Sopir Kopaja-Transjakarta Digaji Rp 6,2 Juta Per Bulan

Kompas.com - 22/12/2015, 18:44 WIB
Puluhan bus kopaja berstandar transjakarta yang dihadirkan saat acara peluncuran bus-bus kopaja teringrasi transjakarta di  Parkir Timur Senayan, Selasa (21/12/2015) Kompas.com/Alsadad RudiPuluhan bus kopaja berstandar transjakarta yang dihadirkan saat acara peluncuran bus-bus kopaja teringrasi transjakarta di  Parkir Timur Senayan, Selasa (21/12/2015)
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorIcha Rastika
JAKARTA, KOMPAS.com — Para sopir dari kopaja yang difungsikan untuk layanan transjakarta akan menerima gaji Rp 6,2 juta per bulan, atau dua kali upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta 2016.

"Jadi, mereka akan menerima gaji bulanan dua kali UMP, tidak ada lagi setoran," kata Ketua Umum Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja) Nanang Basuki dalam acara peluncuran 320 kopaja berstandar transjakarta di Lapangan Parkir Timur, Senayan, Jakarta, Selasa (22/12/2015).

Hingga kini, ada 320 kopaja yang difungsikan untuk layanan transjakarta. Jenis bus yang digunakan untuk layanan transjakarta ini berupa bus ukuran sedang. (Baca: Gabung dengan Transjakarta, Kopaja-kopaja Ini Berubah Warna)

Bus-bus ini rencananya akan dioperasikan untuk melayani rute di luar koridor busway.

Nantinya, Kopaja selaku operator akan menerima pembayaran per kilometer dari PT Transportasi Jakarta sehingga tidak lagi mengejar setoran dari para sopirnya.

Adapun tarif yang akan dibayarkan kepada Kopaja sebesar Rp 10.350 per kilometer. (Baca: Kopaja-Transjakarta Dilarang Naik Turunkan Penumpang di Luar Halte)

"Rp 10.350 per kilometer itu sesuai dengan yang ada di LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah). Hitungan rupiah per kilometernya itu dari e-katalog," ujar Nanang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Baru Revitalisasi Monas: Diminta Dihentikan karena Tak Berizin hingga Pohon Menghilang

Fakta Baru Revitalisasi Monas: Diminta Dihentikan karena Tak Berizin hingga Pohon Menghilang

Megapolitan
5 Fakta Ledakan karena Kebocoran Gas Melon di Bekasi

5 Fakta Ledakan karena Kebocoran Gas Melon di Bekasi

Megapolitan
205 Pohon di Monas yang Akan Dipindahkan Menghilang, Ada Di Mana?

205 Pohon di Monas yang Akan Dipindahkan Menghilang, Ada Di Mana?

Megapolitan
Duduk Perkara Pernyataan Menteri Yasonna hingga Didemo Warga Tanjung Priok

Duduk Perkara Pernyataan Menteri Yasonna hingga Didemo Warga Tanjung Priok

Megapolitan
Kelenteng Boen Tek Bio, Simbol Toleransi di Tengah Pasar Lama Kota Tangerang

Kelenteng Boen Tek Bio, Simbol Toleransi di Tengah Pasar Lama Kota Tangerang

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Yasonna Vs Warga Tanjung Priok | Aksi Heroik Sopir Truk Kejar Perampok

[POPULER JABODETABEK] Yasonna Vs Warga Tanjung Priok | Aksi Heroik Sopir Truk Kejar Perampok

Megapolitan
BMKG: Mayoritas Jabodetabek Hujan Kamis Siang

BMKG: Mayoritas Jabodetabek Hujan Kamis Siang

Megapolitan
Kemacetan di Depan Stasiun Poris Kota Tangerang Bikin Pengendara Emosi

Kemacetan di Depan Stasiun Poris Kota Tangerang Bikin Pengendara Emosi

Megapolitan
Terjebak Macet Saat Kabur, Jambret di Depok Ditangkap Polisi

Terjebak Macet Saat Kabur, Jambret di Depok Ditangkap Polisi

Megapolitan
Diimingi Peran Figuran, Seorang Remaja Jadi Korban Pencabulan Agensi Gadungan

Diimingi Peran Figuran, Seorang Remaja Jadi Korban Pencabulan Agensi Gadungan

Megapolitan
Petugas Sudinhub Jaksel Tolong Ibu Hamil Muda dengan Mobil Derek

Petugas Sudinhub Jaksel Tolong Ibu Hamil Muda dengan Mobil Derek

Megapolitan
Ladang Ganja 5 Hektar di Mandailing Natal Ditemukan, Polisi Sempat Jatuh ke Jurang

Ladang Ganja 5 Hektar di Mandailing Natal Ditemukan, Polisi Sempat Jatuh ke Jurang

Megapolitan
Pengelola Belum Tahu Nasib Taman Rusa dalam Revitalisasi Monas

Pengelola Belum Tahu Nasib Taman Rusa dalam Revitalisasi Monas

Megapolitan
Pemkot Tangsel Berkeberatan dengan Wacana Pencabutan Subsidi Gas 3 Kg

Pemkot Tangsel Berkeberatan dengan Wacana Pencabutan Subsidi Gas 3 Kg

Megapolitan
Wakil Wali Kota Tangsel Harap Gaji Pegawai Honorer yang Jadi PPPK Ditanggung APBN

Wakil Wali Kota Tangsel Harap Gaji Pegawai Honorer yang Jadi PPPK Ditanggung APBN

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X