.

Para sopir terlihat asyik menghabiskan waktu dengan beristirahat, makan, dan berbincang-bincang.

Memang kondisi terminal tersebut tak lazim jika dibandingkan dengan kondisi terminal pada umumnya yang ramai penumpang.

Apalagi dengan melihat begitu besarnya tersebut, berbanding terbalik dengan jumlah penumpang yang hanya sebanyak hitungan jari.

Seperti yang tampak juga di dalam terminal. Terlihat hampir di seluruh bagian siap digunakan. Hanya beberapa kios saja yang terlihat dalam tahap pengerjaan.

Bahkan, di terminal tersebut, lebih terlihat sebuah pusat perbelanjaan. Dengan dilengkapinya eskalator dan lift untuk menuju gedung berlantai empat.

Sementara, di ruang tunggu penumpang, tampak tak bedanya ruang tunggu sekelas bandara. Dengan kursi dan luasnya ruang tunggu membuat penumpang nyaman.

Namun, dari seluruh kemegahan tersebut, saat ini, hanya sekadar hiasan semata. Pasalnya, terminal tak kunjung rampung pembangunannya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Megapolitan
88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

Megapolitan
Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Megapolitan
Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Megapolitan
Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Megapolitan
Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Megapolitan
Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Megapolitan
UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Megapolitan
Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Megapolitan
Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Megapolitan
Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Megapolitan
Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.