Kompas.com - 31/12/2015, 05:28 WIB
Petugas Lalu Lintas Polres Bogor mengatur kendaraan yang melintas ke arah Puncak, Minggu (27/12/2015). KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAHPetugas Lalu Lintas Polres Bogor mengatur kendaraan yang melintas ke arah Puncak, Minggu (27/12/2015).
EditorBambang Priyo Jatmiko
BOGOR, KOMPAS.com - Pagi ini jalur menuju Puncak Bogor sudah padat. Masyarakat yang akan menghabiskan malam tahun baru ke Puncak diimbau untuk memperhatikan jadwal penutupan jalur.

Sebagaimana dikutip dari akun Twitter TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, sejak menjelang Subuh, jalur Cisarua ke arah Puncak telah padat.

"03:56 Imbas kegiatan Pengajian di Masjid Attawun, Cisarua arah ke Puncak lalin padat," demikian tulis TMC Polda Metro Jaya, Kamis pagi (31/12/2015).

Sementara itu mengutip Antara, Satlantas Polres Bogor Kabupaten, Jawa Barat, akan menutup jalur Puncak pada malam pergantian tahun selama 12 jam mulai Kamis sore pukul 18.00 hingga Jumat pagi pukul 06.00 WIB.

Para pengunjung ke kawasan itu disarankan untuk berangkat lebih awal.

"Jadi, siapa yang ingin bermalam tahun baru di Puncak, ada baiknya berangkat lebih awal sebelum jalur ditutup" kata Kepala Satlantas Polres Bogor, AKP Bramastyo Priaji.

Ia mengatakan, upaya penutupan jalur Puncak juga sudah pernah dilakukan tahun lalu. Langkah ini dilakukan sebagai salah satu upaya mencegah kemacetan parah di jalur Puncak pada malam tahun baru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dikatakannya, penutupan arus menuju Puncak akan dilakukan mulai dari Gerbang Tol Jagorawi, Gadog dan Ciawi.

Kendaraan yang ingin menuju Puncak dari Ciawi akan dialihkan ke Jalan Raya Tajur Kota Bogor. Untuk bisa ke Puncak warga bisa menggunakan jalur Sukabumi dan Jonggol.

Sementara itu untuk kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas. Tetapi, untuk mengurai kepadatan arus, dialihkan ke jalur alternatif masuk dari samping TMC Polres Bogor Pos Gadog, dan Ciawi.

"Kami menerjukan 250 personel Satlantas Polres, dibantu jajaran Polsek, dan anggota tim Operasi Lilin Lodaya. Petugas kita tempatkan di sepanjang jalur Puncak setiap 50 meter," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jakarta Resmi Ditetapkan Jadi Tuan Rumah Formula E 2022

Jakarta Resmi Ditetapkan Jadi Tuan Rumah Formula E 2022

Megapolitan
Kasus Kabur dari Karantina, Oknum TNI Sudah Ditindak, Rachel Vennya Belum Diperiksa

Kasus Kabur dari Karantina, Oknum TNI Sudah Ditindak, Rachel Vennya Belum Diperiksa

Megapolitan
UPDATE 15 Oktober: 7 Kasus Baru Covid-19 di Depok

UPDATE 15 Oktober: 7 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Megapolitan
Kisah Heroik Petugas Damkar Selamatkan Siswi dari Reruntuhan Beton, Tangis Pecah Saat Misi Selesai

Kisah Heroik Petugas Damkar Selamatkan Siswi dari Reruntuhan Beton, Tangis Pecah Saat Misi Selesai

Megapolitan
Manajemen Subway Citos Diberi Teguran Tertulis karena Timbulkan Kerumunan

Manajemen Subway Citos Diberi Teguran Tertulis karena Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Polres Jakarta Barat Telusuri Legalitas dan Aktivitas 7 Perusahaan Pinjol di Jakbar

Polres Jakarta Barat Telusuri Legalitas dan Aktivitas 7 Perusahaan Pinjol di Jakbar

Megapolitan
Pemerintah Diminta Lindungi Pasar Muamalah bagi Penerima Zakat agar Tak Diserang Buzzer

Pemerintah Diminta Lindungi Pasar Muamalah bagi Penerima Zakat agar Tak Diserang Buzzer

Megapolitan
Korban Kebakaran di Krendang Mengungsi di Dua Lokasi

Korban Kebakaran di Krendang Mengungsi di Dua Lokasi

Megapolitan
Orangtua Belum Izinkan Anaknya Belajar di Sekolah, 5 SMP Swasta di Kota Tangerang Belum Gelar PTM

Orangtua Belum Izinkan Anaknya Belajar di Sekolah, 5 SMP Swasta di Kota Tangerang Belum Gelar PTM

Megapolitan
Fakta Penangkapan Direktur TV Swasta, Disebut Sebarkan Konten Provokatif di YouTube dan Raup Untung Miliaran

Fakta Penangkapan Direktur TV Swasta, Disebut Sebarkan Konten Provokatif di YouTube dan Raup Untung Miliaran

Megapolitan
Korban Kebakaran di Krendang Dapat Bantuan Makan 2 Kali Sehari

Korban Kebakaran di Krendang Dapat Bantuan Makan 2 Kali Sehari

Megapolitan
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Permukiman di Tambora

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Permukiman di Tambora

Megapolitan
UPDATE 15 Oktober: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 55 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 15 Oktober: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 55 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Zaim Saidi Ingin Gandeng MUI dan BAZNAS untuk Lanjutkan Zakat Dinar-dirham di Pasar Muamalah

Zaim Saidi Ingin Gandeng MUI dan BAZNAS untuk Lanjutkan Zakat Dinar-dirham di Pasar Muamalah

Megapolitan
DKI Jakarta Peringkat Kedua PON XX Papua

DKI Jakarta Peringkat Kedua PON XX Papua

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.