Pegiat Antikorupsi: Kasus Setya Novanto Akumulasi Perilaku Anggota DPR

Kompas.com - 08/12/2015, 15:25 WIB
Korupsi. s3images.coroflot.comKorupsi.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Pegiat antikorupsi, Roy Salam, mengatakan, selama satu tahun ini, masyarakat hanya dipertontonkan ulah negatif politisi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Padahal, anggota DPR dibiayai dari uang rakyat.

"Mereka hanya bersilat lidah mulai dari keinginan mereka untuk melakukan revisi UU KPK," kata Roy di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (8/12/2015).

Aktivis dari Indonesia Budget Center (IBC) tersebut menambahkan, anggota DPR lebih mengedepankan individu daripada keinginan masyarakat.

"DPR juga sering kali tidak konsisten dalam perilakunya. Mereka bicara akan memberantas korupsi, tetapi bisa kita lihat aksi mereka malah membuka celah korupsi," kata Roy.

Salah satunya ialah dengan membuat rapat tertutup berkaitan dengan anggaran. Selain itu, lanjut Roy, kasus pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden RI yang melibatkan Ketua DPR RI Setya Novanto dan sejumlah pengusaha merupakan akumulasi dari kekecewaan para pegiat antikorupsi.

"Kasus Setya Novanto akumulasi perilaku mereka selama ini yang hanya melindungi pribadi dan golongan, bukan memperjuangkaan kepentingan bangsa ini," kata Roy.

Roy tergabung dalam aksi pegiat antikorupsi di depan Gedung DPR/MPR. Massa mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap DPR terkait pemberantasan korupsi di Indonesia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Langkah Polisi dan Pemprov DKI Cegah Pemudik Balik ke Jakarta

Sejumlah Langkah Polisi dan Pemprov DKI Cegah Pemudik Balik ke Jakarta

Megapolitan
TNI dan Polri Akan Pantau Warga Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19

TNI dan Polri Akan Pantau Warga Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19

Megapolitan
5 Penjelasan BMKG Soal Panasnya Cuaca Jabodetabek Belakangan Ini

5 Penjelasan BMKG Soal Panasnya Cuaca Jabodetabek Belakangan Ini

Megapolitan
Bekasi Menuju 'New Normal' Pandemi Covid-19: Restoran Dibuka, Pembelinya Dibatasi

Bekasi Menuju "New Normal" Pandemi Covid-19: Restoran Dibuka, Pembelinya Dibatasi

Megapolitan
Pemprov DKI Godok Protokol Kesehatan untuk New Normal di Jakarta

Pemprov DKI Godok Protokol Kesehatan untuk New Normal di Jakarta

Megapolitan
Masih Bingung soal Surat Izin Keluar Masuk Jakarta? Ini Segala Info Tentang SIKM

Masih Bingung soal Surat Izin Keluar Masuk Jakarta? Ini Segala Info Tentang SIKM

Megapolitan
Bantu Orang Mabuk, Warga Depok Malah Dikeroyok

Bantu Orang Mabuk, Warga Depok Malah Dikeroyok

Megapolitan
Wali Kota Depok: Penularan Lokal Covid-19 Masih Terjadi, Ekonomi Mulai Oleng

Wali Kota Depok: Penularan Lokal Covid-19 Masih Terjadi, Ekonomi Mulai Oleng

Megapolitan
Bantah Mal di Jakarta Buka Mulai 5 Juni, Anies: Itu Imajinasi, Itu Fiksi...

Bantah Mal di Jakarta Buka Mulai 5 Juni, Anies: Itu Imajinasi, Itu Fiksi...

Megapolitan
Deteksi Mulai Gencar, Kasus Harian Covid-19 di Depok Naik Signifikan

Deteksi Mulai Gencar, Kasus Harian Covid-19 di Depok Naik Signifikan

Megapolitan
Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Menurun, Ini Rincian Data 47 Hari Penerapan PSBB

Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Menurun, Ini Rincian Data 47 Hari Penerapan PSBB

Megapolitan
Tak Punya SIKM, 5 Penumpang KA dari Surabaya Dikarantina di Gelanggang Remaja Gambir

Tak Punya SIKM, 5 Penumpang KA dari Surabaya Dikarantina di Gelanggang Remaja Gambir

Megapolitan
Penerapan New Normal di Kota Bekasi, Ini Penjelasan Gubernur Emil

Penerapan New Normal di Kota Bekasi, Ini Penjelasan Gubernur Emil

Megapolitan
UPDATE 26 Mei: Bertambah 24 Kasus, Total 535 Orang Positif Covid-19 di Depok

UPDATE 26 Mei: Bertambah 24 Kasus, Total 535 Orang Positif Covid-19 di Depok

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Instruksikan Siapkan Kebijakan New Normal

Wali Kota Tangerang Instruksikan Siapkan Kebijakan New Normal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X