Kompas.com - 25/11/2015, 12:38 WIB
Penulis Jessi Carina
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPRD DKI Abraham "Lulung" Lunggana merasa yakin Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bakal menjadi tersangka kasus korupsi pengadaan uninterruptible power supply (UPS).

Keyakinan itu muncul setelah dia selesai melakukan pemeriksaan ulang di Bareskrim Mabes Polri, Rabu (25/11/2015).

"Jadi saya tadi hanya ditanyain enam pertanyaan saja oleh penyidik. Mereka tanya kalau kasus UPS tidak masuk KUA-PPAS, boleh enggak Pemprov DKI sebagai pelaksana anggaran melakukan lelang," ujar Lulung ketika dihubungi, Rabu.

Mendapat pertanyaan itu, Lulung menjelaskan bahwa eksekutif tidak boleh melakukan lelang. Ia mengatakan kepada penyidik, jika UPS bisa masuk dalam anggaran berarti ada "tangan jahil" di eksekutif.

"Mungkin oknum di Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) dan BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah). BPKAD kan yang memberi nomor rekening, sedangkan yang mengizinkan lelang dan mengadakan biaya lelang adalah Gubernur," ujar Lulung.

"Semakin terang benderang bahwa yang paling bertanggung jawab itu adalah Gubernur. Makanya saya bilang, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama sudah dapat diduga menjadi tersangka," tambahnya.

Lulung mengatakan, tadi dia hanya diperiksa selama setengah jam. Menurut Lulung, penetapan tersangka terhadap Ahok (sapaan Basuki) tinggal menunggu pernyataan polisi.

Dalam kasus pengadaan UPS pada APBD-P 2014, Bareskrim telah menetapkan empat tersangka, yaitu dua tersangka dari pihak eksekutif, yaitu Alex Usman dan Zaenal Soleman.

Alex diduga melakukan korupsi saat menjabat sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan UPS Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat, sedangkan Zaenal saat menjadi PPK pengadaan UPS Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat.

Sementara itu, dua tersangka lainnya ialah dari pihak DPRD, yaitu Muhammad Firmansyah dari Fraksi Partai Demokrat dan Fahmi Zulfikar dari Fraksi Partai Hanura.

Keduanya diduga terlibat dalam kasus UPS saat sama-sama menjabat di Komisi E DPRD DKI periode 2009-2014.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Remaja Tewas Tenggelam di Situ Parkeling Depok, Sempat Dikira 'Prank' oleh Teman-temannya

Remaja Tewas Tenggelam di Situ Parkeling Depok, Sempat Dikira "Prank" oleh Teman-temannya

Megapolitan
Polres Metro Tangerang Kota Gelar Operasi Zebra, Ini 7 Pelanggaran yang Akan Ditindak

Polres Metro Tangerang Kota Gelar Operasi Zebra, Ini 7 Pelanggaran yang Akan Ditindak

Megapolitan
Komnas Perempuan: Konten 'Prank' Baim Wong-Paula Bisa Berimbas Korban KDRT Sesungguhnya Jadi Bungkam

Komnas Perempuan: Konten "Prank" Baim Wong-Paula Bisa Berimbas Korban KDRT Sesungguhnya Jadi Bungkam

Megapolitan
Pelanggar Operasi Zebra di Jakarta Pusat Hanya Diberi Sanksi Teguran

Pelanggar Operasi Zebra di Jakarta Pusat Hanya Diberi Sanksi Teguran

Megapolitan
Anies Diusung Jadi Capres, F-PKS DPRD: Tuntaskan Jabatan dengan Prestasi Terbaik

Anies Diusung Jadi Capres, F-PKS DPRD: Tuntaskan Jabatan dengan Prestasi Terbaik

Megapolitan
Dibebaskan Pilih Nama Cawapres oleh Surya Paloh, Ini Kata Anies

Dibebaskan Pilih Nama Cawapres oleh Surya Paloh, Ini Kata Anies

Megapolitan
Baim Wong Mengaku Sudah Diingatkan Paula Sebelum Buat Konten 'Prank' Laporan KDRT

Baim Wong Mengaku Sudah Diingatkan Paula Sebelum Buat Konten "Prank" Laporan KDRT

Megapolitan
Pelanggar Operasi Zebra Tak Ditilang, Malah Dapat Sembako hingga Hand Sanitizer

Pelanggar Operasi Zebra Tak Ditilang, Malah Dapat Sembako hingga Hand Sanitizer

Megapolitan
Berantas Pungli di Samsat, Kakorlantas Polri Imbau Warga Jangan Suap Petugas: Nanti Imannya Rusak

Berantas Pungli di Samsat, Kakorlantas Polri Imbau Warga Jangan Suap Petugas: Nanti Imannya Rusak

Megapolitan
Sempat Jadi Lawan Politik, Anies Senang Kini Diusung Nasdem Jadi Capres

Sempat Jadi Lawan Politik, Anies Senang Kini Diusung Nasdem Jadi Capres

Megapolitan
Polisi Pastikan Baim Wong dan Paula Segera Diproses Hukum untuk Berikan Efek Jera

Polisi Pastikan Baim Wong dan Paula Segera Diproses Hukum untuk Berikan Efek Jera

Megapolitan
Anggap Konten 'Prank' Baim Wong dan Paula Tak Ada Empati, Komnas Perempuan: Ada Ribuan Kasus KDRT yang Kami Terima

Anggap Konten "Prank" Baim Wong dan Paula Tak Ada Empati, Komnas Perempuan: Ada Ribuan Kasus KDRT yang Kami Terima

Megapolitan
Tegur Baim Wong, Kompolnas: Laporan ke Polisi Bukan untuk Lucu-lucuan

Tegur Baim Wong, Kompolnas: Laporan ke Polisi Bukan untuk Lucu-lucuan

Megapolitan
Ingatkan Pelajar Tertib Lalu Lintas Saat Operasi Zebra, Polisi: Angka Kecelakaan Masih Tinggi

Ingatkan Pelajar Tertib Lalu Lintas Saat Operasi Zebra, Polisi: Angka Kecelakaan Masih Tinggi

Megapolitan
Baim Wong-Paula 'Nge-prank' Polisi, Pengamat: Wibawa Polri Tak Boleh Diinjak-injak dan Dipermainkan

Baim Wong-Paula "Nge-prank" Polisi, Pengamat: Wibawa Polri Tak Boleh Diinjak-injak dan Dipermainkan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.